MUSDA yang dihadiri jajaran pengurus MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pemerintah kecamatan, serta berbagai elemen organisasi keagamaan tersebut berlangsung dengan tertib, penuh kekeluargaan, dan nuansa musyawarah yang kental. Forum ini tidak hanya menjadi agenda pertanggungjawaban organisasi, namun juga wadah konsolidasi ulama dan umaro dalam memperkokoh pelayanan keagamaan di Kecamatan Margomulyo.
Sidang MUSDA diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban (SPJ) kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo periode 2021–2026. Setelah melalui pembahasan dan tanggapan peserta sidang, laporan tersebut akhirnya dinyatakan diterima oleh seluruh peserta MUSDA. Keputusan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian pengurus selama lima tahun terakhir dalam menjaga harmoni umat, membina kehidupan keagamaan, serta mengawal berbagai program kemasyarakatan dan keumatan di wilayah Margomulyo.
Puncak MUSDA berlangsung saat agenda rapat formatur digelar. Dalam forum yang dipimpin oleh Huda Afrianto, S.Ag. bersama Tri Maryono, S.A.P., suasana musyawarah berjalan dinamis namun penuh kekompakan. Dari hasil pembahasan dan kesepakatan bersama, Lamiran, S.Pd.I., S.H. secara aklamasi kembali dipercaya untuk memimpin MUI Kecamatan Margomulyo sebagai Ketua Umum periode 2026–2031.
Keputusan aklamasi tersebut disambut hangat dan penuh antusias oleh seluruh peserta forum. Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Lamiran dinilai sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinan, dedikasi, serta kontribusinya dalam menjaga eksistensi dan marwah MUI sebagai rumah besar umat Islam di Kecamatan Margomulyo.
Tidak hanya itu, dalam rapat formatur tersebut, posisi Ketua Umum Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Margomulyo juga kembali dipercayakan kepada Imam Suparji. Penetapan tersebut menegaskan pentingnya kesinambungan kepemimpinan dan peran para tokoh senior dalam memberikan arah, nasihat, serta pertimbangan strategis bagi perjalanan organisasi ke depan.
MUSDA MUI Kecamatan Margomulyo tahun 2026 ini menjadi simbol kuatnya soliditas ulama dan umaro dalam merawat ukhuwah Islamiyah, memperkuat moderasi beragama, serta menjawab tantangan zaman dengan semangat kebersamaan dan pengabdian. Dengan kepemimpinan baru yang kembali mendapat legitimasi penuh dari forum musyawarah, diharapkan MUI Margomulyo semakin aktif, progresif, dan hadir sebagai garda terdepan dalam membimbing umat serta menjaga stabilitas sosial-keagamaan di tengah masyarakat.
Seusai penetapan formatur dan kepengurusan inti, forum MUSDA dilanjutkan dengan penyampaian harapan serta arah kebijakan organisasi untuk lima tahun mendatang. Dalam kesempatan tersebut, berbagai masukan strategis mengemuka, mulai dari penguatan dakwah moderat, pemberdayaan ekonomi umat, pembinaan generasi muda Islam, hingga peningkatan sinergitas antara MUI dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan Islam di wilayah Kecamatan Margomulyo.
Ketua MUI Kecamatan Margomulyo terpilih, Lamiran, S.Pd.I., S.H., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah besar yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa kepercayaan tersebut bukanlah kehormatan pribadi semata, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama seluruh jajaran pengurus dan elemen umat Islam di Margomulyo.
“Kepercayaan ini adalah amanah yang sangat berat. Karena itu, saya mengajak seluruh pengurus, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat persatuan umat, dan bersama-sama membangun MUI yang semakin hadir, bermanfaat, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Sidang Formatur, Huda Afrianto, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas jalannya MUSDA yang berlangsung kondusif, demokratis, dan penuh semangat musyawarah. Menurutnya, soliditas yang ditunjukkan seluruh peserta menjadi modal penting bagi keberlangsungan program-program keumatan di masa mendatang.
Hal senada juga disampaikan Tri Maryono, S.A.P., yang menilai bahwa kekompakan para tokoh agama dan unsur pemerintahan dalam MUSDA tersebut mencerminkan kuatnya komitmen bersama untuk menjaga stabilitas sosial dan kehidupan religius masyarakat Margomulyo.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian agenda MUSDA, maka secara resmi estafet kepemimpinan MUI Kecamatan Margomulyo periode 2026–2031 kembali dilanjutkan di bawah kepemimpinan Lamiran, S.Pd.I., S.H. bersama jajaran formatur dan Dewan Pertimbangan yang baru ditetapkan. Harapan besar pun disematkan agar MUI Margomulyo semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam membina umat.
MUSDA tahun 2026 ini sekaligus menjadi penanda bahwa semangat persatuan ulama, umaro, dan masyarakat Margomulyo tetap terjaga kokoh. Dari Pendopo Kecamatan Margomulyo, tekad besar itu kembali diteguhkan: menghadirkan MUI sebagai pelayan umat, penjaga moral bangsa, dan mitra strategis dalam mewujudkan masyarakat yang religius, damai, dan berkemajuan.
“Musyawarah ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi ikhtiar bersama untuk menjaga amanah umat dan memperkuat peran ulama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan bermartabat,” ungkap salah satu peserta MUSDA usai sidang formatur berlangsung.






.png)

.png)

.png)
.png)

.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)

.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)