Selamat Datang Di Website Resmi MUI Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> MUI Margomulyo Gelar Sarasehan untuk Tingkatkan Konsolidasi dan Koordinasi

Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Maslachah, S.Ag.

profil-pengurus-mui-kecamatan_01989863476

Maslachah, S.Ag. merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang memiliki perhatian besar terhadap pemberdayaan perempuan, pembinaan keluarga, serta pendidikan anak. Berdomisili di RT 02/RW 05, Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, beliau aktif mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Maslachah, S.Ag. dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga. Amanah tersebut menjadi ruang pengabdian untuk turut memperkuat peran perempuan, memberikan perhatian terhadap perkembangan remaja, serta membangun ketahanan keluarga sebagai fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan berakhlak.

Di lingkungan Nahdlatul Ulama, beliau juga dipercaya sebagai Dewan Penasihat PAC Muslimat NU Margomulyo. Pengalaman dan keterlibatannya dalam organisasi menjadi bagian dari kiprah beliau dalam mendampingi kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan di tengah masyarakat.

Sesuai dengan bidang keahliannya, Maslachah memiliki kompetensi dalam penyuluhan keluarga sakinah dan pendidikan anak usia dini. Dua bidang tersebut memiliki hubungan yang sangat erat. Keluarga yang harmonis menjadi lingkungan pertama bagi anak untuk mendapatkan pendidikan, keteladanan, kasih sayang, serta pembentukan karakter.

Melalui penyuluhan keluarga sakinah, beliau turut memberikan perhatian terhadap pentingnya komunikasi, tanggung jawab, saling menghormati, dan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan rumah tangga. Sementara melalui pendidikan anak usia dini, beliau turut mendorong terbentuknya generasi yang memiliki karakter positif sejak masa pertumbuhan.

Pengabdian sebagai Jalan Menuju Kemanfaatan

Bagi Maslachah, waktu merupakan amanah yang sangat berharga. Karena itu, waktu sebaiknya tidak dibiarkan berlalu tanpa makna, tetapi dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan yang memberikan manfaat bagi orang lain.

Pesan yang beliau sampaikan adalah:

“Jangan sia-siakan waktumu untuk pengabdian kepada masyarakat, guna menggapai kebahagiaan dunia akhirat.”

Pesan tersebut menggambarkan keyakinan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan juga dapat menjadi bagian dari amal kebaikan. Setiap waktu, tenaga, ilmu, dan perhatian yang diberikan untuk membantu sesama memiliki nilai ketika dilakukan dengan niat yang tulus.

Pengabdian tidak selalu harus diwujudkan dalam sesuatu yang besar. Memberikan ilmu, mendampingi keluarga, membantu pendidikan anak, memberikan nasihat, atau hadir ketika masyarakat membutuhkan juga merupakan bentuk kontribusi yang memiliki arti.

Semangat tersebut semakin ditegaskan melalui ungkapan:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”

Ungkapan tersebut sangat sesuai dengan semangat pengabdian yang beliau jalankan. Menjadi pribadi yang bermanfaat berarti menjadikan ilmu, waktu, kemampuan, dan pengalaman sebagai sarana untuk menghadirkan kebaikan bagi lingkungan sekitar.

Membangun Keluarga, Mendidik Generasi

Perhatian Maslachah terhadap keluarga sakinah dan pendidikan anak menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat sesungguhnya dapat dimulai dari lingkungan yang paling dekat, yaitu keluarga.

Keluarga yang harmonis akan memberikan ruang yang sehat bagi tumbuh kembang anak. Dari keluarga pula anak pertama kali belajar tentang kasih sayang, tanggung jawab, sopan santun, kejujuran, agama, dan bagaimana berinteraksi dengan orang lain.

Karena itu, pembinaan keluarga tidak hanya berkaitan dengan hubungan antara suami dan istri, tetapi juga menyangkut bagaimana orang tua mempersiapkan generasi penerus. Pendidikan anak usia dini menjadi bagian penting dari proses tersebut karena karakter dan kebiasaan baik perlu ditanamkan sejak awal.

Melalui amanah di MUI dan peran sosialnya di Muslimat NU, Maslachah terus berupaya mengambil bagian dalam proses tersebut. Pengabdian kepada perempuan, remaja, dan keluarga menjadi investasi sosial yang diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, perjalanan pengabdian Maslachah, S.Ag. merupakan ikhtiar untuk menjadikan waktu dan ilmu yang dimiliki sebagai sesuatu yang bernilai. Dengan membina keluarga, mendampingi anak, memberdayakan perempuan, dan hadir di tengah masyarakat, beliau berupaya mewujudkan prinsip menjadi insan yang memberikan manfaat bagi insan lainnya.

Identitas Singkat

  • Nama: Maslachah, S.Ag.
  • Alamat: RT 02/RW 05, Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro
  • Jabatan di MUI: Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga
  • Jabatan Sosial: Dewan Penasihat PAC Muslimat NU Margomulyo
  • Bidang Keahlian: Penyuluhan Keluarga Sakinah dan Pendidikan Anak Usia Dini
  • Pesan: “Jangan sia-siakan waktumu untuk pengabdian kepada masyarakat, guna menggapai kebahagiaan dunia akhirat.”
  • Prinsip: خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total KUNJUNGAN

MUIM TV

Viral 30 hari Terahir

Postingan Populer

Arsip

Label