Selamat Datang Di Website Resmi MUI Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> MUI Margomulyo Gelar Sarasehan untuk Tingkatkan Konsolidasi dan Koordinasi

MUI Margomulyo Koordinasi dengan Camat, Matangkan Persiapan Pengukuhan Komisi-Komisi

mui-margomulyo-koordinasi-camat-persiapan-pengukuhan-komisi
MUI Margomulyo koordinasi dengan Camat Joko Tri Cahyono terkait persiapan pengukuhan Komisi-Komisi MUI pada 12 Oktober 2026.

Margomulyo, 29 September 2026 — Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan pengukuhan Pengurus Komisi-Komisi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo, jajaran MUI Kecamatan Margomulyo melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Margomulyo, Selasa (29/9/2026).

Koordinasi tersebut berlangsung di Ruang Camat Margomulyo pada pukul 10.30–11.15 WIB. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, Kiyai Badrun, bersama Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag. Keduanya diterima langsung oleh Camat Margomulyo, Joko Tri Cahyono, SSTP.

MUI Laporkan Persiapan Pengukuhan

Dalam pertemuan tersebut, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo menyampaikan laporan sekaligus koordinasi mengenai rencana pelaksanaan pengukuhan Pengurus Komisi-Komisi MUI Kecamatan Margomulyo.

Disampaikan bahwa kegiatan pengukuhan dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin, 12 Oktober 2026. Sebagai bagian dari persiapan, panitia terlebih dahulu akan menggelar rapat pada Jumat, 2 Oktober 2026. Rapat tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mematangkan berbagai kebutuhan teknis maupun administratif menjelang pelaksanaan pengukuhan.

Selain itu, panitia juga telah menjadwalkan geladi bersih peserta pengukuhan pada Kamis, 8 Oktober 2026. Geladi bersih ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian acara dapat berjalan tertib, khidmat, dan sesuai dengan susunan acara yang telah dipersiapkan.

Camat Siap Mendukung Penuh

Menanggapi laporan dan rencana tersebut, Camat Margomulyo Joko Tri Cahyono, SSTP. menyampaikan apresiasi terhadap berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh MUI Kecamatan Margomulyo.

Pemerintah Kecamatan Margomulyo, menurut Camat, siap memberikan dukungan penuh demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan pengukuhan Pengurus Komisi-Komisi MUI Kecamatan Margomulyo.

Tidak hanya dukungan secara moral dan kelembagaan, Camat Margomulyo juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pelaksanaan pengukuhan di Pendopo Kecamatan Margomulyo, termasuk menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan tersebut.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara MUI Kecamatan Margomulyo dengan Pemerintah Kecamatan. Kolaborasi antara lembaga keagamaan dan pemerintah di tingkat kecamatan diharapkan dapat terus diperkuat dalam rangka mendukung pembinaan kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan di wilayah Margomulyo.

Memperkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah

Koordinasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi dan sinergi antara MUI Kecamatan Margomulyo, KUA Kecamatan Margomulyo, dan Pemerintah Kecamatan Margomulyo dalam menjalankan peran masing-masing di tengah masyarakat.

Dengan adanya dukungan dan fasilitasi dari Pemerintah Kecamatan Margomulyo, seluruh rangkaian persiapan pengukuhan diharapkan dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya, panitia akan melakukan pematangan persiapan melalui rapat pada 2 Oktober, dilanjutkan geladi bersih pada 8 Oktober, hingga pelaksanaan pengukuhan pada 12 Oktober 2026.

Semangat kebersamaan dan koordinasi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi kepengurusan Komisi-Komisi MUI Kecamatan Margomulyo dalam menjalankan amanah, memperkuat pelayanan keumatan, serta berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat Margomulyo yang religius, harmonis, dan berkemajuan.

Share:

Turba Rutin MUI Margomulyo Hadir di Majelis Taklim Dusun Mojosari, Jamaah Diingatkan tentang Dahsyatnya Padang Mahsyar

turba-rutin-mui-margomulyo-hadir-di-majelis-taklim-dusun-mojosari-jamaah-diingatkan-tentang-dahsyatnya-padang-mahsyar
Ibu Sunarmini, S.Pd., anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Produk Halal MUI Kecamatan Margomulyo

Margomulyo — Majelis taklim di Dusun Mojosari, Desa Sumberjo, menjadi tempat pelaksanaan kegiatan Turba (turun ke bawah) rutin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo pada Ahad, 27 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung mulai pukul 10.00 WIB di kediaman Ibu Mini, dengan diikuti oleh segenap anggota majelis taklim serta jajaran Muslimat dan Fatayat NU Sumberjo.

Kegiatan Turba menjadi salah satu sarana MUI Kecamatan Margomulyo untuk membangun silaturahmi secara langsung dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang diharapkan dapat menambah wawasan dan memperkuat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut Ibu Sunarmini, S.Pd., anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Produk Halal MUI Kecamatan Margomulyo. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi yang mengajak jamaah untuk merenungkan kehidupan manusia setelah kematian, khususnya mengenai kondisi manusia ketika berada di Padang Mahsyar.

Mengingat Dahsyatnya Kehidupan di Padang Mahsyar

Dalam penyampaiannya, Ibu Sunarmini mengingatkan jamaah bahwa kehidupan dunia pada hakikatnya merupakan tempat untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat. Salah satu fase yang akan dilalui manusia adalah kehidupan di Padang Mahsyar, tempat manusia dikumpulkan setelah dibangkitkan dari alam kubur.

Gambaran tentang Padang Mahsyar disampaikan sebagai sebuah kondisi yang sangat dahsyat. Pada saat itu, manusia akan dikumpulkan untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya selama hidup di dunia. Tidak ada lagi kesempatan untuk kembali ke dunia guna memperbaiki amal yang telah dilakukan.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jamaah agar tidak terlena dengan kehidupan dunia. Kesibukan mencari rezeki, mengurus keluarga, menjalankan pekerjaan, maupun berbagai aktivitas kehidupan hendaknya tetap diiringi dengan kesadaran bahwa setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Karena itu, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, manusia perlu senantiasa melakukan muhasabah, memperbaiki diri, memperbanyak amal kebajikan, serta menjauhi berbagai perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri di kehidupan akhirat.

Turba sebagai Sarana Silaturahmi dan Penguatan Keagamaan

Selain menjadi forum penyampaian materi keagamaan, kegiatan Turba MUI Margomulyo di Dusun Mojosari juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara jajaran MUI dengan masyarakat.

Kehadiran anggota majelis taklim serta jajaran Muslimat dan Fatayat NU Sumberjo menunjukkan semangat bersama dalam menjaga dan mengembangkan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Forum seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat menambah pengetahuan agama, tetapi juga memperkuat kepedulian, kebersamaan, dan semangat berkhidmat.

Melalui kegiatan Turba yang dilaksanakan secara rutin, MUI Kecamatan Margomulyo terus berupaya hadir di tengah masyarakat, mendengarkan berbagai dinamika yang berkembang sekaligus memberikan penguatan keagamaan.

Pesan tentang dahsyatnya Padang Mahsyar yang disampaikan dalam pertemuan tersebut diharapkan menjadi bahan renungan bagi seluruh jamaah untuk semakin memperbaiki kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, mempererat silaturahmi, dan mempersiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat.

Dengan demikian, kegiatan Turba tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi semata, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun masyarakat yang semakin religius, peduli, dan memiliki kesadaran kuat terhadap tanggung jawab kehidupan dunia dan akhirat.

Share:

TURBA MUI Margomulyo di Majelis Taklim Al Amin, Perkuat Semangat Syukur dalam Kehidupan

turba-mui-margomulyo-di-majelis-taklim-al-amin-perkuat-semangat-syukur-dalam-kehidupan
Syaifudin, S.H. Wakil Ketua MUI Kec. Margomulyo

Margomulyo, 27 September 2026 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo kembali melaksanakan kegiatan Turun ke Bawah (TURBA) sebagai bagian dari ikhtiar mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Kegiatan TURBA kali ini berlangsung dalam rutinan Majelis Taklim Al Amin, bertempat di Masjid Al Amin, Kaligede, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, pada Ahad (27/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB hingga selesai tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Hadir dalam kegiatan itu segenap jajaran Pengurus Muslimat NU dan Fatayat NU Ranting Margomulyo, serta Pengurus Ranting NU Margomulyo.

Kehadiran berbagai unsur organisasi keagamaan tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat. Selain menjadi forum silaturahmi, kegiatan rutinan Majelis Taklim Al Amin juga menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman keislaman dan menguatkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, Ustadz Syaifudin, S.H., hadir sekaligus menyampaikan tausiyah kepada para jamaah. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah untuk memahami makna syukur secara lebih luas dan tidak berhenti hanya pada ucapan.

Menurut Ustadz Syaifudin, hakikat syukur setidaknya mencakup beberapa aspek penting. Pertama, Ma'rifatul Jinan atau syukur bil qalbi, yakni mengenali dan menyadari berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT melalui hati. Kesadaran tersebut menjadi dasar bagi seorang Muslim untuk memahami bahwa setiap nikmat yang diterima pada hakikatnya merupakan karunia dari Allah SWT.

Kedua, Dzikrun bil lisan, yaitu mengungkapkan rasa syukur melalui lisan. Salah satunya dengan memperbanyak mengucapkan hamdalah dan menyebut berbagai nikmat Allah dengan penuh kesadaran dan ketulusan.

Ketiga, Amalun bil arkan, yakni mewujudkan rasa syukur melalui perbuatan. Nikmat yang diberikan Allah hendaknya digunakan untuk melakukan kebaikan, beribadah, membantu sesama, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Syukur tidak cukup hanya dirasakan dalam hati dan diucapkan dengan lisan, tetapi juga harus diwujudkan dalam amal perbuatan,” pesan Ustadz Syaifudin dalam tausiyahnya.

Lebih lanjut, beliau mengingatkan jamaah bahwa salah satu bentuk syukur yang penting adalah mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Kehidupan dunia merupakan kesempatan bagi setiap manusia untuk mengumpulkan amal kebaikan sebagai bekal menuju kehidupan yang kekal.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jamaah agar setiap nikmat yang diterima tidak hanya dinikmati untuk kepentingan duniawi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kegiatan TURBA MUI Kecamatan Margomulyo di Majelis Taklim Al Amin diharapkan dapat terus memperkuat jalinan silaturahmi antara MUI, Nahdlatul Ulama, badan otonom, majelis taklim, dan masyarakat. Melalui kegiatan semacam ini, pembinaan keagamaan di tingkat masyarakat diharapkan semakin hidup dan mampu memberikan manfaat nyata bagi jamaah.

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban hingga selesai. Semangat kebersamaan dan pesan tentang pentingnya bersyukur diharapkan dapat menjadi bekal bagi seluruh jamaah untuk menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran, keikhlasan, serta senantiasa berorientasi pada kebaikan dan kehidupan akhirat.

Share:

TURBA Rutin MUI Margomulyo Digelar di Majelis Taklim Al Qodar, Ajak Jamaah Perbanyak Syukur

turba-rutin-mui-margomulyo-digelar-di-majelis-taklim-al-qodar-ajak-jamaah-perbanyak-syukur
M. Miran, QR., M.H.I. Anggota Dewan pertimbangan MUI Kec. Margomulyo

Margomulyo, 27 September 2026 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo kembali melaksanakan kegiatan Turun ke Bawah (TURBA) rutin sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi keagamaan bersama masyarakat. Kegiatan kali ini dilaksanakan di Majelis Taklim (MT) Al Qodar, Dusun Kalimojo RT 003 RW 001, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, pada Ahad (27/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai tersebut diikuti oleh seluruh anggota Majelis Taklim Al Qodar serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kehadiran MUI Kecamatan Margomulyo mendapat sambutan hangat dari jamaah yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Bapak Miran, QR., M.H.I., selaku Anggota Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Margomulyo. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang telah diberikan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut beliau, nikmat Allah SWT tidak selalu hadir dalam bentuk materi atau sesuatu yang besar. Hal-hal sederhana yang sering kali dianggap biasa, seperti kemampuan untuk tersenyum dan memberikan kebahagiaan kepada orang lain, juga merupakan bentuk nikmat yang patut disyukuri.

“Setiap senyum kita yang mampu membawa kebahagiaan bagi orang lain, itu adalah nikmat dari Allah SWT yang wajib kita syukuri,” pesan Miran kepada jamaah.

Ia menambahkan, membiasakan diri untuk bersyukur dapat membentuk pribadi yang lebih positif dalam menjalani kehidupan. Rasa syukur juga menjadi salah satu cara untuk menyadari bahwa setiap keadaan yang dialami manusia selalu memiliki nilai dan hikmah yang patut direnungkan.

Kegiatan TURBA MUI Kecamatan Margomulyo di Majelis Taklim Al Qodar tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat pembinaan keagamaan masyarakat. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin, MUI dapat semakin dekat dengan jamaah dan masyarakat sekaligus mendengarkan berbagai dinamika kehidupan keagamaan di tingkat akar rumput.

Kegiatan kemudian berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan hingga selesai. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat terus dipelihara sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan kehidupan keagamaan masyarakat Kecamatan Margomulyo.

Share:

Dari Masjid Al-Amin Kaligede, MUI Margomulyo Ajak Umat Tidak Menunda Taubat

dari-masjid-al-amin-kaligede-mui-margomulyo-ajak-umat-tidak-menunda-taubat
Wakil Ketua MUI Kecamatan Margomulyo Abdul Ghofur menyampaikan tausiyah dalam kegiatan TURBA rutin MUI Kecamatan Margomulyo di Masjid Al-Amin Kaligede, Ahad (20/9/2026).

MARGOMULYO, Ahad 20 September 2026.  — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo kembali menggelar kegiatan Turun ke Bawah (TURBA) rutin sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat silaturahmi dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan berlangsung pada Ahad (20/9/2026) mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Al-Amin, Kaligede, Kecamatan Margomulyo. Kegiatan tersebut diikuti oleh segenap jamaah Masjid Al-Amin, pengurus majelis taklim, serta tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan TURBA menjadi salah satu ruang bagi MUI Kecamatan Margomulyo untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Selain sebagai sarana silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi forum penyampaian pesan-pesan keagamaan yang relevan dengan kehidupan umat sehari-hari.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, Abdul Ghofur, Wakil Ketua MUI Kecamatan Margomulyo. Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema “Memperbanyak Syukur dan Istighfar serta Taubat dari Semua Dosa.”

Syukur atas Nikmat Allah

Dalam penyampaiannya, Abdul Ghofur mengajak jamaah untuk memperbanyak rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah dianugerahkan Allah SWT. Menurutnya, manusia sering kali lebih mudah melihat kekurangan daripada menyadari begitu banyak nikmat yang telah diterimanya.

Padahal, kesehatan, kesempatan, keluarga, rezeki, keamanan, ilmu, hingga kesempatan untuk beribadah merupakan nikmat yang tidak ternilai.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat berat.”
(QS. Ibrahim: 7)

Abdul Ghofur menjelaskan bahwa syukur tidak berhenti pada ucapan alhamdulillah. Syukur harus diwujudkan melalui hati, lisan, dan perbuatan.

Syukur dengan hati berarti menyadari bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah. Syukur dengan lisan diwujudkan melalui pujian dan pengakuan atas karunia-Nya. Sedangkan syukur dengan perbuatan diwujudkan dengan menggunakan nikmat tersebut untuk kebaikan dan ketaatan.

“Jangan sampai kita baru menyadari besarnya sebuah nikmat setelah nikmat itu dicabut. Kesehatan baru terasa sangat berharga ketika kita sakit, waktu terasa mahal ketika usia semakin berkurang, dan kesempatan beribadah baru terasa penting ketika kesempatan itu sudah tidak ada,” tuturnya.

Istighfar sebagai Jalan Memohon Ampunan

Selain memperbanyak syukur, jamaah juga diajak untuk membiasakan diri memperbanyak istighfar.

Menurut Abdul Ghofur, istighfar tidak hanya dilakukan oleh seseorang yang merasa banyak dosa. Istighfar merupakan bentuk kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah SWT.

Allah berfirman:

“Dan hendaklah kamu memohon ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan...”
(QS. Hud: 3)

Istighfar juga merupakan amalan yang memiliki dimensi sosial dan spiritual. Dalam QS. Nuh ayat 10–12, Nabi Nuh AS menyeru kaumnya untuk memohon ampun kepada Allah. Dalam ayat tersebut, istighfar dikaitkan dengan turunnya rahmat dan berbagai karunia Allah.

Karena itu, Abdul Ghofur mengingatkan agar istighfar tidak hanya dilafalkan ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan. Istighfar hendaknya menjadi kebiasaan sehari-hari, baik ketika mendapatkan kesenangan maupun ketika menghadapi ujian.

“Orang yang banyak beristighfar bukan berarti orang yang paling banyak dosanya. Justru istighfar menunjukkan bahwa seseorang menyadari dirinya sebagai hamba yang penuh kekurangan dan membutuhkan ampunan Allah,” jelasnya.

Taubat Tidak Boleh Ditunda

Pembahasan kemudian dilanjutkan mengenai pentingnya taubat. Manusia, menurutnya, tidak luput dari kesalahan. Namun, kesalahan tidak boleh menjadi alasan untuk berputus asa dari rahmat Allah.

Allah SWT berfirman:

“Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar: 53)

Ayat tersebut memberikan harapan bahwa pintu ampunan Allah senantiasa terbuka bagi hamba yang sungguh-sungguh kembali kepada-Nya.

Abdul Ghofur menjelaskan bahwa taubat bukan sekadar mengucapkan istighfar, melainkan harus disertai kesungguhan untuk memperbaiki diri. Seseorang yang bertaubat harus meninggalkan dosa, menyesali perbuatan yang dilakukan, serta memiliki tekad untuk tidak mengulanginya.

Apabila dosa tersebut berkaitan dengan hak orang lain, maka taubat juga harus disertai upaya menyelesaikan hak tersebut.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya...”
(QS. At-Tahrim: 8)

Muhasabah dan Memperbaiki Diri

Lebih lanjut, Abdul Ghofur mengajak jamaah menjadikan muhasabah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Setiap orang perlu bertanya kepada dirinya sendiri: sudahkah nikmat Allah disyukuri? Sudahkah dosa-dosa dimintakan ampun? Sudahkah kesalahan kepada sesama diperbaiki? Dan sudahkah waktu yang diberikan Allah digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat?

Dalam tradisi keilmuan Islam, para ulama banyak menekankan pentingnya muhasabah. Evaluasi terhadap diri sendiri menjadi sarana agar seorang Muslim tidak terlena dengan kehidupan dunia dan tidak merasa dirinya telah sempurna.

Syukur membuat seseorang menyadari nikmat. Istighfar membuat seseorang menyadari kekurangan. Sementara taubat mendorong seseorang untuk memperbaiki kesalahan.

Ketiga hal tersebut menjadi rangkaian penting dalam membangun kehidupan seorang Muslim yang senantiasa berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menjadikan TURBA sebagai Ruang Pembinaan Umat

Kegiatan TURBA MUI Kecamatan Margomulyo di Masjid Al-Amin Kaligede berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Kehadiran jamaah, pengurus majelis taklim, dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi serta memperkuat hubungan antara ulama dan masyarakat.

Melalui kegiatan TURBA yang dilaksanakan secara rutin, MUI Kecamatan Margomulyo berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan secara langsung di tengah masyarakat.

Pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bersama bahwa kehidupan seorang Muslim hendaknya selalu diwarnai dengan syukur atas nikmat, istighfar atas kekurangan, dan taubat atas kesalahan.

Selama kesempatan hidup masih diberikan Allah SWT, selama itu pula pintu untuk memperbaiki diri tetap terbuka.

(Redaksi)

Share:

PENGURUS MUI KECAMATAN MARGOMULYO 2021-2026

pengurus-mui-kecamatan-margomulyo-2021-2026

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, merupakan wadah pengabdian para ulama, zu'ama', dan cendekiawan muslim yang berkomitmen membimbing dan melayani umat. Kepengurusan masa khidmat 2021–2026 ini terbentuk melalui musyawarah dan dikukuhkan oleh Ketua Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda, pada 1 Desember 2021.

Share:

Pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan Se-Kabupaten Bojonegoro, Perkuat Peran Ulama dalam Membina Umat

pengukuhan-pengurus-mui-kecamatan-se-kabupaten-bojonegoro-perkuat-peran-ulama-dalam-membina-mat

Bojonegoro, 5 September 2026 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro melaksanakan kegiatan Pengambilan Sumpah dan Pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro pada Sabtu (5/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut bertempat di Ruang Angling Dharma, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Acara pengukuhan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bojonegoro, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Kapolres Bojonegoro, Dandim Bojonegoro, para Camat se-Kabupaten Bojonegoro, Kepala KUA se-Kabupaten Bojonegoro, serta para peserta pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro.

pengukuhan-pengurus-mui-kecamatan-se-kabupaten-bojonegoro-perkuat-peran-ulama-dalam-membina-mat

Momentum pengukuhan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi kelembagaan MUI di tingkat kecamatan. Sebanyak 28 Pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro mengikuti prosesi pengambilan sumpah dan pengukuhan sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan amanah organisasi sekaligus berkontribusi dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.

Prosesi pengambilan sumpah dan pengukuhan/pelantikan dipimpin langsung oleh KH. Alamul Huda Masyhur, selaku Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro. Dengan penuh khidmat, para pengurus mengikuti rangkaian prosesi sebagai ikrar kesanggupan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi dengan penuh amanah, keikhlasan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

Pengukuhan 28 pengurus MUI Kecamatan ini diharapkan semakin memperkokoh sinergi antara ulama, umara, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun kehidupan umat yang religius, harmonis, dan berkemajuan. Keberadaan MUI di tingkat kecamatan memiliki posisi strategis sebagai wadah para ulama dan tokoh agama dalam memberikan bimbingan keagamaan, menjaga kemaslahatan umat, serta turut memberikan kontribusi pemikiran dalam menghadapi berbagai persoalan sosial keagamaan di tengah masyarakat.

pengukuhan-pengurus-mui-kecamatan-se-kabupaten-bojonegoro-perkuat-peran-ulama-dalam-membina-mat

Selain menjadi momentum penguatan struktur organisasi, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi awal bagi para pengurus MUI Kecamatan untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada umat. Dengan semangat khidmah, ukhuwah, dan kemaslahatan, MUI Kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro diharapkan mampu hadir secara aktif di tengah masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, religius, dan berkeadaban.

Pengukuhan tersebut sekaligus meneguhkan komitmen MUI Kabupaten Bojonegoro untuk terus memperkuat peran ulama dalam membimbing umat serta membangun sinergi kelembagaan hingga tingkat kecamatan demi terwujudnya kemaslahatan bersama di Kabupaten Bojonegoro.

pengukuhan-pengurus-mui-kecamatan-se-kabupaten-bojonegoro-perkuat-peran-ulama-dalam-membina-mat

Salah satu peserta yang hadir dalam kegiatan pengukuhan tersebut adalah Pengurus Harian MUI Kecamatan Margomulyo. Sebanyak 12 orang Pengurus Harian MUI Kecamatan Margomulyo mengikuti secara langsung prosesi pengambilan sumpah dan pengukuhan bersama pengurus MUI Kecamatan lainnya dari seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Kehadiran jajaran Pengurus Harian MUI Kecamatan Margomulyo dalam momentum tersebut menjadi wujud kesungguhan dalam menerima amanah organisasi serta memperkuat komitmen untuk menjalankan tugas MUI di tengah masyarakat. Dengan dikukuhkannya kepengurusan tersebut, diharapkan jajaran MUI Kecamatan Margomulyo semakin solid dalam melaksanakan program pembinaan umat, dakwah, pendidikan keagamaan, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

Share:

Total KUNJUNGAN

MUIM TV

Viral 30 hari Terahir

Postingan Populer

Label

Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman