Kajian Rutin di Masjid Baiturrohim, MUI Margomulyo Intensifkan Dakwah dan Pembinaan Umat

Margomulyo – Jum’at 22 Mei 2026. Dalam rangka memperkuat syiar Islam dan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat, kegiatan Kajian Rutin kembali digelar di Masjid Baiturrohim pada Jum’at malam, 22 Mei 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diikuti oleh segenap jamaah masjid, warga sekitar, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda turba rutin yang dilaksanakan oleh Majelis Ulama Indonesia di berbagai majelis taklim se-Kecamatan Margomulyo. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran ulama dalam memberikan pembinaan spiritual, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus memperkuat tradisi keagamaan masyarakat.


Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Manakib dan Tahlil yang diikuti secara khusyuk oleh seluruh jamaah. Suasana religius semakin terasa ketika lantunan dzikir dan doa menggema di dalam masjid. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kajian dan tausiyah keagamaan.


Hadir memberikan tausiyah dalam kesempatan tersebut Ketua Majelis Ulama Indonesia, yakni Kiyai Badrun. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan kajian yang bersumber dari kitab Nashoihul ‘Ibad Bab Lima Maqolah Ketiga tentang anugerah dan imbalan yang telah disiapkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersyukur, berdoa, beristighfar, bertaubat, dan bersedekah.


Kiyai Badrun menjelaskan bahwa setiap nikmat yang disyukuri akan ditambah oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Ibrahim ayat 7: “La’in syakartum la-aziidannakum” yang artinya, “Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian.” Beliau juga mengingatkan pentingnya memperbanyak doa dan istighfar sebagai jalan memperoleh ketenangan hati, ampunan, serta kemudahan hidup dari Allah SWT.


Selain itu, dalam tausiyahnya disampaikan pula tentang keutamaan taubat dan sedekah. Taubat yang sungguh-sungguh akan menghapus dosa-dosa seorang hamba, sedangkan sedekah yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi naungan dan pertolongan bagi pelakunya di hari kiamat kelak.


Para jamaah tampak antusias mengikuti kajian hingga selesai. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat keimanan, meningkatkan semangat ibadah, serta mempererat hubungan antara ulama dan masyarakat dalam menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di wilayah Margomulyo.

============================================

Anugerah dan Imbalan yang Disiapkan Allah SWT bagi Hamba-Nya

Kajian Kitab Nashoihul ‘Ibad Bab Lima Maqolah Ketiga

Oleh: Badrun

Pendahuluan

Islam merupakan agama yang tidak hanya mengajarkan hubungan spiritual antara manusia dengan Allah SWT, tetapi juga memberikan pedoman hidup agar manusia memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Dalam berbagai kitab karya ulama salaf, banyak dijelaskan mengenai amalan-amalan yang menjadi sebab turunnya rahmat, ampunan, dan karunia Allah SWT. Salah satunya terdapat dalam kitab Nashoihul 'Ibad karya ulama besar Nusantara, Syekh Nawawi al-Bantani.

Pada Bab Lima Maqolah Ketiga, dijelaskan tentang beberapa amalan utama yang apabila dilakukan oleh seorang hamba, maka Allah SWT telah menyiapkan anugerah dan balasan yang agung. Amalan tersebut meliputi syukur, doa, istighfar, taubat, dan sedekah. Semua amalan ini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter seorang mukmin yang dekat dengan Allah SWT.

Hakikat Syukur dan Janji Tambahan Nikmat dari Allah

Dalam kitab Nashoihul ‘Ibad dijelaskan bahwa barang siapa diberi nikmat lalu bersyukur, maka Allah SWT akan menambah nikmat tersebut. Hal ini selaras dengan firman Allah SWT:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

“Jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian.”
(QS. Ibrahim: 7)

Syukur bukan hanya sebatas ucapan alhamdulillah, tetapi juga diwujudkan dengan menggunakan nikmat Allah untuk ketaatan dan kemaslahatan. Ulama Ahlussunnah wal Jama’ah menjelaskan bahwa hakikat syukur mencakup tiga hal:

  1. Syukur dengan hati, yaitu menyadari bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT.
  2. Syukur dengan lisan, yakni memuji Allah SWT atas karunia-Nya.
  3. Syukur dengan perbuatan, yaitu menggunakan nikmat dalam jalan kebaikan.

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa syukur merupakan salah satu maqam spiritual tertinggi karena orang yang bersyukur akan selalu merasa cukup dan dekat dengan Allah SWT.

Doa sebagai Senjata Orang Mukmin

Dalam kajian tersebut juga dijelaskan bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon dengan penuh keyakinan dan ketulusan. Doa merupakan bentuk penghambaan dan pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan di hadapan kekuasaan Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan bagi kalian.”
(QS. Ghafir: 60)

Dalam hadis disebutkan:

“Doa adalah inti ibadah.”

Doa memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa. Dengan doa, hati menjadi tenang, jiwa menjadi kuat, dan seorang mukmin akan selalu menggantungkan harapannya kepada Allah SWT semata. Tradisi berdoa dalam Islam juga mencerminkan pendidikan tauhid agar manusia tidak bergantung kepada selain Allah.

Keutamaan Istighfar dalam Kehidupan Mukmin

Istighfar merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dalam kitab Nashoihul ‘Ibad dijelaskan bahwa orang yang memperbanyak istighfar akan mendapatkan ampunan dan jalan keluar dari berbagai kesulitan hidup.

Allah SWT berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

“Maka aku berkata kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun.”
(QS. Nuh: 10)

Istighfar tidak hanya berfungsi menghapus dosa, tetapi juga membuka pintu rezeki dan keberkahan hidup. Rasulullah SAW sendiri, meskipun telah dijamin dosanya, tetap beristighfar lebih dari 70 kali dalam sehari. Hal ini menunjukkan bahwa istighfar merupakan kebutuhan spiritual setiap manusia.

Menurut Imam Nawawi, memperbanyak istighfar adalah tanda kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah SWT dan bukti kesadaran atas kelemahan diri manusia.

Taubat sebagai Jalan Kembali kepada Allah SWT

Taubat adalah pintu rahmat Allah SWT yang selalu terbuka bagi hamba-Nya. Dalam kajian kitab disebutkan bahwa Allah menerima taubat hamba yang benar-benar menyesali dosa dan bertekad tidak mengulanginya lagi.

Taubat yang diterima memiliki beberapa syarat:

  1. Menyesali dosa yang telah dilakukan.
  2. Meninggalkan perbuatan maksiat.
  3. Bertekad tidak mengulanginya.
  4. Jika berkaitan dengan hak manusia, maka harus menyelesaikan hak tersebut.

Dalam pandangan ulama Aswaja, taubat adalah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Tidak ada manusia yang terbebas dari dosa, namun sebaik-baik manusia adalah mereka yang mau kembali kepada Allah SWT.

Sedekah dan Kemuliaan di Hari Kiamat

Amalan berikutnya yang dibahas dalam kitab Nashoihul ‘Ibad adalah sedekah. Sedekah merupakan amal sosial yang memiliki dampak spiritual sangat besar. Dalam hadis dijelaskan bahwa sedekah akan menjadi naungan bagi pelakunya pada hari kiamat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah itu dapat memadamkan murka Allah.”

Sedekah juga menjadi sarana membersihkan harta dan menumbuhkan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Dalam Islam, sedekah tidak hanya berupa materi, tetapi juga segala bentuk kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain.

Imam Syafi'i pernah menegaskan bahwa orang yang dermawan akan dicintai manusia dan didekatkan kepada rahmat Allah SWT.

Relevansi Nilai-Nilai Spiritual dalam Kehidupan Modern

Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan materialisme dan individualisme, nilai-nilai yang diajarkan dalam kitab Nashoihul ‘Ibad tetap sangat relevan. Syukur mampu menghadirkan ketenangan batin, doa menguatkan harapan, istighfar membersihkan hati, taubat memperbaiki diri, dan sedekah mempererat solidaritas sosial.

Masyarakat Muslim perlu terus menghidupkan tradisi kajian kitab para ulama salaf agar nilai-nilai Islam tetap terjaga dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kajian keagamaan bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi menjadi sarana pendidikan moral dan spiritual umat.

Penutup

Kitab Nashoihul ‘Ibad memberikan pelajaran penting bahwa setiap amal kebaikan memiliki balasan besar di sisi Allah SWT. Syukur mendatangkan tambahan nikmat, doa mengundang pertolongan Allah, istighfar membuka pintu ampunan, taubat menjadi jalan keselamatan, dan sedekah menghadirkan keberkahan hidup.

Sebagai umat Islam, sudah sepatutnya kita senantiasa memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak agar termasuk golongan hamba yang memperoleh rahmat dan ridha Allah SWT. Dengan menghidupkan amalan-amalan tersebut, diharapkan tercipta pribadi Muslim yang saleh, masyarakat yang harmonis, dan kehidupan yang penuh keberkahan.

Share:

Khidmat dan Demokratis, MUSDA MUI Margomulyo Hasilkan Kepemimpinan Berkelanjutan untuk Umat

Margomulyo – Senin, 18 Mei 2026. Suasana penuh khidmat sekaligus semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang digelar pada Senin, 18 Mei 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Kecamatan Margomulyo. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menentukan arah kepemimpinan dan penguatan peran MUI di tengah dinamika kehidupan umat dan masyarakat.

MUSDA yang dihadiri jajaran pengurus MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pemerintah kecamatan, serta berbagai elemen organisasi keagamaan tersebut berlangsung dengan tertib, penuh kekeluargaan, dan nuansa musyawarah yang kental. Forum ini tidak hanya menjadi agenda pertanggungjawaban organisasi, namun juga wadah konsolidasi ulama dan umaro dalam memperkokoh pelayanan keagamaan di Kecamatan Margomulyo.

Sidang MUSDA diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban (SPJ) kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo periode 2021–2026. Setelah melalui pembahasan dan tanggapan peserta sidang, laporan tersebut akhirnya dinyatakan diterima oleh seluruh peserta MUSDA. Keputusan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian pengurus selama lima tahun terakhir dalam menjaga harmoni umat, membina kehidupan keagamaan, serta mengawal berbagai program kemasyarakatan dan keumatan di wilayah Margomulyo.

Puncak MUSDA berlangsung saat agenda rapat formatur digelar. Dalam forum yang dipimpin oleh Huda Afrianto, S.Ag. bersama Tri Maryono, S.A.P., suasana musyawarah berjalan dinamis namun penuh kekompakan. Dari hasil pembahasan dan kesepakatan bersama, Lamiran, S.Pd.I., S.H. secara aklamasi kembali dipercaya untuk memimpin MUI Kecamatan Margomulyo sebagai Ketua Umum periode 2026–2031.

Keputusan aklamasi tersebut disambut hangat dan penuh antusias oleh seluruh peserta forum. Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Lamiran dinilai sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinan, dedikasi, serta kontribusinya dalam menjaga eksistensi dan marwah MUI sebagai rumah besar umat Islam di Kecamatan Margomulyo.

Tidak hanya itu, dalam rapat formatur tersebut, posisi Ketua Umum Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Margomulyo juga kembali dipercayakan kepada Imam Suparji. Penetapan tersebut menegaskan pentingnya kesinambungan kepemimpinan dan peran para tokoh senior dalam memberikan arah, nasihat, serta pertimbangan strategis bagi perjalanan organisasi ke depan.

MUSDA MUI Kecamatan Margomulyo tahun 2026 ini menjadi simbol kuatnya soliditas ulama dan umaro dalam merawat ukhuwah Islamiyah, memperkuat moderasi beragama, serta menjawab tantangan zaman dengan semangat kebersamaan dan pengabdian. Dengan kepemimpinan baru yang kembali mendapat legitimasi penuh dari forum musyawarah, diharapkan MUI Margomulyo semakin aktif, progresif, dan hadir sebagai garda terdepan dalam membimbing umat serta menjaga stabilitas sosial-keagamaan di tengah masyarakat.

Seusai penetapan formatur dan kepengurusan inti, forum MUSDA dilanjutkan dengan penyampaian harapan serta arah kebijakan organisasi untuk lima tahun mendatang. Dalam kesempatan tersebut, berbagai masukan strategis mengemuka, mulai dari penguatan dakwah moderat, pemberdayaan ekonomi umat, pembinaan generasi muda Islam, hingga peningkatan sinergitas antara MUI dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan Islam di wilayah Kecamatan Margomulyo.

Ketua MUI Kecamatan Margomulyo terpilih, Lamiran, S.Pd.I., S.H., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah besar yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa kepercayaan tersebut bukanlah kehormatan pribadi semata, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama seluruh jajaran pengurus dan elemen umat Islam di Margomulyo.

“Kepercayaan ini adalah amanah yang sangat berat. Karena itu, saya mengajak seluruh pengurus, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat persatuan umat, dan bersama-sama membangun MUI yang semakin hadir, bermanfaat, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Sidang Formatur, Huda Afrianto, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas jalannya MUSDA yang berlangsung kondusif, demokratis, dan penuh semangat musyawarah. Menurutnya, soliditas yang ditunjukkan seluruh peserta menjadi modal penting bagi keberlangsungan program-program keumatan di masa mendatang.

Hal senada juga disampaikan Tri Maryono, S.A.P., yang menilai bahwa kekompakan para tokoh agama dan unsur pemerintahan dalam MUSDA tersebut mencerminkan kuatnya komitmen bersama untuk menjaga stabilitas sosial dan kehidupan religius masyarakat Margomulyo.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian agenda MUSDA, maka secara resmi estafet kepemimpinan MUI Kecamatan Margomulyo periode 2026–2031 kembali dilanjutkan di bawah kepemimpinan Lamiran, S.Pd.I., S.H. bersama jajaran formatur dan Dewan Pertimbangan yang baru ditetapkan. Harapan besar pun disematkan agar MUI Margomulyo semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam membina umat.

MUSDA tahun 2026 ini sekaligus menjadi penanda bahwa semangat persatuan ulama, umaro, dan masyarakat Margomulyo tetap terjaga kokoh. Dari Pendopo Kecamatan Margomulyo, tekad besar itu kembali diteguhkan: menghadirkan MUI sebagai pelayan umat, penjaga moral bangsa, dan mitra strategis dalam mewujudkan masyarakat yang religius, damai, dan berkemajuan.

“Musyawarah ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi ikhtiar bersama untuk menjaga amanah umat dan memperkuat peran ulama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan bermartabat,” ungkap salah satu peserta MUSDA usai sidang formatur berlangsung.


Share:

MUSDA MUI Margomulyo Tegaskan Peran Strategis Ulama dalam Menjaga Harmoni Masyarakat

Margomulyo – Senin, 18 Mei 2026. Musyawarah Daerah (MUSDA) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo masa khidmah 2021–2026 sukses dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Kecamatan Margomulyo. Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan sebagai forum evaluasi, pertanggungjawaban, sekaligus penyusunan arah perjuangan MUI Kecamatan Margomulyo ke depan.


Kegiatan tersebut dihadiri segenap jajaran Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo, unsur Forpimcam Margomulyo, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, perwakilan pondok pesantren, perwakilan Pengurus MUI Desa dari enam desa se-Kecamatan Margomulyo, serta sekitar 10 orang delegasi Pengurus MUI Kabupaten Bojonegoro.


Acara dipandu oleh Sekretaris MUI Kecamatan Margomulyo, Syaifudin, S.H., selaku pembawa acara. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang disampaikan oleh Ahmad Rifa’i, kemudian dilanjutkan sambutan panitia oleh Tri Maryono yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya MUSDA dengan lancar serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, terkhusus kepada Camat Margomulyo yang telah memberikan fasilititas dan mendukung secara penuh pendanaan kegiatan MUSDA MUI Kecamatan Margomulyo kali ini.

Memasuki agenda inti, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, Lamiran, S.Pd.I., S.H., menyampaikan sambutan sekaligus laporan pertanggungjawaban (SPJ) kepengurusan masa khidmah 2021–2026. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa MUI merupakan rumah besar umat Islam yang menjadi wadah para ulama, zu’ama, dan cendekiawan muslim dalam menjaga ukhuwah serta membimbing umat menuju Islam yang rahmatan lil ‘alamin.


Beliau juga memaparkan berbagai capaian program kerja selama satu periode kepengurusan, di antaranya berhasil mewujudkan kepengurusan MUI tingkat desa di enam desa se-Kecamatan Margomulyo, aktif melaksanakan safari dakwah di puluhan majelis taklim, penyebaran dakwah digital melalui website dan kanal media sosial MUI, sosialisasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, hingga program pembinaan keluarga sakinah dan penyuluhan pencegahan stunting serta pernikahan dini.


Selain itu, Ketua MUI juga menyampaikan bahwa selama masa kepengurusan, sinergitas dengan unsur pemerintah dan Forkopimcam terus terjalin dengan baik. MUI Kecamatan Margomulyo secara aktif hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan, sosial, maupun koordinasi lintas sektor sebagai bentuk pengabdian kepada umat dan bangsa.


Dalam laporan penutupnya, Ketua MUI menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjalankan amanah organisasi serta berharap kepengurusan yang akan datang mampu membawa MUI Kecamatan Margomulyo menjadi lebih baik, lebih solid, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Camat Margomulyo, Joko Tri Cahyono, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta MUSDA dan tim MUI Kabupaten Bojonegoro. Beliau memberikan apresiasi positif atas berbagai capaian dan kontribusi MUI Kecamatan Margomulyo selama satu periode terakhir.


Menurut beliau, MUI telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat, serta membangun harmonisasi di tengah kehidupan bermasyarakat. Camat Margomulyo juga berharap agar pada periode mendatang, MUI Kecamatan Margomulyo dapat semakin maju, inovatif, dan terus memperkuat sinergi antara ulama, umara, serta seluruh elemen masyarakat demi terciptanya kehidupan yang aman, damai, religius, dan harmonis.

Acara selanjutnya adalah pembinaan yang disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda Musyhur. Dalam arahannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas berbagai capaian dan kiprah Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo selama masa khidmah 2021–2026.


Menurut beliau, MUI Kecamatan Margomulyo telah menunjukkan peran aktif dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat, memperkuat sinergitas dengan pemerintah, serta menjaga kondusifitas umat di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Berbagai program dakwah, pembinaan umat, pemberdayaan keluarga, hingga penguatan kelembagaan MUI desa dinilai sebagai langkah positif yang perlu terus dikembangkan.


KH. Alamul Huda Musyhur yang akrab disapa Gus Huda juga berharap agar pada periode mendatang MUI Kecamatan Margomulyo mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas program kerja, baik dalam bidang dakwah, pendidikan umat, penguatan ekonomi syariah, maupun pembinaan generasi muda Islam. Beliau menegaskan bahwa siapapun nantinya yang terpilih sebagai Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, diharapkan mampu menjaga amanah organisasi, memperkuat kebersamaan lintas ormas Islam, serta terus menjadi perekat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Gus Huda secara resmi membuka jalannya Musyawarah Daerah (MUSDA) MUI Kecamatan Margomulyo. Suasana forum berlangsung penuh khidmat dan semangat musyawarah untuk mufakat sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan organisasi ulama di tingkat kecamatan.


Sebagai penutup rangkaian kegiatan pembukaan, Gus Huda juga berkenan memimpin doa bersama. Dengan penuh khusyuk, seluruh peserta MUSDA menengadahkan tangan, memohon keberkahan, kelancaran, serta hasil terbaik bagi perjalanan MUI Kecamatan Margomulyo ke depan agar senantiasa mampu menjadi pelayan umat, penjaga moral bangsa, dan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang religius, damai, dan harmonis.


Seusai rangkaian ceremonial opening MUSDA, kendali jalannya persidangan selanjutnya diambil alih oleh Tim MUI Kabupaten Bojonegoro untuk memimpin agenda inti Musyawarah Daerah secara resmi dan terstruktur sesuai mekanisme organisasi.


Agenda pertama dalam sidang MUSDA adalah pembacaan keputusan demisioner terhadap jajaran Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo masa khidmah 2021–2026, sekaligus pembahasan dan pengambilan keputusan terkait diterima atau tidaknya laporan pertanggungjawaban kepengurusan yang telah disampaikan sebelumnya oleh Ketua MUI Kecamatan Margomulyo.


Setelah melalui forum musyawarah, seluruh peserta MUSDA secara aklamasi menyatakan menerima laporan pertanggungjawaban pengurus MUI Kecamatan Margomulyo periode 2021–2026. Keputusan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, pengabdian, dan capaian program kerja yang telah dijalankan selama satu periode kepengurusan.

Tim Formatur Terpilih

Agenda berikutnya adalah pembentukan Tim Formatur sebanyak sembilan orang yang berasal dari berbagai unsur organisasi dan tokoh masyarakat sebagai representasi kebersamaan serta keterwakilan seluruh elemen umat Islam di Kecamatan Margomulyo. Tim Formatur tersebut terdiri dari unsur pengurus sebelumnya, dewan pertimbangan, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan ormas Islam, unsur perempuan, dan perwakilan pondok pesantren.


Adapun susunan Tim Formatur yang telah ditetapkan dalam forum MUSDA yaitu:


1. Nuryanto

2. Lamiran, S.Pd.I., S.H.

3. Syaifudin, S.H.

4. Eko Sunarno

5. Tri Maryono, S.A.P.

6. Kuslan, S.H.

7. Huda Afrianto, S.Ag.

8. Rukmiati

9. Risy’af Muafi, M.Pd.I.


Setelah ditetapkan, sembilan orang Tim Formatur tersebut melaksanakan sidang tertutup yang bertempat di lantai dua ruang PKK Kecamatan Margomulyo guna menentukan Ketua dan Sekretaris Formatur. Dalam sidang internal tersebut akhirnya disepakati dan ditetapkan Huda Afrianto sebagai Ketua Formatur dan Tri Maryono, S.A.P. sebagai Sekretaris Formatur.


Ketua dan Sekretaris Formatur selanjutnya bertugas memimpin jalannya sidang pemilihan Ketua Dewan Pertimbangan dan Ketua Umum Harian MUI Kecamatan Margomulyo untuk masa khidmah berikutnya.

Ketua dan Sekretaris Formatur

Dalam sidang yang dipimpin oleh Pak Huda — sapaan akrab Huda Afrianto, S.Ag. — proses pemilihan berlangsung penuh kekeluargaan, musyawarah, dan semangat persatuan. Setelah melalui berbagai pertimbangan serta masukan dari anggota formatur, forum akhirnya secara aklamasi kembali memilih Lamiran, S.Pd.I., S.H. sebagai Ketua Umum Harian MUI Kecamatan Margomulyo, sedangkan Imam Suparji ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Margomulyo.


Keputusan tersebut disambut positif oleh seluruh peserta MUSDA sebagai bentuk kesinambungan kepemimpinan dan harapan agar MUI Kecamatan Margomulyo semakin solid, progresif, dan mampu menjawab tantangan umat di masa mendatang.


Dengan berakhirnya seluruh rangkaian Musyawarah Daerah (MUSDA) MUI Kecamatan Margomulyo Tahun 2026, diharapkan kepengurusan baru yang telah terbentuk mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi dengan semangat pengabdian, keikhlasan, dan kebersamaan. Sinergi antara ulama, umara, tokoh masyarakat, pondok pesantren, serta seluruh elemen umat Islam menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan, memperkuat dakwah, dan membangun kehidupan masyarakat yang religius serta harmonis di Kecamatan Margomulyo.


MUSDA ini bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan, melainkan momentum memperkuat ukhuwah dan konsolidasi umat demi terwujudnya MUI yang semakin responsif, adaptif, dan hadir di tengah masyarakat sebagai pelayan umat serta mitra strategis pemerintah. Dengan semangat musyawarah dan persatuan yang telah ditunjukkan selama forum berlangsung, MUI Kecamatan Margomulyo diharapkan terus menjadi rumah besar umat Islam yang membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Share:

Menghidupkan Semangat Keislaman, Kajian Rutin Al-Amin Kaligede Disambut Antusias Jamaah

Margomulyo – Ahad, 17 Mei 2026. Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti kegiatan Kajian Rutin yang dilaksanakan di Masjid Al-Amin Kaligede, Desa Margomulyo, pada Ahad, 17 Mei 2026 mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperdalam pemahaman keagamaan masyarakat setempat.

Kajian rutin tersebut dihadiri oleh segenap jamaah Muslimat NU, tokoh masyarakat, serta tokoh agama di lingkungan Desa Margomulyo. Kehadiran para jamaah menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menjaga tradisi keilmuan dan majelis dzikir yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan warga Nahdliyin.

Hadir sebagai penceramah, Syaifudin, S.H. selaku Sekretaris MUI Kecamatan Margomulyo. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema “Pentingnya Mensyukuri Nikmat Iman dan Islam.” Tema tersebut disampaikan dengan bahasa yang ringan namun sarat makna, sehingga mudah dipahami oleh seluruh jamaah yang hadir.

Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa nikmat iman dan Islam merupakan karunia terbesar yang diberikan Allah SWT kepada umat manusia. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa menjaga keimanan dengan memperbanyak ibadah, memperkuat akhlak, serta menjaga persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat.

Beliau juga mengingatkan bahwa rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan melalui lisan, namun harus diwujudkan dalam bentuk ketaatan kepada Allah SWT, kepedulian sosial, dan semangat menjaga tradisi keagamaan yang baik. Menurutnya, majelis ilmu seperti kajian rutin ini menjadi salah satu bentuk nyata dalam merawat iman sekaligus memperkuat hubungan antarwarga.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, hangat, dan penuh kekeluargaan. Para jamaah tampak mengikuti rangkaian acara dengan penuh perhatian hingga kegiatan selesai. Diharapkan, melalui kajian rutin semacam ini, semangat keagamaan masyarakat semakin tumbuh serta mampu memperkuat nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah di tengah kehidupan bermasyarakat.

Di akhir kegiatan, para jamaah bersama-sama memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa, keberkahan masyarakat Desa Margomulyo, serta kemajuan umat Islam agar senantiasa diberikan kekuatan dalam menjaga persatuan dan nilai-nilai keislaman di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Momentum kajian rutin tersebut juga menjadi ajang silaturahmi antarjamaah dan tokoh masyarakat. Suasana kebersamaan yang terbangun di lingkungan Masjid Al-Amin Kaligede diharapkan mampu memperkokoh semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan.

Pengurus kegiatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jamaah, tokoh agama, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara dengan lancar dan penuh kekhidmatan. Mereka berharap kajian rutin ini dapat terus istiqamah dilaksanakan sebagai sarana menebar ilmu, memperkuat iman, dan menjaga tradisi keislaman yang moderat dan menyejukkan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Masjid Al-Amin Kaligede kembali menunjukkan perannya bukan hanya sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai pusat pembinaan umat, penguatan akhlak, serta ruang membangun persaudaraan dan harmoni di tengah masyarakat.

Share:

“Sinergi Ulama dan Umara Menguat: MUSDA MUI Margomulyo ke-IV Dimajukan, Persiapan Kian di Matangkan”

Margomulyo - Senin, 4 Mei 2026. Koordinasi pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) MUI Kecamatan Margomulyo berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Pertemuan tersebut dilaksanakan di ruang kerja Camat Margomulyo, Joko Tri Cahyono, S.STP., MM, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah kecamatan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.

Hadir dalam kegiatan ini tim pengurus MUI Kecamatan Margomulyo yang dipimpin langsung oleh Kiai Badrun Sulaiman, didampingi oleh Sekretaris dan Bendahara MUI. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan, dengan fokus utama pada pematangan rencana pelaksanaan MUSDA MUI ke-IV di Kecamatan Margomulyo.

Dalam agenda pembahasan, disampaikan bahwa jadwal pelaksanaan MUSDA yang semula direncanakan pada tanggal 27 Mei 2026 bertepatan dengan 10 Dzulhijah 1447 H (Bertepatan dengan Idul Adha), perlu ditinjau kembali. Selain itu, dibahas pula berbagai aspek teknis, termasuk fasilitasi pelaksanaan kegiatan agar dapat berjalan dengan lancar dan optimal.

Hasil dari koordinasi tersebut menghasilkan kesepakatan bersama antara Camat Margomulyo dan tim MUI untuk memajukan jadwal pelaksanaan MUSDA menjadi tanggal 18 Mei 2026, Jam 09.00 bertempat di pendopo kecamatan margomulyo. Dalam kesempatan tersebut, Camat Margomulyo menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh serta siap memfasilitasi seluruh kebutuhan demi suksesnya pelaksanaan MUSDA MUI ke-IV di wilayah Kecamatan Margomulyo.

Usai pertemuan, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo segera melakukan koordinasi lanjutan dengan tim MUI tingkat kabupaten serta Koordinator Lapangan (Korlab) MUI Bojonegoro Barat guna memastikan kesiapan dan sinkronisasi pelaksanaan kegiatan sesuai dengan hasil kesepakatan.

Koordinasi yang telah terjalin ini diharapkan tidak hanya memastikan kelancaran pelaksanaan MUSDA, tetapi juga mampu menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang bermanfaat bagi penguatan peran MUI di tengah masyarakat. Dengan dimajukannya jadwal pelaksanaan, seluruh pihak terkait diharapkan dapat segera melakukan penyesuaian dan percepatan persiapan, baik dari sisi administratif, teknis, maupun substansi acara.

Lebih lanjut, dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Margomulyo menjadi faktor penting dalam menciptakan pelaksanaan MUSDA yang tertib, lancar, dan berkualitas. Sinergi antara ulama dan umara ini diharapkan dapat terus terjaga, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di wilayah Kecamatan Margomulyo.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara MUI dan pemerintah kecamatan, sekaligus menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung kelancaran agenda organisasi keagamaan di tingkat daerah.

Share:

MUIM TV

Jumlah Pengunjung

Popular Posts

Label