Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Imam Soepardji dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan. Amanah tersebut menempatkan beliau sebagai salah satu figur yang memberikan pertimbangan, pandangan, dan masukan dalam mendukung arah gerak organisasi. Pengalaman dan kepeduliannya terhadap persoalan kemasyarakatan menjadi bekal penting dalam menjalankan amanah tersebut.
Di lingkungan Nahdlatul Ulama, Imam Soepardji juga aktif sebagai Pengurus MWCNU Margomulyo. Kiprahnya dalam organisasi menjadi bagian dari pengabdian yang terus diarahkan untuk menjaga kerukunan, memperkuat kebersamaan, serta memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat yang aman, nyaman, dan harmonis.
Bidang keahlian beliau adalah kemasyarakatan, yang mencerminkan perhatian terhadap dinamika kehidupan masyarakat. Menurut pandangannya, menghadapi era global tidak cukup hanya dengan kemampuan ekonomi dan modal, tetapi juga membutuhkan kuatnya akidah dan sehatnya akal sebagai fondasi dalam menentukan arah kehidupan.
Salah satu gagasan yang menjadi pesan beliau adalah pentingnya mengutamakan ketenangan daripada sekadar kesenangan. Kesenangan yang ditempuh dengan jalan yang keliru justru dapat membawa seseorang pada persoalan. Sebaliknya, ketenangan yang dibangun dengan iman, akal sehat, dan sikap yang benar akan menjadi jalan menuju kebahagiaan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, beliau juga menekankan pentingnya menjaga hubungan yang akur daripada memperbesar perbedaan. Prinsip tersebut beliau ungkapkan dengan ungkapan sederhana namun menarik: “Dalam pergaulan mengutamakan yang akur daripada eker. Sehingga dalam menyelesaikan masalah mengutamakan cara ger-geran daripada gegeran.” Pesan ini mengandung ajakan untuk menyelesaikan persoalan dengan komunikasi, kebersamaan, dan suasana yang sejuk, bukan dengan pertengkaran dan konflik.
Lebih jauh, Imam Soepardji memperkenalkan orientasi “Triman”, yakni Iman, Aman, dan Uman. Ketiganya dipandang sebagai rangkaian yang dapat mengantarkan kehidupan menuju kondisi yang nyaman.
Pertama, Iman. Dengan iman, seseorang akan memiliki landasan untuk membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Iman menjadi kompas moral agar setiap langkah kehidupan tetap berada pada jalan yang benar.
Kedua, Aman. Dengan suasana yang aman, seseorang akan lebih mudah menyelesaikan berbagai urusan. Keamanan dan ketenteraman menjadi modal sosial untuk membangun hubungan yang sehat serta kehidupan masyarakat yang harmonis.
Ketiga, Uman. Segala sesuatu yang diperoleh dengan dasar iman dan dalam suasana yang aman pada akhirnya diharapkan mampu menghadirkan rasa nyaman. Dengan demikian, kehidupan tidak hanya mengejar kesenangan sesaat, tetapi membangun kebahagiaan yang lahir dari ketenangan, keberkahan, dan keseimbangan.
Pemikiran tersebut menjadi refleksi tentang pentingnya membangun kehidupan yang tidak hanya nyaman secara lahiriah, tetapi juga memiliki ketenangan batin. Bagi Imam Soepardji, kehidupan yang ideal adalah kehidupan yang berlandaskan iman, dijaga dengan keamanan, serta menghasilkan kemanfaatan dan kenyamanan bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Identitas Singkat
- Nama: Imam Soepardji
- Alamat: Dusun Suryo RT 01/RW 04, Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo
- Jabatan di MUI: Ketua Dewan Pertimbangan
- Jabatan Sosial: Pengurus MWCNU Margomulyo
- Bidang Keahlian: Kemasyarakatan
- Pesan: “Utamakan ketenangan daripada hanya kesenangan. Dalam kehidupan, orientasikan diri pada Triman: Iman, Aman, dan Uman. Dengan iman kita dapat membedakan kebenaran dan kebatilan, dengan aman kita mudah menyelesaikan urusan, dan dengan uman segala sesuatu yang diperoleh atas dasar iman dan dalam suasana aman akan menjadi nyaman.”







Tidak ada komentar:
Posting Komentar