Selamat Datang Di Website Resmi MUI Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> MUI Margomulyo Gelar Sarasehan untuk Tingkatkan Konsolidasi dan Koordinasi

Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Hendra Pratama

profil-pengurus-mui-kecamatan_01482195187

Hendra Pratama merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang memiliki perhatian terhadap bidang komunikasi, digitalisasi informasi, serta pembinaan keluarga. Berdomisili di Dusun Jeruk, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, beliau turut mengambil bagian dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Hendra Pratama dipercaya sebagai Anggota Komisi Hubungan Masyarakat dan Digitalisasi Informasi. Amanah ini memiliki peranan penting di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang semakin pesat. Informasi keagamaan dan sosial kini dapat disampaikan dengan lebih cepat dan menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui berbagai media digital.

Melalui bidang tersebut, Hendra turut mendukung upaya membangun komunikasi organisasi yang efektif, menyampaikan informasi secara tepat, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana dakwah dan pelayanan kepada masyarakat. Di era ketika arus informasi begitu deras, kemampuan memilah, mengolah, dan menyampaikan informasi secara bijaksana menjadi bagian penting dari tanggung jawab sosial.

Berkhidmat melalui Literasi dan Informasi

Dalam kehidupan organisasi, hubungan masyarakat bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan dan hubungan yang baik dengan masyarakat. Informasi yang disampaikan dengan benar, santun, dan bertanggung jawab dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara lembaga keagamaan dengan umat.

Hendra juga aktif sebagai Anggota LTN NU Margomulyo. Keterlibatan dalam Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama tersebut menjadi bagian dari kiprah dalam bidang literasi, informasi, publikasi, dan penyebaran gagasan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sinergi antara tugas di MUI dan aktivitas di LTN NU menjadi modal untuk turut mengembangkan dakwah yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dakwah tidak hanya disampaikan melalui mimbar, tetapi juga dapat hadir melalui tulisan, dokumentasi, media digital, dan berbagai bentuk informasi yang mudah diterima masyarakat.

Fasilitator Keluarga Sakinah

Selain bidang komunikasi dan informasi, Hendra Pratama memiliki keahlian sebagai Fasilitator Keluarga Sakinah. Bidang ini menunjukkan perhatian beliau terhadap pentingnya membangun keluarga yang harmonis, saling menghargai, dan berlandaskan nilai-nilai agama.

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi setiap manusia. Dari keluarga, seseorang belajar tentang kasih sayang, tanggung jawab, kesabaran, kejujuran, dan bagaimana memperlakukan orang lain.

Allah SWT berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.”
(QS. Ar-Rum: 21)

Ayat tersebut menjadi landasan penting bahwa keluarga idealnya menjadi tempat tumbuhnya sakinah, mawaddah, dan rahmah. Karena itu, pembinaan keluarga bukan hanya persoalan hubungan rumah tangga, tetapi juga merupakan bagian dari membangun kualitas generasi dan masyarakat.

Sebagai fasilitator, peran Hendra dapat menjadi bagian dari upaya mendampingi masyarakat dalam memahami pentingnya komunikasi, tanggung jawab, saling menghormati, dan penyelesaian persoalan keluarga secara bijaksana.

“Hādzā Min Faḍli Rabbī”

Pesan yang menjadi prinsip Hendra Pratama adalah:

هٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي

“Ini adalah karunia dari Tuhanku.”

Ungkapan tersebut mengandung nilai syukur dan kesadaran bahwa setiap keberhasilan merupakan bagian dari karunia Allah SWT. Manusia memang berkewajiban untuk berusaha, belajar, dan bekerja keras. Namun, pada akhirnya segala kemampuan, kesempatan, dan hasil yang diperoleh tidak terlepas dari kehendak dan pertolongan Allah SWT.

Ungkapan tersebut diabadikan dalam Al-Qur'an ketika Nabi Sulaiman AS menyadari besarnya nikmat yang diberikan Allah kepadanya:

قَالَ هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ

“Dia berkata, ‘Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya).’”
(QS. An-Naml: 40)

Ayat tersebut memberikan pelajaran bahwa nikmat bukan hanya sesuatu yang harus dinikmati, tetapi juga merupakan amanah yang akan dipertanggungjawabkan. Ketika memperoleh keberhasilan, seseorang hendaknya tidak larut dalam kebanggaan, melainkan semakin mendekatkan diri kepada Allah dan menggunakan nikmat tersebut untuk kebaikan.

Syukur yang Melahirkan Pengabdian

Makna هٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي tidak berhenti pada ucapan syukur. Rasa syukur yang sebenarnya dapat diwujudkan dengan menggunakan kemampuan dan kesempatan yang dimiliki untuk memberikan manfaat kepada sesama.

Kemampuan dalam bidang komunikasi dapat digunakan untuk menyebarkan informasi yang baik. Keahlian dalam pembinaan keluarga dapat digunakan untuk membantu masyarakat membangun rumah tangga yang harmonis. Sementara keterlibatan dalam organisasi menjadi sarana untuk memperluas manfaat dan memperkuat kebersamaan.

Dengan demikian, syukur dan pengabdian memiliki hubungan yang erat. Semakin seseorang menyadari bahwa kemampuan yang dimilikinya merupakan karunia Allah, semakin besar pula dorongan untuk menggunakannya secara bertanggung jawab.

Dakwah di Era Digital

Perkembangan teknologi menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia dakwah. Informasi keagamaan kini dapat menjangkau masyarakat dengan cepat, tetapi pada saat yang sama masyarakat juga berhadapan dengan informasi yang tidak selalu benar.

Karena itu, dakwah di era digital membutuhkan kecermatan, etika, dan tanggung jawab. Informasi yang disampaikan hendaknya memiliki dasar yang jelas, menggunakan bahasa yang santun, serta mengutamakan kemaslahatan dan persatuan umat.

Di sinilah peran Humas dan Digitalisasi Informasi menjadi semakin penting. Teknologi bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperluas manfaat dakwah dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui amanah sebagai Anggota Komisi Hubungan Masyarakat dan Digitalisasi Informasi MUI Kecamatan Margomulyo serta keterlibatannya di LTN NU Margomulyo, Hendra Pratama mengambil bagian dalam upaya menghadirkan informasi dan komunikasi yang positif.

Sementara melalui keahlian sebagai Fasilitator Keluarga Sakinah, beliau turut memberikan perhatian terhadap penguatan keluarga sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, pesan هٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي — “Ini adalah karunia dari Tuhanku” menjadi pengingat bahwa setiap kemampuan, amanah, dan kesempatan untuk berbuat baik adalah nikmat yang patut disyukuri.

Berusaha dengan sungguh-sungguh, menerima hasil dengan lapang, mensyukuri setiap nikmat, dan menjadikan karunia Allah sebagai jalan untuk memberikan manfaat kepada sesama.

Identitas Singkat

  • Nama: Hendra Pratama
  • Alamat: Dusun Jeruk, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro
  • Jabatan di MUI: Anggota Komisi Hubungan Masyarakat dan Digitalisasi Informasi
  • Jabatan Sosial: Anggota LTN NU Margomulyo
  • Bidang Keahlian: Fasilitator Keluarga Sakinah
  • Pesan: هٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي“Ini adalah karunia dari Tuhanku.”
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total KUNJUNGAN

MUIM TV

Viral 30 hari Terahir

Postingan Populer

Arsip

Label