Lestari merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang memiliki perhatian terhadap pemberdayaan perempuan, pembinaan remaja, keluarga, serta pengembangan ekonomi masyarakat. Berdomisili di Dusun Pluntu, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, beliau aktif mengambil bagian dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Lestari dipercaya sebagai Anggota Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga. Amanah tersebut menjadi ruang bagi beliau untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan peran perempuan, membangun kualitas generasi muda, serta memperkuat ketahanan keluarga sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat.
Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga dan masyarakat. Karena itu, pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan keterampilan dan kemandirian, tetapi juga bagaimana perempuan dapat menjadi sumber inspirasi, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai kebaikan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Di lingkungan Nahdlatul Ulama, Lestari juga aktif sebagai Pengurus Fatayat NU Sumberjo. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari kiprah beliau dalam organisasi perempuan muda NU, khususnya dalam kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan, serta pemberdayaan perempuan. Melalui organisasi, beliau turut membangun semangat kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat.
Selain aktif dalam kegiatan organisasi, Lestari memiliki keahlian di bidang bisnis UMKM. Kemampuan tersebut menjadi modal penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. UMKM tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi keluarga, tetapi juga dapat membuka peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, serta menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat lokal.
Semangat pengabdian dan perjuangan beliau tercermin dalam pesan yang disampaikan:
“Bekerja dan berjuang bersinergi untuk kemaslahatan dunia akhirat.”
Pesan tersebut mengandung makna bahwa pekerjaan dan perjuangan hendaknya tidak dilakukan secara sendiri-sendiri. Sinergi menjadi kunci untuk menghadirkan hasil yang lebih besar dan memberikan manfaat yang lebih luas. Ketika kemampuan, tenaga, pikiran, dan pengalaman berbagai pihak dipadukan dalam tujuan yang baik, maka akan lahir kekuatan yang mampu memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar mengejar keberhasilan duniawi, perjuangan juga perlu diarahkan pada tujuan akhirat. Aktivitas ekonomi, organisasi, maupun pengabdian kepada masyarakat dapat menjadi bagian dari ibadah apabila dilakukan dengan niat yang baik, cara yang benar, serta memberikan manfaat bagi sesama.
Prinsip tersebut menjadikan kerja dan pengabdian sebagai dua hal yang saling melengkapi. Bekerja untuk memenuhi kebutuhan kehidupan, berjuang untuk memberikan manfaat, dan bersinergi agar kebaikan dapat dirasakan lebih banyak orang. Dengan demikian, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada lingkungan sekitar.
Melalui amanah di MUI, kiprah di Fatayat NU, serta keterlibatannya dalam pengembangan UMKM, Lestari terus berupaya mengambil bagian dalam pemberdayaan masyarakat. Semangat bekerja, berjuang, dan bersinergi menjadi landasan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri, harmonis, dan penuh kemanfaatan, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat.
Identitas Singkat
- Nama: Lestari
- Alamat: Dusun Pluntu, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo
- Jabatan di MUI: Anggota Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga
- Jabatan Sosial: Pengurus Fatayat NU Sumberjo
- Bidang Keahlian: Bisnis UMKM
- Pesan: “Bekerja dan berjuang bersinergi untuk kemaslahatan dunia akhirat.”







Tidak ada komentar:
Posting Komentar