MARGOMULYO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo menggelar Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Komisi-Komisi MUI Kecamatan Margomulyo Periode 2026–2031 pada Senin, 12 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Kecamatan Margomulyo. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur organisasi, menyatukan langkah pengabdian, serta meningkatkan peran MUI dalam membimbing umat dan menjaga harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat.
Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Margomulyo, pengurus harian, para pengurus komisi, Camat Margomulyo Joko Tri Cahyono, S.S.TP., M.M., Kapolsek Margomulyo, Danramil Margomulyo, serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo. Kehadiran unsur pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh agama tersebut mencerminkan pentingnya sinergi dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, rukun, dan harmonis.
Diawali dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat dan penuh keberkahan. Lantunan ayat-ayat suci tersebut menjadi pengingat bahwa setiap amanah dan langkah pengabdian hendaknya senantiasa dilandasi keimanan, keikhlasan, serta tanggung jawab kepada Allah SWT dan masyarakat.
Setelah pembacaan Al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan sambutan panitia penyelenggara yang disampaikan oleh Tri Maryono, S.A.P. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan pengukuhan dan pelantikan dapat terselenggara dengan baik.
Ia mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat, baik dari jajaran MUI, pemerintah kecamatan, aparat keamanan, maupun pihak-pihak lain yang turut membantu kelancaran acara. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini tidak terlepas dari semangat kebersamaan, koordinasi, dan kepedulian bersama terhadap penguatan organisasi keagamaan di Kecamatan Margomulyo.
Usai sambutan panitia, acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan komisi oleh Syaifuddin, S.H. Pembacaan SK tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian acara sebagai dasar penetapan para pengurus yang akan menjalankan amanah organisasi pada masing-masing bidang selama periode 2026–2031.
Delapan Komisi Dikukuhkan untuk Periode 2026–2031
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak delapan komisi MUI Kecamatan Margomulyo dikukuhkan dan dilantik untuk memperkuat pelaksanaan program kerja organisasi selama lima tahun mendatang. Pembentukan komisi-komisi ini menjadi langkah strategis untuk memperjelas pembagian tugas, mengoptimalkan potensi para pengurus, serta memperluas jangkauan pelayanan MUI kepada masyarakat.
Delapan komisi yang dikukuhkan meliputi:
Komisi Fatwa, yang berperan dalam bidang kajian dan pertimbangan keagamaan sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam.
Komisi Pendidikan dan Kaderisasi, yang berfokus pada penguatan pendidikan keagamaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penyiapan kader penerus perjuangan ulama.
Komisi Organisasi dan Kelembagaan, yang mendukung penguatan tata kelola, administrasi, koordinasi, serta pengembangan kelembagaan MUI.
Komisi Hubungan Masyarakat dan Digitalisasi Informasi, yang berperan dalam memperkuat komunikasi publik, penyebarluasan informasi, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana dakwah dan edukasi.
Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Kerukunan Umat Beragama, yang mengemban tugas mempererat persaudaraan, memelihara toleransi, serta menjaga kerukunan di tengah kehidupan masyarakat.
Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, yang diarahkan untuk memperkuat dakwah yang menyejukkan, mencerahkan, dan mendorong peningkatan kualitas kehidupan sosial-keagamaan.
Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Produk Halal, yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat serta peningkatan kesadaran terhadap produk halal.
Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga, yang berperan dalam mendukung ketahanan keluarga, pembinaan generasi muda, dan pemberdayaan perempuan dalam kehidupan sosial maupun keagamaan.
Kehadiran delapan komisi tersebut diharapkan menjadikan MUI Kecamatan Margomulyo semakin terarah dan efektif dalam menjalankan peran keulamaan serta kemasyarakatan. Masing-masing komisi memiliki bidang garapan yang berbeda, tetapi seluruhnya berpijak pada tujuan yang sama, yakni menghadirkan kemaslahatan, memperkuat akhlak masyarakat, dan menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Camat Margomulyo Pimpin Prosesi Pengukuhan
Prosesi pengukuhan dan pelantikan pengurus komisi dipimpin langsung oleh Camat Margomulyo, Joko Tri Cahyono, S.S.TP., M.M. Prosesi berlangsung khidmat, menandai dimulainya amanah baru bagi para pengurus untuk berkontribusi secara aktif dalam menjalankan program dan kegiatan MUI Kecamatan Margomulyo.
Pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial atau penetapan susunan kepengurusan. Lebih dari itu, momentum ini merupakan peneguhan komitmen untuk bekerja, mengabdi, dan memberikan manfaat nyata bagi umat. Para pengurus diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Dengan dikukuhkannya delapan komisi tersebut, MUI Kecamatan Margomulyo diharapkan semakin kuat dalam menjalankan fungsi pembinaan umat, mempererat ukhuwah Islamiyah, memberikan edukasi keagamaan, serta membangun kerja sama dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.
Ketua Umum MUI Margomulyo: Jabatan adalah Amanah Pengabdian
Sesi berikutnya diisi dengan sambutan Ketua Umum MUI Kecamatan Margomulyo, Lamiran, S.Pd.I., S.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang serta terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi kepada Camat Margomulyo atas dukungan fasilitas tempat penyelenggaraan kegiatan serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja dan berkoordinasi demi kelancaran acara. Ia berharap segala bentuk dukungan dan pengabdian tersebut dicatat sebagai amal saleh dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.
Kepada para pengurus komisi yang baru dikukuhkan, Lamiran berpesan agar amanah yang diterima tidak dipandang semata-mata sebagai jabatan organisasi, melainkan sebagai amanah keilmuan, moral, dan tanggung jawab untuk ikut membimbing umat menuju kehidupan yang diridai Allah SWT.
Ia mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam berkhidmah. Pengabdian melalui MUI hendaknya tidak bertujuan mencari kedudukan, mengejar pujian, atau sekadar menambah gelar dalam kehidupan sosial. Sebaliknya, seluruh aktivitas organisasi perlu dilandasi keikhlasan, semangat perjuangan para ulama, dan keinginan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Pesan tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Bayyinah ayat 5 tentang perintah beribadah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ia juga mengingatkan hadis Rasulullah SAW tentang niat, bahwa setiap amal bergantung pada niatnya. Dengan demikian, penyusunan program, pelaksanaan kegiatan, musyawarah, hingga penyelesaian persoalan organisasi hendaknya senantiasa diniatkan sebagai ibadah.
Ketua Umum MUI Kecamatan Margomulyo juga mengingatkan pengurus harian agar memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesungguhan dalam menjalankan program kerja. Menurutnya, program yang baik tidak boleh berhenti sebagai tulisan di atas kertas, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Kepada Dewan Pertimbangan, ia berharap agar nasihat, arahan, pengalaman, dan doa para sesepuh senantiasa menyertai perjalanan organisasi. Sementara itu, kepada jajaran pimpinan MUI Kabupaten Bojonegoro, ia menyampaikan harapan agar pembinaan dan bimbingan terus diberikan demi menjaga langkah MUI Kecamatan Margomulyo tetap berada dalam koridor organisasi.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara MUI, pemerintah kecamatan, KUA, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta seluruh elemen masyarakat. Melalui kerja sama yang baik, MUI diharapkan semakin hadir sebagai rumah besar pengabdian yang menjaga adab, memperkuat persaudaraan, dan menebarkan manfaat bagi masyarakat.
Ketua Umum MUI Bojonegoro Tekankan Kerukunan melalui Falsafah Sapu Lidi
Rangkaian sambutan ditutup dengan pembinaan dan arahan Ketua Umum MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda Masyhur. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan membangun kerja sama dalam menjalankan amanah organisasi.
Untuk menjelaskan makna kebersamaan, beliau mengangkat falsafah sapu lidi sebagai pelajaran sederhana yang memiliki pesan mendalam. Sebatang lidi yang berdiri sendiri tampak kecil, ringan, dan mudah dipatahkan. Fungsinya pun terbatas ketika digunakan untuk membersihkan halaman. Namun, ketika banyak lidi disatukan dan diikat dengan kuat, terbentuklah sapu yang mampu menjalankan tugasnya dengan lebih efektif.
Falsafah tersebut mengajarkan bahwa kekuatan tidak selalu terletak pada kehebatan individu, melainkan pada kemampuan untuk bersatu dan bekerja bersama. Dalam sebuah organisasi, setiap orang memiliki kemampuan, pengalaman, dan karakter yang berbeda. Perbedaan itu bukan alasan untuk saling menjauh atau mempertajam perselisihan, melainkan modal untuk saling melengkapi.
Demikian pula dengan MUI Kecamatan Margomulyo. Delapan komisi yang telah dikukuhkan mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing, tetapi seluruhnya merupakan bagian dari satu kesatuan organisasi. Komisi yang bergerak di bidang fatwa, pendidikan, dakwah, kerukunan, pemberdayaan ekonomi, maupun keluarga tidak dapat berjalan optimal apabila mengabaikan komunikasi dan kerja sama dengan komisi lainnya.
Sebagaimana lidi yang terikat menjadi satu, para pengurus perlu menjaga ikatan persaudaraan, kepercayaan, dan komitmen terhadap tujuan bersama. Ikatan itu dapat diperkuat melalui musyawarah, saling menghormati, keterbukaan dalam berkomunikasi, serta kesediaan menerima nasihat dan memperbaiki kekurangan.
Sapu lidi juga mengajarkan bahwa setiap bagian memiliki arti. Tidak ada satu lidi yang harus merasa paling penting, sebab kekuatan sapu justru lahir dari kebersamaan seluruh bagiannya. Begitu pula dalam organisasi, tidak seharusnya ada pengurus yang merasa paling berjasa atau menganggap tugasnya lebih penting daripada tugas orang lain. Setiap peran mempunyai kontribusi yang saling melengkapi demi tercapainya tujuan organisasi.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan menyatukan berbagai potensi dalam semangat pengabdian. Dengan kerukunan dan kerja sama yang kuat, berbagai tantangan dakwah dan persoalan masyarakat dapat dihadapi dengan lebih bijaksana dan terarah.
Menguatkan Khidmah, Menebar Manfaat bagi Umat
Pengukuhan dan pelantikan delapan komisi MUI Kecamatan Margomulyo periode 2026–2031 menjadi titik awal untuk memperkuat langkah organisasi dalam lima tahun mendatang. Amanah yang diterima para pengurus diharapkan diwujudkan melalui program yang terarah, kerja nyata, dan pelayanan berkelanjutan kepada masyarakat.
Momentum ini sekaligus menjadi ajakan untuk memperbarui niat, memperteguh komitmen, dan menyatukan langkah dalam pengabdian. Dengan dukungan para ulama, pemerintah kecamatan, KUA, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen umat, MUI Kecamatan Margomulyo diharapkan semakin kokoh dalam menjaga kerukunan, membimbing kehidupan keagamaan, dan mendorong terwujudnya kemaslahatan bersama.
Sebagaimana pesan falsafah sapu lidi, kekuatan sejati lahir dari persatuan dan kerja sama. Ketika seluruh pengurus bergerak dalam satu ikatan pengabdian, perbedaan menjadi kekayaan, kebersamaan menjadi kekuatan, dan amanah organisasi menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, dan keistiqamahan kepada seluruh pengurus MUI Kecamatan Margomulyo dalam menjalankan amanah periode 2026–2031. Semoga setiap langkah pengabdian menjadi amal saleh yang membawa keberkahan bagi umat, bangsa, dan masyarakat Kecamatan Margomulyo.

























