Selamat Datang Di Website Resmi MUI Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> MUI Margomulyo Gelar Sarasehan untuk Tingkatkan Konsolidasi dan Koordinasi

Maksud hati memeluk gunung tapi apalah daya Gurung knalpotnya patah

(Gurung knalpot yang patah)

Pak Haji Nur, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, merasa bangga dan bersemangat saat mendapat undangan untuk menghadiri acara Gelaran Deklarasi Pemilu Damai dan Bermartabat di Kantor MUI Bojonegoro. Ia ingin menunjukkan komitmen dan dukungannya terhadap penyelenggaraan pemilu yang adil, aman, dan demokratis. Ia juga ingin bertemu dan bersilaturahmi dengan para tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah yang hadir di acara tersebut.

(Ketua Umum MUI bersama Forpimda Bojonegoro)

Ia pun bersiap-siap dengan mengenakan pakaian terbaiknya, yaitu baju koko putih, sarung hitam, dan kopiah hitam. Ia juga membawa tas berisi buku-buku agama dan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan tugasnya sebagai Ketua MUI. Ia lalu mengambil kunci sepeda motornya, yaitu Shogun 110 yang Mashur dengan "Shogun kebo" yg sudah tidak jelas warnanya, yang selalu ia rawat dengan baik selama beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:  "Syafari Dakwah Bersama Gus Huda": Kebersamaan dalam Sedekah Bumi di Makam Mbah Citro, Desa Ngelo Margomulyo Bojonegoro

Ia berangkat dari rumahnya sekitar pukul 07.00 pagi, dengan harapan bisa sampai di Kantor MUI Bojonegoro sebelum acara dimulai pukul 09.00. Ia menempuh jarak sekitar 75 kilometer dengan melewati jalan-jalan desa yang masih sepi dan tenang. Ia menikmati pemandangan alam yang hijau dan segar, serta udara yang bersih dan sejuk. Ia juga sesekali menyapa dan mengucapkan salam kepada warga yang ia temui di sepanjang jalan.

Namun, nasib baiknya tidak berlangsung lama. Ketika ia sudah memasuki kawasan hutan Bojonegoro, ia merasakan ada yang aneh dengan sepeda motornya. Ia mendengar suara berisik yang berasal dari knalpotnya. Ia mencoba mengabaikannya dan melanjutkan perjalanan, tetapi suara itu semakin keras dan mengganggu. Ia pun memutuskan untuk berhenti di pinggir jalan dan memeriksa knalpotnya.

Baca Juga:  "Syafari Dakwah Bersama Gus Huda": Kebersamaan dalam Sedekah Bumi di Makam Mbah Citro, Desa Ngelo Margomulyo Bojonegoro

Betapa kagetnya ia ketika melihat bahwa knalpotnya sudah patah dan terlepas dari sepeda motornya. Ia tidak tahu apa yang menyebabkan hal itu, apakah karena usia knalpot yang sudah tua, atau karena ia menabrak sesuatu tanpa sadar. Yang jelas, ia tidak bisa melanjutkan perjalanan dengan sepeda motornya yang rusak itu.

Ia pun bingung dan panik. Ia mencoba mencari bengkel terdekat, tetapi tidak ada yang buka. Ia juga mencoba menelpon teman-temannya terdekat yang tinggal di sekitar lokasi itu, tetapi tidak ada yang mengangkat. Ia juga tidak bisa naik angkutan umum, karena ia tidak membawa uang yang cukup. Ia hanya membawa uang sebesar Rp. 50.000, yang sudah ia rencanakan untuk BBM dan parkir.

Ia merasa putus asa dan menyesal. Ia merasa gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua MUI. Ia merasa mengecewakan para undangan dan panitia yang sudah menunggunya di Kantor MUI. Ia merasa sia-sia telah bersiap-siap dengan pakaian terbaiknya, membawa tas berisi buku-buku agama dan dokumen-dokumen penting, serta mengendarai sepeda motornya yang ia rawat dengan baik. Ia merasa maksud hatinya memeluk gunung, tapi apalah daya gurung knalpotnya patah.

Ia pun hanya bisa pasrah dan berdoa. Ia meminta maaf kepada Allah atas kegagalannya. Ia juga meminta maaf kepada para undangan dan panitia atas ketidakhadirannya. Ia berharap mereka bisa memahami dan menerima alasan yang sebenarnya. Ia juga berharap sepeda motornya bisa segera diperbaiki dan ia bisa pulang dengan selamat.

Ia lalu duduk di pinggir jalanan hutan, sambil menunggu pertolongan datang. Ia memandang sepeda motornya yang rusak, sambil mengelus-elus knalpotnya yang patah. Ia berbisik, "Maafkan aku, sayang. Aku tidak sengaja menyakitimu. Aku akan mencarikanmu knalpot pengganti yang lebih baik. Aku masih mencintaimu."

Share:

ToT Penguatan Ekonomi, keuangan Syari'ah dan Kemasjidan Untuk Khotib SeKabupaten Tuban dan Bojonegoro

Bojonegoro, 05 Desember 2023, MUIM Media - Sebuah langkah penting dalam memperkuat pemahaman ekonomi dan keuangan syariah di kalangan khotib di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro diwujudkan melalui acara pelatihan "Training of Trainers (ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah." Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Aston Bojonegoro pada hari Senin hingga Selasa, 04-05 Desember 2023.

Baca Juga:  "Syafari Dakwah Bersama Gus Huda": Kebersamaan dalam Sedekah Bumi di Makam Mbah Citro, Desa Ngelo Margomulyo Bojonegoro

Pemrakarsa kegiatan ini adalah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur, yang bekerja sama erat dengan Bank Indonesia (BI). Para peserta mendapatkan ilmu dan wawasan dari pemateri yang merupakan tim dari DMI dan Takmir Masjid Jogokaryan, Yogyakarta.

Baca Juga: Sedekah sebagai penyempurna sholat

Kegiatan ToT ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai prinsip-prinsip ekonomi dan keuangan syariah kepada khotib di kedua kabupaten. Para peserta tidak hanya diajak untuk memahami konsep dasar, tetapi juga diberikan keterampilan dalam menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat melalui khutbah Jumat.

Kiyai Badrun Ketua MUI Kecamatan Margomulyo turut hadir juga sebagai peserta perwakilan dari Masjid Al-Fajar Ngelo, hadir sebagai salah satu peserta yang antusias. Beliau mengungkapkan harapannya bahwa pelatihan ini akan menjadi bekal berharga dalam memberikan pemahaman yang lebih baik kepada jamaah masjid.

Baca Juga: Do'a Bersama di Titik Nol Bendungan Karang Nongko: Awal Baru Pembangunan untuk Kesejahteraan Bersama

“Ekonomi dan keuangan syariah adalah bagian integral dari kehidupan umat Islam. Dengan pemahaman yang baik, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berkeadilan,” ujar Kiyai Badrun dengan penuh semangat.

Baca Juga: Musyawarah Pembentukan MUI Desa Sekecamatan Margomulyo: Sinergi Masyarakat dan Pemimpin Lokal

Kegiatan ToT ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, namun juga forum yang membangun jejaring dan sinergi antara khotib-khotib dari berbagai masjid di dua kabupaten tersebut. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan dampak positif dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.


(Tim MUIM Media)

Share:

Musyawarah Pembentukan MUI Desa Sekecamatan Margomulyo: Sinergi Masyarakat dan Pemimpin Lokal


Margomulyo, 2 November 2023 - Masyarakat Desa Sekecamatan Margomulyo bersatu dalam sebuah musyawarah yang monumental, dalam upaya membentuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) di tingkat desa. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 30 Oktober hingga 2 November 2023 di enam desa yang ada di kecamatan tersebut, yaitu Desa Kalangan, Ngelo, Sumberjo, Margomulyo, Meduri, dan Geneng.


Musyawarah ini menjadi tonggak sejarah bagi warga setempat, sebagai wujud partisipasi aktif dalam merumuskan kebijakan keagamaan di tingkat desa. Ketua MUI Margomulyo, Kiyai Badrun, menjadi tokoh sentral yang memimpin musyawarah ini. Dukungan penuh juga terlihat dari para kepala desa di keenam desa yang termasuk dalam kecamatan ini, menunjukkan komitmen bersama untuk mengukuhkan keberadaan MUI di tingkat desa.

“Musyawarah ini merupakan bentuk kesepakatan bersama untuk memperkuat peran MUI dalam menyuarakan nilai-nilai keagamaan dan moral di masyarakat. Kami yakin dengan terbentuknya MUI Desa, akan semakin meningkatkan kesejahteraan dan keharmonisan di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Kiyai Badrun dengan penuh semangat.



Selain dukungan dari ketua MUI setempat, musyawarah ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, HUDA AFRIANTO, S.Ag. Beliau memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah-langkah konstruktif yang diambil oleh warga masyarakat dalam mendukung pembentukan MUI Desa. “Ini adalah bentuk kesadaran bersama untuk menjaga dan memperkokoh keberagaman serta menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan,” ujar Huda Afrianto.

Proses musyawarah ini tidak hanya melibatkan para tokoh agama, namun juga melibatkan perwakilan dari berbagai lapisan masyarakat. Diskusi dan dialog yang terbuka menghasilkan berbagai ide konstruktif untuk menjadikan MUI Desa sebagai lembaga yang inklusif dan mampu menjawab tantangan zaman.


Dengan penuh semangat dan semakin solidnya dukungan seluruh elemen masyarakat, MUI Desa Sekecamatan Margomulyo siap melangkah menjadi garda terdepan dalam membangun toleransi, kebersamaan, dan memperkokoh akidah keagamaan di tingkat desa. Musyawarah ini tidak hanya menciptakan sebuah lembaga keagamaan, tetapi juga memupuk semangat kebersamaan yang menjadi fondasi kuat bagi kemajuan masyarakat.




Share:

PENTING TUKANG ADANG OPO PENERIMA TAMU ...????

Share:

NGAJI RUTIN ||TAFSIR JALALAIN, SURAT AL-BAQOROH: 105 #PART60

Share:

NGAJI RUTIN ||TAFSIR JALALAIN, SURAT AL-BAQOROH: 104

Share:

Muhassabah Kemerdekaan RI 77 ||MT Mata Air Pluntu|| NGAJI RUTIN VIRTUAL || Rabu, 17 Agu. 2022

Share:

NGAJI RUTIN VIRTUAL || Dahsyatnya Dzikir || Naharul Ijtima' NU Ranting Ngelo,

Share:

NGAJI RUTIN VIRTUAL || TAFSIR JALALAIN, SURAT AL-BAQOROH: 64

Share:

Total KUNJUNGAN

MUIM TV

Viral 30 hari Terahir

Postingan Populer

Arsip

Label