Selamat Datang Di Website Resmi MUI Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> MUI Margomulyo Gelar Sarasehan untuk Tingkatkan Konsolidasi dan Koordinasi
Tampilkan postingan dengan label Lintas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lintas. Tampilkan semua postingan

MUI Margomulyo Koordinasi dengan Camat, Matangkan Persiapan Pengukuhan Komisi-Komisi

mui-margomulyo-koordinasi-camat-persiapan-pengukuhan-komisi
MUI Margomulyo koordinasi dengan Camat Joko Tri Cahyono terkait persiapan pengukuhan Komisi-Komisi MUI pada 12 Oktober 2026.

Margomulyo, 29 September 2026 — Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan pengukuhan Pengurus Komisi-Komisi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo, jajaran MUI Kecamatan Margomulyo melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Margomulyo, Selasa (29/9/2026).

Koordinasi tersebut berlangsung di Ruang Camat Margomulyo pada pukul 10.30–11.15 WIB. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, Kiyai Badrun, bersama Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag. Keduanya diterima langsung oleh Camat Margomulyo, Joko Tri Cahyono, SSTP.

MUI Laporkan Persiapan Pengukuhan

Dalam pertemuan tersebut, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo menyampaikan laporan sekaligus koordinasi mengenai rencana pelaksanaan pengukuhan Pengurus Komisi-Komisi MUI Kecamatan Margomulyo.

Disampaikan bahwa kegiatan pengukuhan dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin, 12 Oktober 2026. Sebagai bagian dari persiapan, panitia terlebih dahulu akan menggelar rapat pada Jumat, 2 Oktober 2026. Rapat tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mematangkan berbagai kebutuhan teknis maupun administratif menjelang pelaksanaan pengukuhan.

Selain itu, panitia juga telah menjadwalkan geladi bersih peserta pengukuhan pada Kamis, 8 Oktober 2026. Geladi bersih ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian acara dapat berjalan tertib, khidmat, dan sesuai dengan susunan acara yang telah dipersiapkan.

Camat Siap Mendukung Penuh

Menanggapi laporan dan rencana tersebut, Camat Margomulyo Joko Tri Cahyono, SSTP. menyampaikan apresiasi terhadap berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh MUI Kecamatan Margomulyo.

Pemerintah Kecamatan Margomulyo, menurut Camat, siap memberikan dukungan penuh demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan pengukuhan Pengurus Komisi-Komisi MUI Kecamatan Margomulyo.

Tidak hanya dukungan secara moral dan kelembagaan, Camat Margomulyo juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pelaksanaan pengukuhan di Pendopo Kecamatan Margomulyo, termasuk menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan tersebut.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara MUI Kecamatan Margomulyo dengan Pemerintah Kecamatan. Kolaborasi antara lembaga keagamaan dan pemerintah di tingkat kecamatan diharapkan dapat terus diperkuat dalam rangka mendukung pembinaan kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan di wilayah Margomulyo.

Memperkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah

Koordinasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi dan sinergi antara MUI Kecamatan Margomulyo, KUA Kecamatan Margomulyo, dan Pemerintah Kecamatan Margomulyo dalam menjalankan peran masing-masing di tengah masyarakat.

Dengan adanya dukungan dan fasilitasi dari Pemerintah Kecamatan Margomulyo, seluruh rangkaian persiapan pengukuhan diharapkan dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya, panitia akan melakukan pematangan persiapan melalui rapat pada 2 Oktober, dilanjutkan geladi bersih pada 8 Oktober, hingga pelaksanaan pengukuhan pada 12 Oktober 2026.

Semangat kebersamaan dan koordinasi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi kepengurusan Komisi-Komisi MUI Kecamatan Margomulyo dalam menjalankan amanah, memperkuat pelayanan keumatan, serta berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat Margomulyo yang religius, harmonis, dan berkemajuan.

Share:

"Syukur di Tengah Rimba: Merayakan Kemerdekaan dengan Doa dan Tumpeng di Proyek Bendungan Karangnongko"

www.muimargomulyo.or.id || Pada Sabtu, 17 Agustus 2024, di tengah keheningan rimba yang memayungi Proyek Pembangunan Bendungan Karangnongko, Desa Ngelo, suasana bergemuruh dengan semangat kemerdekaan yang tak kunjung padam. PT Waskita, sebagai penggerak utama proyek ini, menyelenggarakan Upacara Bendera memperingati HUT ke-79 Republik Indonesia, sebuah momen sakral yang dihadiri oleh para pekerja, pemimpin proyek, dan undangan terhormat, termasuk Kiai Badrun Sulaiman, Ketua MUI Margomulyo.


Langit pagi yang cerah seolah menyambut antusiasme para peserta upacara yang berdiri tegak di bawah kibaran sang Merah Putih. Upacara ini bukan sekadar seremonial rutin, melainkan sebuah manifestasi dari rasa syukur yang mendalam atas nikmat kemerdekaan yang telah diraih dengan darah dan air mata para pahlawan bangsa. Walaupun diadakan di tengah belantara, semangat kebangsaan membara dalam setiap jiwa yang hadir.


Setelah rangkaian upacara selesai, momen khidmat dilanjutkan dengan sesi doa tasyakuran. Kiai Badrun Sulaiman, didaulat oleh pimpinan proyek untuk memimpin doa. Dalam lantunan doa yang mengalun merdu, Kiai Badrun memohonkan berkah untuk negeri ini, mengingatkan setiap hati yang hadir tentang betapa berharganya kemerdekaan yang kita nikmati saat ini.


Rangkaian acara ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi sebuah simbol nyata dari syukur yang tulus atas anugerah kemerdekaan. Di tengah-tengah hutan belantara, jauh dari gemerlap kota, para peserta upacara tetap menggelorakan semangat kemerdekaan dengan penuh kegairahan. Mereka menyadari bahwa merdeka bukanlah sekadar bebas dari penjajahan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk terus mengisi kemerdekaan ini dengan karya dan pengabdian, di mana pun mereka berada.

Ketika gema doa tasyakuran bergema di tengah rimba, suasana menjadi hening, hanya terdengar suara angin yang berdesir lembut, seakan turut mengaminkan setiap kata yang terucap. Kiai Badrun dengan penuh khidmat menutup mata, mengisyaratkan mengangkat tangan ke langit, dan memimpin doa dengan hati yang tulus. Ia memohon kepada Yang Maha Kuasa agar bangsa ini selalu dilindungi, diberikan keberkahan dalam setiap langkah, dan diberikan kekuatan untuk terus menjaga persatuan serta kesatuan yang telah diperjuangkan dengan penuh pengorbanan.


Setelah doa selesai, seluruh peserta upacara merasakan kedamaian yang mendalam, seolah seluruh alam turut bersyukur bersama mereka. Pimpinan proyek kemudian mengajak semua yang hadir untuk menikmati hidangan sederhana sebagai simbol tasyakuran atas kemerdekaan. Di tengah hutan yang biasanya sunyi, suasana menjadi hangat dengan canda tawa dan kebersamaan, mempererat ikatan antar sesama pekerja dan tamu undangan.


Rangkaian kegiatan ini memberikan makna yang mendalam bagi setiap peserta. Mereka menyadari bahwa meski berada jauh dari hiruk-pikuk peradaban, semangat kemerdekaan tetap dapat dirasakan dan dirayakan dengan penuh sukacita. Ini adalah sebuah pengingat bahwa di manapun kita berada, rasa syukur atas nikmat merdeka harus selalu ada, dan semangat untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif harus terus dikobarkan.


Upacara bendera di Proyek Pembangunan Bendungan Karangnongko tersebut menjadi bukti nyata bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan di kota-kota besar, tetapi juga di tempat-tempat terpencil, di mana semangat juang dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia tetap berkobar dengan penuh semangat. Dengan penuh haru, para peserta upacara meninggalkan lokasi dengan tekad yang semakin kuat untuk terus berkarya dan berbakti bagi negeri, mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya, demi masa depan yang lebih baik.

Setelah suasana penuh khidmat dari doa tasyakuran perlahan mereda, perhatian para peserta upacara beralih menuju tumpeng kemerdekaan yang telah dipersiapkan dengan rapi. Tumpeng tersebut, dengan puncaknya yang menjulang, berdiri sebagai simbol perayaan dan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih. Berhiaskan aneka lauk-pauk tradisional, tumpeng itu menjadi pusat perhatian, menambah nuansa kehangatan di tengah suasana kebersamaan.


Pimpinan proyek, dengan senyum yang penuh kebanggaan, mempersilakan Kiai Badrun Sulaiman untuk membuka tumpeng tersebut sebagai bentuk penghormatan. Dengan penuh rasa hormat, Kiai Badrun melangkah maju, mengambil pisau yang telah disediakan, dan memotong puncak tumpeng dengan tangan yang mantap.


Para peserta upacara menyambut momen tersebut dengan tepuk tangan yang meriah, mencerminkan kegembiraan dan rasa syukur mereka. Satu per satu, mereka pun ikut serta dalam acara makan bersama, menikmati setiap suapan tumpeng yang sarat akan makna dan simbolisasi. Makanan sederhana itu seakan menjadi pengingat bahwa kebahagiaan dan rasa syukur tak selalu harus dirayakan dengan kemewahan, melainkan dengan kebersamaan dan hati yang tulus.


Di tengah nuansa perayaan yang sederhana namun penuh makna ini, terlihat jelas bahwa kemerdekaan bukan hanya soal bebas dari belenggu penjajahan, tetapi juga tentang menjaga dan merawat persatuan, kebersamaan, dan keberlanjutan perjuangan. Momen pembukaan tumpeng kemerdekaan ini pun menjadi penutup yang manis untuk rangkaian acara, mengukir kenangan yang tak akan terlupakan di hati setiap peserta.


Ketika matahari mulai memuncak di cakrawala, para peserta meninggalkan lokasi dengan perasaan yang hangat, membawa semangat kemerdekaan yang lebih membara untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi bangsa. Di tempat yang jauh dari hingar bingar kota, di tengah proyek pembangunan yang besar, mereka telah merayakan kemerdekaan dengan cara yang unik dan mendalam, menyatu dengan alam dan berakar pada tradisi yang penuh makna.


MUIMMedia

Share:

"Malam Syukur: Merajut Semangat Kemerdekaan di Bawah Langit Margomulyo"


www.muimargomulyo.or.id || Margomulyo - Jumat, 16 Agustus 2024, Masjid Besar Al-Ikhlas di Kecamatan Margomulyo menjadi saksi dari sebuah acara yang penuh makna dan khidmat, yaitu Malam Tasyakuran Kemerdekaan Ke-79. Acara yang berlangsung dari pukul 19.30 hingga 21.30 ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan masyarakat setempat.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Kapolsek Margomulyo, Danposramil Margomulyo, Asper Kedawak Utara, Koordinator Pengawas Pendidikan, Asper Kates, Kepala Puskesmas Margomulyo, Kepala KUA Margomulyo beserta Penyuluh Agama Islam, Kepala Desa se-Kecamatan Margomulyo, Ketua MWC NU, Ketua MUI, tokoh agama dari masing-masing desa, serta Takmir Masjid Besar Al-Ikhlas Margomulyo.

Acara yang dipandu oleh MC Ustadz Syaifudin ini dimulai dengan Sujud Syukur yang dipimpin oleh Bapak Syamsul Idzom. Kemudian, Bapak Agung selaku panitia memberikan sambutan yang penuh semangat dan harapan. Sambutan dari Camat Margomulyo, Bapak Ahmad Bustanul Arifin, S.STP., MM., juga menambah semarak acara. Beliau mengapresiasi terselenggaranya acara ini dan berharap semangat kemerdekaan terus terjaga di hati masyarakat.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI Margomulyo. Suasana semakin khidmat ketika Kiyai Rosyyidi Rois Syuriyah MWCNU Margomulyo memimpin doa penutup, memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat.

Malam Tasyakuran Kemerdekaan Ke-79 ini tidak hanya menjadi momen untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga sebagai ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan di antara warga Kecamatan Margomulyo. Semoga semangat kemerdekaan ini terus menyala dan membawa kebaikan bagi kita semua.

Acara Malam Tasyakuran Kemerdekaan Ke-79 di Masjid Besar Al-Ikhlas Margomulyo juga menjadi ajang refleksi bagi masyarakat. Dalam sambutannya, Bapak Agung selaku panitia menekankan pentingnya menjaga semangat kemerdekaan dan meneruskan perjuangan para pahlawan dengan cara yang relevan di masa kini. Beliau mengajak seluruh hadirin untuk terus berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan daerah.

Sambutan dari Camat Margomulyo, Bapak Ahmad Bustanul Arifin, S.STP., MM., juga memberikan motivasi bagi masyarakat. Beliau mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini. "Semangat kemerdekaan harus terus kita jaga dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita bersama-sama membangun Margomulyo menjadi lebih baik," ujarnya.

Kegiatan Tahlil yang dipimpin oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI Margomulyo, menambah kekhidmatan acara. Doa-doa yang dipanjatkan mengingatkan hadirin akan pentingnya bersyukur dan memohon perlindungan serta keberkahan dari Allah SWT. 

Doa penutup yang dipimpin oleh Kiyai Rosyyidi Rois Syuriyah MWCNU Margomulyo menjadi momen yang sangat menyentuh. Dalam doanya, beliau memohon agar seluruh masyarakat Margomulyo selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan. 

Acara ini tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga sebagai sarana introspeksi dan penguatan spiritual bagi masyarakat. Kehadiran berbagai tokoh penting dan masyarakat setempat menunjukkan betapa kuatnya rasa kebersamaan dan gotong royong di Kecamatan Margomulyo. Semoga semangat ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.



MUIMMedia

Share:

Do'a Bersama di Titik Nol Bendungan Karang Nongko: Awal Baru Pembangunan untuk Kesejahteraan Bersama

 

(Pembacaan Do'a Di Pimpin Oleh Ketua MUI Margomulyo)

Ngelo, 19 Oktober 2023 - Pagi itu, Dusun Jipangulu Desa Ngelo dipenuhi semangat dan do'a yang tulus. Di tengah hamparan alam yang indah, tepat di Titik Nol Bendungan Karang Nongko, Pemkab Bojonegoro bersama masyarakat menyelenggarakan do'a bersama sebagai langkah awal membangun proyek besar yang akan memberikan dampak positif untuk kesejahteraan bersama.
Titik Nol yang dahulu dikenal sebagai Jatirogo, merupakan hutan yang sering digunakan oleh masyarakat sekitar untuk menggembala ternak. Namun, pada Hari Kamis, 19 Oktober 2023, titik ini menjadi saksi perubahan. Rangkaian acara dimulai dengan hadirnya Menteri PUPR, Bapak Basuki, dan Mensesneg Pratikno, yang memberikan makna lebih dalam terhadap acara tersebut.


Proyek pembangunan yang akan dimulai di titik ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Bojonegoro. Pj Bupati Bojonegoro dan jajaran Forpimda Bojonegoro, Forpimcam Margomulyo, serta Forpimdes Ngelo turut hadir untuk memberikan dukungan penuh kepada perubahan positif yang akan terjadi.

Sebagai bagian dari acara, tokoh agama dan tokoh masyarakat turut meramaikan suasana. Mereka bersama-sama meresapi keindahan alam dan merenungkan makna kebersamaan dalam pembangunan. Titik Nol yang dulu menjadi hutan kini akan menjadi saksi bagi kemajuan yang akan diraih bersama.


Acara mencapai puncaknya saat Ketua MUI Kecamatan Margomulyo membacakan do'a bersama. Suara merdu dan khidmat mengalun di udara, menjadi ungkapan syukur dan harapan untuk kelancaran pembangunan yang akan dimulai. Do'a itu membawa pesan kebersamaan, keadilan, dan kesuksesan untuk seluruh masyarakat Bojonegoro.

Menteri PUPR, Bapak Basuki, dalam sambutannya menyampaikan, "Proyek ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, tapi juga membangun hubungan emosional dengan masyarakat. Mari bersama-sama menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan ini untuk kebaikan bersama."


Do'a bersama di Titik Nol Bendungan Karang Nongko tidak hanya menjadi awal pembangunan fisik, tetapi juga membangun semangat gotong royong dan persatuan di kalangan masyarakat. Semoga proyek ini menjadi tonggak keberhasilan dan membawa kesejahteraan bagi seluruh warga Bojonegoro.

Setelah do'a bersama, atmosfer kebersamaan terus terasa di seluruh Dusun Jipangulu. Para hadirin bersama-sama mengamati peta proyek yang akan direalisasikan, sambil mendengarkan penjelasan dari Menteri PUPR dan tim teknis proyek. Mensesneg Pratikno juga menyampaikan pentingnya transparansi dan partisipasi masyarakat dalam setiap tahap pembangunan.

Pj Bupati Bojonegoro, dengan penuh semangat, menekankan bahwa proyek ini tidak hanya mengubah wajah geografis, tetapi juga memberikan peluang ekonomi dan pendidikan bagi masyarakat sekitar. "Mari bersama-sama memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya. Pembangunan ini adalah milik kita bersama, dan kita harus menjaganya dengan baik," ucapnya sambil tersenyum.

Setelah acara utama, masyarakat dan undangan berbaur dalam suasana santai. Makanan khas Jipangulu yang disajikan oleh kades Ngelo Tri Maryono sebagai bentuk keramahan dan keakraban. Diskusi dan tukar pikiran pun berlanjut di bawah rindangnya pepohonan di sekitar Titik Nol.

Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, sebagai penutup acara, mengajak semua peserta untuk terus berdoa dan bekerja sama demi keberhasilan proyek ini. "Mari jadikan pembangunan ini sebagai amal jariyah kita semua. Semoga hasilnya bermanfaat untuk generasi-generasi yang akan datang," ucapnya dengan penuh harap.

Do'a bersama di Titik Nol Bendungan Karang Nongko bukan hanya menjadi awal pembangunan fisik, melainkan juga simbolik kebersamaan dan harapan. Dengan semangat gotong royong dan do'a yang tulus, masyarakat Bojonegoro melangkah menuju masa depan yang lebih baik, penuh dengan kesejahteraan dan kemajuan.


Share:

Total KUNJUNGAN

MUIM TV

Viral 30 hari Terahir

Postingan Populer

Label

Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman