Selamat Datang Di Website Resmi MUI Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> MUI Margomulyo Gelar Sarasehan untuk Tingkatkan Konsolidasi dan Koordinasi
Tampilkan postingan dengan label Pelantikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelantikan. Tampilkan semua postingan

Kukuhkan Delapan Komisi Periode 2026–2031, MUI Margomulyo Perkuat Khidmah dan Persatuan Umat

kukuhkan-delapan-komisi-periode-2026–2031-mui-margomulyo-perkuat-khidmah-dan-persatuan-umat

MARGOMULYO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo menggelar Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Komisi-Komisi MUI Kecamatan Margomulyo Periode 2026–2031 pada Senin, 12 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Kecamatan Margomulyo. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat struktur organisasi, menyatukan langkah pengabdian, serta meningkatkan peran MUI dalam membimbing umat dan menjaga harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Margomulyo, pengurus harian, para pengurus komisi, Camat Margomulyo Joko Tri Cahyono, S.S.TP., M.M., Kapolsek Margomulyo, Danramil Margomulyo, serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Margomulyo. Kehadiran unsur pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh agama tersebut mencerminkan pentingnya sinergi dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, rukun, dan harmonis.

Diawali dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat dan penuh keberkahan. Lantunan ayat-ayat suci tersebut menjadi pengingat bahwa setiap amanah dan langkah pengabdian hendaknya senantiasa dilandasi keimanan, keikhlasan, serta tanggung jawab kepada Allah SWT dan masyarakat.

Setelah pembacaan Al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan sambutan panitia penyelenggara yang disampaikan oleh Tri Maryono, S.A.P. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan pengukuhan dan pelantikan dapat terselenggara dengan baik.

Ia mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat, baik dari jajaran MUI, pemerintah kecamatan, aparat keamanan, maupun pihak-pihak lain yang turut membantu kelancaran acara. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini tidak terlepas dari semangat kebersamaan, koordinasi, dan kepedulian bersama terhadap penguatan organisasi keagamaan di Kecamatan Margomulyo.

Usai sambutan panitia, acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan komisi oleh Syaifuddin, S.H. Pembacaan SK tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian acara sebagai dasar penetapan para pengurus yang akan menjalankan amanah organisasi pada masing-masing bidang selama periode 2026–2031.

kukuhkan-delapan-komisi-periode-2026–2031-mui-margomulyo-perkuat-khidmah-dan-persatuan-umat

Delapan Komisi Dikukuhkan untuk Periode 2026–2031

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak delapan komisi MUI Kecamatan Margomulyo dikukuhkan dan dilantik untuk memperkuat pelaksanaan program kerja organisasi selama lima tahun mendatang. Pembentukan komisi-komisi ini menjadi langkah strategis untuk memperjelas pembagian tugas, mengoptimalkan potensi para pengurus, serta memperluas jangkauan pelayanan MUI kepada masyarakat.

Delapan komisi yang dikukuhkan meliputi:

  1. Komisi Fatwa, yang berperan dalam bidang kajian dan pertimbangan keagamaan sesuai dengan prinsip-prinsip syariat Islam.

  2. Komisi Pendidikan dan Kaderisasi, yang berfokus pada penguatan pendidikan keagamaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penyiapan kader penerus perjuangan ulama.

  3. Komisi Organisasi dan Kelembagaan, yang mendukung penguatan tata kelola, administrasi, koordinasi, serta pengembangan kelembagaan MUI.

  4. Komisi Hubungan Masyarakat dan Digitalisasi Informasi, yang berperan dalam memperkuat komunikasi publik, penyebarluasan informasi, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana dakwah dan edukasi.

  5. Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Kerukunan Umat Beragama, yang mengemban tugas mempererat persaudaraan, memelihara toleransi, serta menjaga kerukunan di tengah kehidupan masyarakat.

  6. Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, yang diarahkan untuk memperkuat dakwah yang menyejukkan, mencerahkan, dan mendorong peningkatan kualitas kehidupan sosial-keagamaan.

  7. Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Produk Halal, yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat serta peningkatan kesadaran terhadap produk halal.

  8. Komisi Pemberdayaan Perempuan, Remaja, dan Keluarga, yang berperan dalam mendukung ketahanan keluarga, pembinaan generasi muda, dan pemberdayaan perempuan dalam kehidupan sosial maupun keagamaan.

Kehadiran delapan komisi tersebut diharapkan menjadikan MUI Kecamatan Margomulyo semakin terarah dan efektif dalam menjalankan peran keulamaan serta kemasyarakatan. Masing-masing komisi memiliki bidang garapan yang berbeda, tetapi seluruhnya berpijak pada tujuan yang sama, yakni menghadirkan kemaslahatan, memperkuat akhlak masyarakat, dan menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Camat Margomulyo Pimpin Prosesi Pengukuhan

Prosesi pengukuhan dan pelantikan pengurus komisi dipimpin langsung oleh Camat Margomulyo, Joko Tri Cahyono, S.S.TP., M.M. Prosesi berlangsung khidmat, menandai dimulainya amanah baru bagi para pengurus untuk berkontribusi secara aktif dalam menjalankan program dan kegiatan MUI Kecamatan Margomulyo.

Pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial atau penetapan susunan kepengurusan. Lebih dari itu, momentum ini merupakan peneguhan komitmen untuk bekerja, mengabdi, dan memberikan manfaat nyata bagi umat. Para pengurus diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Dengan dikukuhkannya delapan komisi tersebut, MUI Kecamatan Margomulyo diharapkan semakin kuat dalam menjalankan fungsi pembinaan umat, mempererat ukhuwah Islamiyah, memberikan edukasi keagamaan, serta membangun kerja sama dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

kukuhkan-delapan-komisi-periode-2026–2031-mui-margomulyo-perkuat-khidmah-dan-persatuan-umat

Ketua Umum MUI Margomulyo: Jabatan adalah Amanah Pengabdian

Sesi berikutnya diisi dengan sambutan Ketua Umum MUI Kecamatan Margomulyo, Lamiran, S.Pd.I., S.H. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang serta terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi kepada Camat Margomulyo atas dukungan fasilitas tempat penyelenggaraan kegiatan serta kepada seluruh panitia yang telah bekerja dan berkoordinasi demi kelancaran acara. Ia berharap segala bentuk dukungan dan pengabdian tersebut dicatat sebagai amal saleh dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT.

Kepada para pengurus komisi yang baru dikukuhkan, Lamiran berpesan agar amanah yang diterima tidak dipandang semata-mata sebagai jabatan organisasi, melainkan sebagai amanah keilmuan, moral, dan tanggung jawab untuk ikut membimbing umat menuju kehidupan yang diridai Allah SWT.

Ia mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam berkhidmah. Pengabdian melalui MUI hendaknya tidak bertujuan mencari kedudukan, mengejar pujian, atau sekadar menambah gelar dalam kehidupan sosial. Sebaliknya, seluruh aktivitas organisasi perlu dilandasi keikhlasan, semangat perjuangan para ulama, dan keinginan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Pesan tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Bayyinah ayat 5 tentang perintah beribadah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ia juga mengingatkan hadis Rasulullah SAW tentang niat, bahwa setiap amal bergantung pada niatnya. Dengan demikian, penyusunan program, pelaksanaan kegiatan, musyawarah, hingga penyelesaian persoalan organisasi hendaknya senantiasa diniatkan sebagai ibadah.

Ketua Umum MUI Kecamatan Margomulyo juga mengingatkan pengurus harian agar memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesungguhan dalam menjalankan program kerja. Menurutnya, program yang baik tidak boleh berhenti sebagai tulisan di atas kertas, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Kepada Dewan Pertimbangan, ia berharap agar nasihat, arahan, pengalaman, dan doa para sesepuh senantiasa menyertai perjalanan organisasi. Sementara itu, kepada jajaran pimpinan MUI Kabupaten Bojonegoro, ia menyampaikan harapan agar pembinaan dan bimbingan terus diberikan demi menjaga langkah MUI Kecamatan Margomulyo tetap berada dalam koridor organisasi.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara MUI, pemerintah kecamatan, KUA, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta seluruh elemen masyarakat. Melalui kerja sama yang baik, MUI diharapkan semakin hadir sebagai rumah besar pengabdian yang menjaga adab, memperkuat persaudaraan, dan menebarkan manfaat bagi masyarakat.

kukuhkan-delapan-komisi-periode-2026–2031-mui-margomulyo-perkuat-khidmah-dan-persatuan-umat

Ketua Umum MUI Bojonegoro Tekankan Kerukunan melalui Falsafah Sapu Lidi

Rangkaian sambutan ditutup dengan pembinaan dan arahan Ketua Umum MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda Masyhur. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan membangun kerja sama dalam menjalankan amanah organisasi.

Untuk menjelaskan makna kebersamaan, beliau mengangkat falsafah sapu lidi sebagai pelajaran sederhana yang memiliki pesan mendalam. Sebatang lidi yang berdiri sendiri tampak kecil, ringan, dan mudah dipatahkan. Fungsinya pun terbatas ketika digunakan untuk membersihkan halaman. Namun, ketika banyak lidi disatukan dan diikat dengan kuat, terbentuklah sapu yang mampu menjalankan tugasnya dengan lebih efektif.

Falsafah tersebut mengajarkan bahwa kekuatan tidak selalu terletak pada kehebatan individu, melainkan pada kemampuan untuk bersatu dan bekerja bersama. Dalam sebuah organisasi, setiap orang memiliki kemampuan, pengalaman, dan karakter yang berbeda. Perbedaan itu bukan alasan untuk saling menjauh atau mempertajam perselisihan, melainkan modal untuk saling melengkapi.

Demikian pula dengan MUI Kecamatan Margomulyo. Delapan komisi yang telah dikukuhkan mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing, tetapi seluruhnya merupakan bagian dari satu kesatuan organisasi. Komisi yang bergerak di bidang fatwa, pendidikan, dakwah, kerukunan, pemberdayaan ekonomi, maupun keluarga tidak dapat berjalan optimal apabila mengabaikan komunikasi dan kerja sama dengan komisi lainnya.

Sebagaimana lidi yang terikat menjadi satu, para pengurus perlu menjaga ikatan persaudaraan, kepercayaan, dan komitmen terhadap tujuan bersama. Ikatan itu dapat diperkuat melalui musyawarah, saling menghormati, keterbukaan dalam berkomunikasi, serta kesediaan menerima nasihat dan memperbaiki kekurangan.

Sapu lidi juga mengajarkan bahwa setiap bagian memiliki arti. Tidak ada satu lidi yang harus merasa paling penting, sebab kekuatan sapu justru lahir dari kebersamaan seluruh bagiannya. Begitu pula dalam organisasi, tidak seharusnya ada pengurus yang merasa paling berjasa atau menganggap tugasnya lebih penting daripada tugas orang lain. Setiap peran mempunyai kontribusi yang saling melengkapi demi tercapainya tujuan organisasi.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa persatuan bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan menyatukan berbagai potensi dalam semangat pengabdian. Dengan kerukunan dan kerja sama yang kuat, berbagai tantangan dakwah dan persoalan masyarakat dapat dihadapi dengan lebih bijaksana dan terarah.

Menguatkan Khidmah, Menebar Manfaat bagi Umat

Pengukuhan dan pelantikan delapan komisi MUI Kecamatan Margomulyo periode 2026–2031 menjadi titik awal untuk memperkuat langkah organisasi dalam lima tahun mendatang. Amanah yang diterima para pengurus diharapkan diwujudkan melalui program yang terarah, kerja nyata, dan pelayanan berkelanjutan kepada masyarakat.

Momentum ini sekaligus menjadi ajakan untuk memperbarui niat, memperteguh komitmen, dan menyatukan langkah dalam pengabdian. Dengan dukungan para ulama, pemerintah kecamatan, KUA, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen umat, MUI Kecamatan Margomulyo diharapkan semakin kokoh dalam menjaga kerukunan, membimbing kehidupan keagamaan, dan mendorong terwujudnya kemaslahatan bersama.

Sebagaimana pesan falsafah sapu lidi, kekuatan sejati lahir dari persatuan dan kerja sama. Ketika seluruh pengurus bergerak dalam satu ikatan pengabdian, perbedaan menjadi kekayaan, kebersamaan menjadi kekuatan, dan amanah organisasi menjadi jalan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, dan keistiqamahan kepada seluruh pengurus MUI Kecamatan Margomulyo dalam menjalankan amanah periode 2026–2031. Semoga setiap langkah pengabdian menjadi amal saleh yang membawa keberkahan bagi umat, bangsa, dan masyarakat Kecamatan Margomulyo.

Share:

Gladi Bersih Pengukuhan Pengurus Komisi MUI Margomulyo 2026, Mantapkan Persiapan Jelang Pelantikan Senin Mendatang

gladi-bersih-pengukuhan-pengurus-komisi-mui-margomulyo-2026-mantapkan-persiapan-jelang-pelantikan-senin-mendatang
Gladi bersih pengukuhan komisi-komisi MUI Kecamatan Margomulyo

MARGOMULYO – Jumat, 9 Oktober 2026. Dalam rangka memantapkan persiapan pelaksanaan pengukuhan Pengurus Komisi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo, jajaran pengurus menggelar kegiatan gladi bersih pada Jumat, 9 Oktober 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Kecamatan Margomulyo.

Share:

MUI Margomulyo Koordinasi dengan Camat, Matangkan Persiapan Pengukuhan Komisi-Komisi

mui-margomulyo-koordinasi-camat-persiapan-pengukuhan-komisi
MUI Margomulyo koordinasi dengan Camat Joko Tri Cahyono terkait persiapan pengukuhan Komisi-Komisi MUI pada 12 Oktober 2026.

Margomulyo, 29 September 2026 — Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan pengukuhan Pengurus Komisi-Komisi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo, jajaran MUI Kecamatan Margomulyo melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Margomulyo, Selasa (29/9/2026).

Koordinasi tersebut berlangsung di Ruang Camat Margomulyo pada pukul 10.30–11.15 WIB. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, Kiyai Badrun, bersama Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, Huda Afrianto, S.Ag. Keduanya diterima langsung oleh Camat Margomulyo, Joko Tri Cahyono, SSTP.

MUI Laporkan Persiapan Pengukuhan

Dalam pertemuan tersebut, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo menyampaikan laporan sekaligus koordinasi mengenai rencana pelaksanaan pengukuhan Pengurus Komisi-Komisi MUI Kecamatan Margomulyo.

Disampaikan bahwa kegiatan pengukuhan dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin, 12 Oktober 2026. Sebagai bagian dari persiapan, panitia terlebih dahulu akan menggelar rapat pada Jumat, 2 Oktober 2026. Rapat tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mematangkan berbagai kebutuhan teknis maupun administratif menjelang pelaksanaan pengukuhan.

Selain itu, panitia juga telah menjadwalkan geladi bersih peserta pengukuhan pada Kamis, 8 Oktober 2026. Geladi bersih ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian acara dapat berjalan tertib, khidmat, dan sesuai dengan susunan acara yang telah dipersiapkan.

Camat Siap Mendukung Penuh

Menanggapi laporan dan rencana tersebut, Camat Margomulyo Joko Tri Cahyono, SSTP. menyampaikan apresiasi terhadap berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh MUI Kecamatan Margomulyo.

Pemerintah Kecamatan Margomulyo, menurut Camat, siap memberikan dukungan penuh demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan pengukuhan Pengurus Komisi-Komisi MUI Kecamatan Margomulyo.

Tidak hanya dukungan secara moral dan kelembagaan, Camat Margomulyo juga menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pelaksanaan pengukuhan di Pendopo Kecamatan Margomulyo, termasuk menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan tersebut.

Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara MUI Kecamatan Margomulyo dengan Pemerintah Kecamatan. Kolaborasi antara lembaga keagamaan dan pemerintah di tingkat kecamatan diharapkan dapat terus diperkuat dalam rangka mendukung pembinaan kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan di wilayah Margomulyo.

Memperkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah

Koordinasi ini sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi dan sinergi antara MUI Kecamatan Margomulyo, KUA Kecamatan Margomulyo, dan Pemerintah Kecamatan Margomulyo dalam menjalankan peran masing-masing di tengah masyarakat.

Dengan adanya dukungan dan fasilitasi dari Pemerintah Kecamatan Margomulyo, seluruh rangkaian persiapan pengukuhan diharapkan dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya, panitia akan melakukan pematangan persiapan melalui rapat pada 2 Oktober, dilanjutkan geladi bersih pada 8 Oktober, hingga pelaksanaan pengukuhan pada 12 Oktober 2026.

Semangat kebersamaan dan koordinasi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi kepengurusan Komisi-Komisi MUI Kecamatan Margomulyo dalam menjalankan amanah, memperkuat pelayanan keumatan, serta berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat Margomulyo yang religius, harmonis, dan berkemajuan.

Share:

PENGURUS MUI KECAMATAN MARGOMULYO 2021-2026

pengurus-mui-kecamatan-margomulyo-2021-2026

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, merupakan wadah pengabdian para ulama, zu'ama', dan cendekiawan muslim yang berkomitmen membimbing dan melayani umat. Kepengurusan masa khidmat 2021–2026 ini terbentuk melalui musyawarah dan dikukuhkan oleh Ketua Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda, pada 1 Desember 2021.

Share:

Pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan Se-Kabupaten Bojonegoro, Perkuat Peran Ulama dalam Membina Umat

pengukuhan-pengurus-mui-kecamatan-se-kabupaten-bojonegoro-perkuat-peran-ulama-dalam-membina-mat

Bojonegoro, 5 September 2026 — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro melaksanakan kegiatan Pengambilan Sumpah dan Pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro pada Sabtu (5/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai tersebut bertempat di Ruang Angling Dharma, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Acara pengukuhan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bojonegoro, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Kapolres Bojonegoro, Dandim Bojonegoro, para Camat se-Kabupaten Bojonegoro, Kepala KUA se-Kabupaten Bojonegoro, serta para peserta pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro.

pengukuhan-pengurus-mui-kecamatan-se-kabupaten-bojonegoro-perkuat-peran-ulama-dalam-membina-mat

Momentum pengukuhan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konsolidasi kelembagaan MUI di tingkat kecamatan. Sebanyak 28 Pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro mengikuti prosesi pengambilan sumpah dan pengukuhan sebagai bentuk komitmen untuk menjalankan amanah organisasi sekaligus berkontribusi dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.

Prosesi pengambilan sumpah dan pengukuhan/pelantikan dipimpin langsung oleh KH. Alamul Huda Masyhur, selaku Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro. Dengan penuh khidmat, para pengurus mengikuti rangkaian prosesi sebagai ikrar kesanggupan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi dengan penuh amanah, keikhlasan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.

Pengukuhan 28 pengurus MUI Kecamatan ini diharapkan semakin memperkokoh sinergi antara ulama, umara, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun kehidupan umat yang religius, harmonis, dan berkemajuan. Keberadaan MUI di tingkat kecamatan memiliki posisi strategis sebagai wadah para ulama dan tokoh agama dalam memberikan bimbingan keagamaan, menjaga kemaslahatan umat, serta turut memberikan kontribusi pemikiran dalam menghadapi berbagai persoalan sosial keagamaan di tengah masyarakat.

pengukuhan-pengurus-mui-kecamatan-se-kabupaten-bojonegoro-perkuat-peran-ulama-dalam-membina-mat

Selain menjadi momentum penguatan struktur organisasi, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi awal bagi para pengurus MUI Kecamatan untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada umat. Dengan semangat khidmah, ukhuwah, dan kemaslahatan, MUI Kecamatan se-Kabupaten Bojonegoro diharapkan mampu hadir secara aktif di tengah masyarakat sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, religius, dan berkeadaban.

Pengukuhan tersebut sekaligus meneguhkan komitmen MUI Kabupaten Bojonegoro untuk terus memperkuat peran ulama dalam membimbing umat serta membangun sinergi kelembagaan hingga tingkat kecamatan demi terwujudnya kemaslahatan bersama di Kabupaten Bojonegoro.

pengukuhan-pengurus-mui-kecamatan-se-kabupaten-bojonegoro-perkuat-peran-ulama-dalam-membina-mat

Salah satu peserta yang hadir dalam kegiatan pengukuhan tersebut adalah Pengurus Harian MUI Kecamatan Margomulyo. Sebanyak 12 orang Pengurus Harian MUI Kecamatan Margomulyo mengikuti secara langsung prosesi pengambilan sumpah dan pengukuhan bersama pengurus MUI Kecamatan lainnya dari seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Kehadiran jajaran Pengurus Harian MUI Kecamatan Margomulyo dalam momentum tersebut menjadi wujud kesungguhan dalam menerima amanah organisasi serta memperkuat komitmen untuk menjalankan tugas MUI di tengah masyarakat. Dengan dikukuhkannya kepengurusan tersebut, diharapkan jajaran MUI Kecamatan Margomulyo semakin solid dalam melaksanakan program pembinaan umat, dakwah, pendidikan keagamaan, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

Share:

Serba serbi di pengukuhan MUI Zona I

 

Kebersamaan yang Menjadi Awal Perjuangan MUI Zona Satu Margomulyo

Alhamdulillah, sebuah momentum penuh kebahagiaan dan rasa syukur akhirnya terwujud. Dalam acara Pengukuhan Pengurus MUI Zona Satu, hampir seluruh jajaran pengurus dapat hadir dan berkumpul bersama. Mulai dari Dewan Penasihat, Dewan Pengurus Harian, hingga jajaran komisi, semuanya hadir dalam satu suasana kebersamaan.

Bagi seorang ketua, tentu bukan sekadar melihat lengkapnya susunan kepengurusan yang membuat hati bahagia. Lebih dari itu, berkumpulnya seluruh jajaran pengurus menjadi tanda bahwa sebuah langkah baru telah dimulai. Ada amanah yang harus dijalankan, ada perjuangan yang harus ditunaikan, dan ada harapan besar agar keberadaan MUI benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, atas nama pribadi dan seluruh jajaran pengurus, terucap rasa terima kasih yang tulus kepada segenap dulur-dulur Margomulyo yang telah memberikan dukungan sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik.

“Sebagai ketua, saya hanya bisa matur suwun,” ungkapnya dengan penuh ketulusan. Sebuah ungkapan sederhana, tetapi menyimpan rasa terima kasih yang begitu dalam kepada semua pihak yang telah ikut mengambil bagian dalam terselenggaranya acara tersebut.

Ucapan terima kasih juga secara khusus disampaikan kepada Ibu Camat Margomulyo yang telah memberikan dukungan dan support dalam pelaksanaan kegiatan. Dukungan tersebut menjadi energi tersendiri bagi jajaran pengurus untuk terus melangkah dan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.

Kini, setelah pengukuhan berlangsung, perjalanan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Kebersamaan yang terbangun bukan hanya untuk hari ini, tetapi diharapkan menjadi modal penting dalam menjalankan berbagai program dan pengabdian ke depan.

Harapannya sederhana, namun penuh makna: semoga kebersamaan ini menjadi awal dari sebuah perjuangan panjang yang membawa maslahat bagi seluruh umat, khususnya masyarakat Margomulyo.

Sebab ketika para ulama, pengurus, pemerintah, dan masyarakat dapat berjalan beriringan, insyaallah akan lahir kekuatan besar untuk membangun kehidupan umat yang lebih baik.

Dari Margomulyo, sebuah langkah kecil telah dimulai. Dari kebersamaan, sebuah perjuangan sedang ditanam. Dan dari niat untuk mengabdi, semoga tumbuh kebermanfaatan yang dapat dirasakan oleh banyak orang.

“Semoga Allah memberikan kelancaran, kekuatan, dan keberkahan dalam setiap langkah perjuangan ini. Amin.”

Dari Pengukuhan Menuju Pengabdian: Menjaga Amanah untuk Umat Margomulyo

Pengukuhan pengurus bukanlah garis akhir dari sebuah perjalanan. Justru, di sanalah lembaran baru mulai dibuka.

Setelah seluruh jajaran pengurus dikukuhkan, suasana kebersamaan terasa begitu kuat. Wajah-wajah yang hadir seolah membawa pesan yang sama: bahwa amanah ini bukan milik satu atau dua orang, melainkan tanggung jawab bersama.

Ada yang dipercaya menjadi penasihat, ada yang mengemban tugas dalam kepengurusan harian, dan ada pula yang mendapat amanah di berbagai komisi. Masing-masing memiliki peran berbeda, tetapi semuanya bermuara pada satu tujuan: bagaimana MUI dapat hadir dan memberikan manfaat nyata bagi umat.

Bagi jajaran pengurus, perjalanan ke depan tentu tidak selalu mudah. Akan ada tantangan, perbedaan pandangan, dinamika masyarakat, serta berbagai persoalan umat yang membutuhkan perhatian dan kebijaksanaan.

Namun, semua itu diyakini dapat dihadapi apabila semangat kebersamaan tetap dijaga.

Karena pada akhirnya, kekuatan sebuah organisasi bukan hanya terletak pada nama besar atau susunan kepengurusannya. Kekuatan sejati lahir dari kekompakan, keikhlasan, komunikasi, dan kesediaan untuk saling menguatkan.

Semangat itulah yang ingin dibangun di MUI Zona Satu Margomulyo.

Dukungan masyarakat Margomulyo menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Sambutan, doa, tenaga, pikiran, bahkan hal-hal kecil yang mungkin tidak terlihat, semuanya memiliki arti. Dari situlah sebuah kegiatan dapat terlaksana, dan dari situlah pula rasa memiliki terhadap organisasi dan perjuangan umat tumbuh bersama.

Begitu pula dukungan dari pemerintah kecamatan. Kehadiran dan support dari Ibu Camat Margomulyo menjadi bentuk sinergi yang diharapkan terus terjalin dalam berbagai kegiatan ke depan.

Sebab membangun kemaslahatan umat tidak mungkin dilakukan sendirian.

Diperlukan ulama yang membimbing, pemerintah yang mendukung, tokoh masyarakat yang menggerakkan, serta masyarakat yang bersama-sama menjaga dan menghidupkan nilai-nilai kebaikan.

Maka, pengukuhan hari itu menjadi sebuah titik temu. Bukan hanya mempertemukan para pengurus, tetapi juga mempertemukan niat, harapan, dan tekad untuk berjalan bersama.

Di balik acara yang mungkin berlangsung dalam waktu singkat, tersimpan harapan yang panjang.

Harapan agar MUI Zona Satu Margomulyo mampu menjadi rumah bersama untuk merawat ukhuwah, memperkuat silaturahmi, memberikan pencerahan kepada masyarakat, dan ikut mencari jalan keluar atas berbagai persoalan umat.

Semoga setiap langkah yang dimulai dengan niat baik senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT.

Semoga setiap rapat menjadi ruang untuk menemukan solusi, setiap kegiatan menjadi ladang pengabdian, setiap perbedaan menjadi jalan untuk saling memahami, dan setiap keputusan benar-benar berpihak pada kemaslahatan umat.

Dan yang paling penting, semoga semangat yang tumbuh pada hari pengukuhan itu tidak berhenti ketika acara selesai.

Sebab setelah tepuk tangan mereda, setelah para tamu meninggalkan tempat acara, dan setelah suasana kembali seperti sediakala, amanah tetap menunggu untuk ditunaikan.

Dari sinilah perjuangan itu dimulai.

Bersama-sama melangkah, bersama-sama mengabdi, dan bersama-sama menjaga harapan agar MUI Zona Satu Margomulyo benar-benar menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Semoga kebersamaan ini menjadi awal perjuangan yang panjang, penuh keberkahan, dan membawa maslahat bagi seluruh umat, khususnya masyarakat Margomulyo. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Share:

Gus Huda Kukuhkan Dewan Pimpinan MUI Zona I Bojonegoro Masa Khidmat 2021-2026

Tambakrejo, – Rabu (01/12/2021). Ketua Dewan MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda, yang akrab disapa Gus Huda, mengukuhkan Dewan Pimpinan MUI Zona I untuk masa khidmat 2021-2026. Pengukuhan ini meliputi empat kecamatan: Margomulyo, Ngraho, Tambakrejo, dan Ngambon, dan berlangsung di pendopo Kecamatan Tambakrejo pada Rabu (01/12/2021).

Dalam sambutannya, Gus Huda menyatakan bahwa MUI adalah rumah bersama bagi semua umat Islam dan menekankan pentingnya menjaga kebersamaan demi kemaslahatan umat dan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“MUI adalah rumah bersama bagi semua umat Islam, oleh karenanya mari kita jaga bersama-sama demi untuk kemaslahatan umat dan keberlangsungan NKRI,” ujar Gus Huda.

Gus Huda juga berharap misi MUI di tingkat kecamatan, khususnya di Zona I, dapat lebih berkembang, terutama dalam mengeratkan komunikasi internal. Dia menekankan bahwa MUI terdiri dari intelektual-intelektual Islam yang mahir dalam berbagai disiplin ilmu, yang diharapkan dapat memberikan pemikiran-pemikiran berharga untuk keberlangsungan MUI ke depan dalam berkhidmat untuk umat.

“Saya berharap MUI semakin mengeratkan informasi internal karena isi dari MUI ini adalah intelektual-intelektual Islam yang tidak hanya mahir dalam bidang keislaman saja, namun juga mahir dari berbagai bidang disiplin ilmu. Tentu masyarakat mengharapkan pemikiran-pemikiran mereka untuk keberlangsungan MUI ke depan dalam berkhidmat untuk umat,” tambahnya.

Selain itu, Gus Huda juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap potensi radikalisme di Zona I, yang merupakan kawasan paling ujung barat Bojonegoro dan rawan menjadi pintu masuknya aliran-aliran yang berpotensi memaparkan radikalisme.

“Ada juga sebagian tugas yang sangat penting untuk MUI yakni untuk selalu mewaspadai munculnya bibit-bibit radikalis, karena Zona I ini sebagai kawasan paling ujung barat Bojonegoro yang sangat rawan menjadi pintu masuknya aliran-aliran yang berpotensi memaparkan radikalisme,” jelas Gus Huda.

Gus Huda meminta MUI untuk berperan aktif dalam mencegah tindakan yang berpotensi menjadi aksi radikal. Menurutnya, konflik biasanya dimulai dari perbedaan paham, baik yang bersifat keagamaan maupun aliran-aliran tertentu, sehingga MUI harus mengambil peran dalam pencegahan tersebut.

“Konflik biasanya selalu diawali dengan perbedaan paham, baik paham yang bersifat keagamaan maupun paham aliran-aliran tertentu. Untuk itu, MUI harus mengambil peran untuk mencegah aksi radikal,” ujarnya.

Gus Huda juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah radikalisme. Ia menutup sambutannya dengan mengingatkan bahwa peran orang tua dan keluarga sangat krusial dalam mempertahankan nilai-nilai yang baik.

“Dan yang paling penting adalah peran orang tua dan keluarga, karena tidak ada gunanya kita menegakkan hukum secara tegak lurus namun di keluarga sendiri tidak ada pertahanan,” tutupnya.

Acara pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Zona I ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus MUI dari empat kecamatan, para camat, serta semua jajaran FORKOMPIMCAM.

Acara pengukuhan tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Para hadirin yang terdiri dari jajaran pengurus MUI, camat, dan FORKOMPIMCAM dari empat kecamatan: Margomulyo, Ngraho, Tambakrejo, dan Ngambon, menunjukkan antusiasme dalam mengikuti rangkaian acara. 

Setelah sambutan dari Gus Huda, acara dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Zona I yang baru. Pengukuhan ini menandai awal masa khidmat 2021-2026, di mana para pengurus yang baru diharapkan dapat membawa semangat baru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka.

Prosesi pengukuhan berlangsung lancar, diiringi doa bersama yang dipimpin oleh seorang ulama setempat. Doa tersebut memohon keberkahan dan bimbingan dari Allah SWT agar para pengurus MUI yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Setelah prosesi pengukuhan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan konsolidasi. Dalam sesi ini, para pengurus MUI dari empat kecamatan berbagi pandangan dan rencana kerja ke depan. Mereka juga membahas berbagai strategi untuk mengoptimalkan peran MUI dalam menyikapi permasalahan umat dan meningkatkan koordinasi antara MUI dengan pemerintah daerah serta instansi terkait.

Para camat dari empat kecamatan juga menyampaikan dukungan penuh mereka terhadap program-program MUI. Mereka menegaskan komitmen untuk bekerja sama dengan MUI dalam menjaga kerukunan umat beragama, memerangi radikalisme, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Camat Tambakrejo, dalam sambutannya, mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh MUI dalam meningkatkan kerjasama dan koordinasi. Ia berharap agar sinergi yang baik antara MUI dan pemerintah kecamatan dapat terus terjaga dan semakin ditingkatkan di masa mendatang.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif MUI dalam mengadakan acara ini. Sinergi antara MUI dan pemerintah kecamatan sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada. Kami berharap kerjasama ini dapat terus terjaga dan semakin ditingkatkan di masa mendatang,” ujar Camat Tambakrejo.

Acara sarasehan dan pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Zona I ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Para peserta saling berbincang dan menjalin keakraban, memperkuat ikatan kerjasama dan kebersamaan.

Dengan adanya pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Zona I yang baru ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang lebih baik antara MUI dan pemerintah serta masyarakat, sehingga berbagai permasalahan umat dapat diatasi dengan lebih efektif dan efisien. MUI Zona I berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat moderasi beragama, serta mencegah radikalisme demi kemaslahatan umat dan keberlangsungan NKRI.

Share:

Serba serbi di pengukuhan MUI Zona I

 muimargomulyo.or.id-Tambakrejo, Rabu (01/12/2021).

Alhamdulillah dalam moment Pengukuhan Pengurus MUI Zona Satu hampi  bisa Hadir semua, mulai dari jajaran Dewan penasehat, Dewan pengurus harian sampai jajaran para komisi.

sebagai Ketua saya hanya bisa matur suwun kepada segenap dolor dolor margomulyo yang telah mendukung terlaksananya acara ini, tak lupa untuk  Bu Camat Margomulyo yang mensuport kami dalam melaksanakan kegiatan ini, kami ucapkan banyak terima kasih.

semoga kebersamaan ini menjadi  awal perjuangan yang membawa maslahat bagi semua umat wabil khusus Umat di margomulyo, amiin.

Ttd. 

Ketua MUI Margomulyo






#dbc

Share:

Gus Huda Kukuhkan Dewan Pimpinan MUI Zona I Bojonegoro Masa Khidmat 2021-2026


muimargomulyo.or.id - Tambakrejo, – Ketua Dewan MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda, yang akrab disapa Gus Huda, mengukuhkan Dewan Pimpinan MUI Zona I untuk masa khidmat 2021-2026. Pengukuhan ini meliputi empat kecamatan: Margomulyo, Ngraho, Tambakrejo, dan Ngambon, dan berlangsung di pendopo Kecamatan Tambakrejo pada Rabu (01/12/2021).


Dalam sambutannya, Gus Huda menyatakan bahwa MUI adalah rumah bersama bagi semua umat Islam dan menekankan pentingnya menjaga kebersamaan demi kemaslahatan umat dan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


“MUI adalah rumah bersama bagi semua umat Islam, oleh karenanya mari kita jaga bersama-sama demi untuk kemaslahatan umat dan keberlangsungan NKRI,” ujar Gus Huda.


Gus Huda juga berharap misi MUI di tingkat kecamatan, khususnya di Zona I, dapat lebih berkembang, terutama dalam mengeratkan komunikasi internal. Dia menekankan bahwa MUI terdiri dari intelektual-intelektual Islam yang mahir dalam berbagai disiplin ilmu, yang diharapkan dapat memberikan pemikiran-pemikiran berharga untuk keberlangsungan MUI ke depan dalam berkhidmat untuk umat.


“Saya berharap MUI semakin mengeratkan informasi internal karena isi dari MUI ini adalah intelektual-intelektual Islam yang tidak hanya mahir dalam bidang keislaman saja, namun juga mahir dari berbagai bidang disiplin ilmu. Tentu masyarakat mengharapkan pemikiran-pemikiran mereka untuk keberlangsungan MUI ke depan dalam berkhidmat untuk umat,” tambahnya.


Selain itu, Gus Huda juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap potensi radikalisme di Zona I, yang merupakan kawasan paling ujung barat Bojonegoro dan rawan menjadi pintu masuknya aliran-aliran yang berpotensi memaparkan radikalisme.


“Ada juga sebagian tugas yang sangat penting untuk MUI yakni untuk selalu mewaspadai munculnya bibit-bibit radikalis, karena Zona I ini sebagai kawasan paling ujung barat Bojonegoro yang sangat rawan menjadi pintu masuknya aliran-aliran yang berpotensi memaparkan radikalisme,” jelas Gus Huda.


Gus Huda meminta MUI untuk berperan aktif dalam mencegah tindakan yang berpotensi menjadi aksi radikal. Menurutnya, konflik biasanya dimulai dari perbedaan paham, baik yang bersifat keagamaan maupun aliran-aliran tertentu, sehingga MUI harus mengambil peran dalam pencegahan tersebut.


“Konflik biasanya selalu diawali dengan perbedaan paham, baik paham yang bersifat keagamaan maupun paham aliran-aliran tertentu. Untuk itu, MUI harus mengambil peran untuk mencegah aksi radikal,” ujarnya.


Gus Huda juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah radikalisme. Ia menutup sambutannya dengan mengingatkan bahwa peran orang tua dan keluarga sangat krusial dalam mempertahankan nilai-nilai yang baik.


“Dan yang paling penting adalah peran orang tua dan keluarga, karena tidak ada gunanya kita menegakkan hukum secara tegak lurus namun di keluarga sendiri tidak ada pertahanan,” tutupnya.


Acara pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Zona I ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus MUI dari empat kecamatan, para camat, serta semua jajaran FORKOMPIMCAM.


Acara pengukuhan tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Para hadirin yang terdiri dari jajaran pengurus MUI, camat, dan FORKOMPIMCAM dari empat kecamatan: Margomulyo, Ngraho, Tambakrejo, dan Ngambon, menunjukkan antusiasme dalam mengikuti rangkaian acara. 


Setelah sambutan dari Gus Huda, acara dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Zona I yang baru. Pengukuhan ini menandai awal masa khidmat 2021-2026, di mana para pengurus yang baru diharapkan dapat membawa semangat baru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka.


Prosesi pengukuhan berlangsung lancar, diiringi doa bersama yang dipimpin oleh seorang ulama setempat. Doa tersebut memohon keberkahan dan bimbingan dari Allah SWT agar para pengurus MUI yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik dan penuh tanggung jawab.


Setelah prosesi pengukuhan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan konsolidasi. Dalam sesi ini, para pengurus MUI dari empat kecamatan berbagi pandangan dan rencana kerja ke depan. Mereka juga membahas berbagai strategi untuk mengoptimalkan peran MUI dalam menyikapi permasalahan umat dan meningkatkan koordinasi antara MUI dengan pemerintah daerah serta instansi terkait.


Para camat dari empat kecamatan juga menyampaikan dukungan penuh mereka terhadap program-program MUI. Mereka menegaskan komitmen untuk bekerja sama dengan MUI dalam menjaga kerukunan umat beragama, memerangi radikalisme, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Camat Tambakrejo, dalam sambutannya, mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh MUI dalam meningkatkan kerjasama dan koordinasi. Ia berharap agar sinergi yang baik antara MUI dan pemerintah kecamatan dapat terus terjaga dan semakin ditingkatkan di masa mendatang.


“Kami sangat mengapresiasi inisiatif MUI dalam mengadakan acara ini. Sinergi antara MUI dan pemerintah kecamatan sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada. Kami berharap kerjasama ini dapat terus terjaga dan semakin ditingkatkan di masa mendatang,” ujar Camat Tambakrejo.


Acara sarasehan dan pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Zona I ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Para peserta saling berbincang dan menjalin keakraban, memperkuat ikatan kerjasama dan kebersamaan.


Dengan adanya pengukuhan Dewan Pimpinan MUI Zona I yang baru ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang lebih baik antara MUI dan pemerintah serta masyarakat, sehingga berbagai permasalahan umat dapat diatasi dengan lebih efektif dan efisien. MUI Zona I berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat moderasi beragama, serta mencegah radikalisme demi kemaslahatan umat dan keberlangsungan NKRI.


#dbc

Share:

Total KUNJUNGAN

MUIM TV

Viral 30 hari Terahir

Postingan Populer

Label

Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman