Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Umat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Umat. Tampilkan semua postingan

"Menjaga Asa di Malam Selasa Pahing: Ketulusan Berkhidmah dan Melawan Racun Zaman"


Senin malam, 12 Agustus 2024, Masjid Al-Ikhlas yang terletak di Dusun Matar, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, menjadi saksi dari sebuah acara penuh makna. Pengajian Rutin Malam Selasa Pahing yang diinisiasi oleh Jamaah Masjid Al-Ikhlas kali ini bertransformasi menjadi momen yang sarat dengan tausiyah dan pencerahan. Acara yang berlangsung dari pukul 20.00 hingga 22.00 ini dihadiri oleh segenap jamaah Masjid Al-Ikhlas, tokoh agama, dan masyarakat setempat.


Pada kesempatan tersebut, Bapak Jumari, selaku perwakilan panitia sekaligus Ketua LazisNU Ranting Ngelo, menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya acara ini. "Kehadiran kita malam ini bukan hanya sebagai bentuk pengabdian, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan generasi dan tatanan sosial di masyarakat kita," ujarnya dengan penuh semangat.


Acara yang digagas oleh Jamaah Masjid Al-Ikhlas ini mencapai puncaknya dengan tausiyah yang dibawakan oleh Bapak Kiyai Paniran, seorang tokoh yang dikenal luas sebagai Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Kecamatan Margomulyo. Dalam tausiyahnya, Kiyai Paniran mengangkat tema keikhlasan dan istiqomah dalam berkhidmah kepada umat. Beliau menekankan bahwa keikhlasan adalah fondasi utama dalam setiap amal, sementara istiqomah adalah penopang agar amal tersebut tetap berkelanjutan dan membawa manfaat yang nyata.


Tak hanya itu, Kiyai Paniran juga menyoroti isu-isu krusial yang tengah menggerogoti masyarakat, terutama bahaya JUDI Online (JUDOL) dan narkoba. "Kedua ancaman ini tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga menghancurkan sendi-sendi tatanan sosial yang kita bangun bersama dengan susah payah," tegasnya.


Dengan penyampaian yang lugas namun penuh dengan kedalaman makna, Kiyai Paniran mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama menjaga keutuhan masyarakat dari ancaman-ancaman tersebut. Beliau menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam membentengi diri dan lingkungan dari pengaruh negatif yang dapat merusak moral dan masa depan bangsa.


Acara yang berlangsung dengan khidmat ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian ilmu, tetapi juga menjadi momen introspeksi bagi setiap jamaah yang hadir. Keikhlasan, istiqomah, serta kewaspadaan terhadap bahaya JUDI Online dan narkoba, menjadi pesan kuat yang diusung dalam pengajian kali ini, menggugah kesadaran kolektif untuk terus berjuang dalam menjaga kemaslahatan umat.

Share:

"Cahaya Ilmu di Balai Desa Ngelo: Menelusuri Jejak Kebaikan dalam Tausiyah Rutin Bersama MUI Kecamatan Margomulyo"


Ngelo, 2 Agustus 2024Rangkaian acara Tausiyah Rutin Bersama (TURBA) yang diadakan oleh Muslimat NU Ranting Ngelo berlangsung dengan khidmat pada hari Jumat, 2 Agustus 2024. Bertempat di Balai Desa Ngelo, acara ini dimulai pukul 13.00 dan berakhir sekitar 15.30 WIB, dihadiri oleh seluruh anggota dan pengurus Muslimat NU Ranting Ngelo.

Acara puncak TURBA kali ini menghadirkan Bapak Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, Kiyai Badrun membahas kajian mendalam tentang Kitab *Wasiyatul Mustofa*. Beliau menguraikan tiga tanda orang yang sholeh sebagai panduan dalam kehidupan sehari-hari. Tiga ciri tersebut adalah: memperbaiki hubungan dengan Allah melalui amal saleh, memperbaiki agama dengan amal perbuatan, dan menunjukkan kerelaan terhadap orang lain sebagaimana kerelaan terhadap diri sendiri.

Selain itu, Kiyai Badrun juga menyampaikan pesan penting mengenai bahaya judi online dan peredaran narkoba yang dapat merusak kehidupan rumah tangga. Peringatan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat kesadaran dan komitmen anggota masyarakat dalam menjaga keharmonisan keluarga dan lingkungan.

Acara ini diakhiri dengan diskusi interaktif antara penceramah dan peserta, di mana banyak anggota masyarakat aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai topik yang dibahas. Tausiyah Rutin Bersama ini menjadi momen penting dalam mempererat silaturahmi dan meningkatkan pemahaman keagamaan di kalangan warga Ngelo.

Selama acara berlangsung, suasana di Balai Desa Ngelo dipenuhi oleh semangat kebersamaan dan keinginan untuk meningkatkan kualitas iman dan amal. Pencerahan yang diberikan oleh Kiyai Badrun tidak hanya memberikan wawasan spiritual, tetapi juga menambah pengetahuan praktis tentang cara menghadapi tantangan zaman modern, khususnya yang berkaitan dengan perilaku negatif seperti judi online dan narkoba.

Peserta acara menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif mengikuti setiap sesi tausiyah dan berinteraksi dalam tanya jawab. Beberapa peserta mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan untuk memperoleh ilmu yang bermanfaat dan berharap acara semacam ini dapat terus berlanjut untuk memperkuat iman dan membangun komunitas yang lebih baik.

Dalam penutup acara, pengurus Muslimat NU Ranting Ngelo menyampaikan apresiasi kepada Kiyai Badrun Sulaiman atas materi tausiyah yang sangat inspiratif dan bermanfaat. Mereka juga berterima kasih kepada seluruh anggota dan pengurus yang telah hadir dan berpartisipasi aktif.

Acara TURBA kali ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Ngelo, serta menjadi contoh bagi kegiatan serupa di masa mendatang. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus belajar, diharapkan setiap individu dapat menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih baik dan harmonis.
 

Share:

TURBA MUI Kecamatan Margomulyo: Menggali Hikmah dan Memberdayakan Umat

Pada hari Ahad Legi, 28 Juli 2024, Masjid Ar-Rohman Jatiroto di Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, menjadi saksi pelaksanaan kegiatan Tausiyah Rutin Bersama (TURBA) yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.30 ini merupakan hasil inisiasi Pengurus NU Ranting Margomulyo dan mendapat dukungan penuh dari seluruh Badan Otonom (BANOM) NU Ranting Margomulyo.


Hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus ranting NU dan BANOM, serta perwakilan dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU, PAC Fatayat NU, dan PAC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)/Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Kehadiran mereka menambah semarak dan kekhidmatan acara yang penuh dengan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan tersebut.


Acara TURBA kali ini memiliki puncak yang istimewa dengan kehadiran Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, sebagai pembicara utama dalam sesi Mauidzoh Hasanah. Dalam ceramahnya, Kiyai Badrun menyoroti bahaya judi online dan narkoba dari perspektif keilmuan agama. Ia mengingatkan para jamaah akan dampak negatif yang ditimbulkan oleh kedua hal tersebut, baik dari segi moral, sosial, maupun ekonomi.


Selain itu, Kiyai Badrun juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi umat melalui penguatan Aset BMTNU Margomulyo. Ia menjelaskan bahwa dengan memperkuat basis ekonomi umat, NU dapat lebih mandiri dan berdaya saing di masa mendatang. Kiyai Badrun juga memaparkan urgensi rekonstruksi Kaleng KOIN (Kotak Infaq) NU sebagai salah satu langkah konkret untuk mencapai kemandirian tersebut.


Menurut Kiyai Badrun, Kaleng KOIN NU bukan hanya sekadar alat untuk mengumpulkan infaq, tetapi juga simbol solidaritas dan kepedulian antarumat. "Dengan memperkuat sistem Kaleng KOIN, kita dapat memastikan keberlanjutan program-program sosial dan dakwah NU, serta mengurangi ketergantungan pada sumber dana eksternal," ungkapnya.


Kegiatan TURBA ini tidak hanya menjadi ajang untuk menimba ilmu agama, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga NU dan memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi tantangan zaman. Dukungan dari seluruh BANOM NU Ranting Margomulyo menunjukkan betapa solidnya organisasi ini dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.


TURBA MUI Kecamatan Margomulyo kali ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kebersamaan dan semangat gotong-royong, kita dapat menghadapi berbagai tantangan dan mencapai kemandirian umat. Semoga kegiatan semacam ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.




Reporter: De ba
Editor: MUIMMedia
Fotografer: Sholeh, Andray
Share:

"Majelis Taklim Muslimat NU Sumberjo: Sedekah dan Upaya Menjaga Keluarga dari Judi Online dan Narkoba"


Margomulyo, 8 Juli 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo kembali menggelar Tausiyah Rutin Bersama (TURBA) pada Hari Sabtu, 8 Juli 2024. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.30 ini bertempat di Dusun Becok, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo.

Mengangkat tema "Urgensi Sedekah sebagai Media Perekat Ukhuwah Islamiyah dan Hubungan Antar Umat Beragama," kajian kali ini menekankan pentingnya sedekah sebagai sarana mempererat hubungan antar umat Islam serta menjalin kerukunan dengan umat beragama lainnya. Pemateri dalam tausiyah ini adalah Ibu Robi'atul Adawiyah, pengurus MUI Desa Sumberjo yang membidangi Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Hubungan Antar Umat Beragama.

Dalam penyampaiannya, Ibu Robi'atul Adawiyah menguraikan berbagai keutamaan sedekah. Beliau menjelaskan bahwa sedekah tidak hanya memberikan manfaat bagi penerimanya tetapi juga dapat memperkuat ukhuwah islamiyah dan menciptakan keharmonisan dengan umat beragama lainnya. "Sedekah adalah salah satu amalan yang sangat mulia. Selain membantu sesama, kita juga bisa mempererat hubungan antar sesama umat Islam dan menciptakan kedamaian dengan umat lain," ungkap beliau.

Selain membahas tema utama, Ibu Robi'atul Adawiyah juga menghimbau jama'ah untuk menjaga keluarga masing-masing dari bahaya judi online dan peredaran narkoba. Beliau menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah penyebaran dua hal negatif tersebut yang bisa merusak tatanan sosial dan moral masyarakat.


Kegiatan ini diinisiasi oleh pengurus Majelis Taklim Muslimat NU Sumberjo dan diikuti oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Desa Sumberjo. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dan aktif mengikuti kajian hingga akhir.

TURBA ini bukan hanya sekedar kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antar warga. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 8 setiap bulan, memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendalami ilmu agama secara konsisten serta menjalin silaturahmi yang berkelanjutan.

“Acara ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain menambah pengetahuan agama, kami juga dapat mempererat tali silaturahmi antar warga,” ujar salah satu peserta dengan penuh semangat.

MUI Kecamatan Margomulyo berharap melalui kegiatan rutin ini, dapat terus berkontribusi dalam membina umat serta menciptakan kerukunan antar umat beragama di wilayah tersebut. Ajakan untuk terus aktif berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan semakin digaungkan agar semangat kebersamaan dan toleransi tetap terjaga.


Reporter: De ba
Editor: MUIMMedia
Fotografer: Adawi
Share:

"MUI Kecamatan Margomulyo: Membaca Al-Qur'an sebagai Penguat Ukhuwah Islamiyah"


Margomulyo, 21 Juli 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo kembali menggelar Tausiyah Rutin Bersama (TURBA) pada Hari Minggu, 21 Juli 2024. Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 14.30 ini bertempat di Dusun Mojosari, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo.

Mengangkat tema "Urgensi Membaca Al-Qur'an sebagai Media Perekat Ukhuwah Islamiyah dan Hubungan Antar Umat Beragama demi Mencapai Keutamaan Dunia dan Akhirat," kajian kali ini menekankan pentingnya membaca Al-Qur'an sebagai sarana mempererat hubungan antar umat Islam serta menjalin kerukunan dengan umat beragama lainnya. Pemateri dalam tausiyah ini adalah Ibu Robi'atul Adawiyah, pengurus MUI Desa Sumberjo yang membidangi Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Hubungan Antar Umat Beragama.

Dalam penyampaiannya, Ibu Robi'atul Adawiyah menguraikan berbagai keutamaan membaca Al-Qur'an. Beliau menjelaskan bahwa membaca Al-Qur'an tidak hanya memberikan ketenangan batin dan pahala yang berlipat ganda, tetapi juga menjadi media untuk memperkokoh ukhuwah islamiyah dan menciptakan keharmonisan dengan umat beragama lainnya. "Membaca Al-Qur'an adalah amalan yang sangat mulia. Selain mendapatkan pahala, kita juga bisa memperkuat hubungan antar sesama umat Islam dan menciptakan kedamaian dengan umat lain," ungkap beliau.

Kegiatan ini diinisiasi oleh pengurus Majelis Taklim Muslimat NU Sumberjo dan diikuti oleh warga Desa Sumberjo. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari banyaknya peserta yang hadir dan aktif mengikuti kajian hingga akhir. Acara ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh agama setempat serta masyarakat sekitar yang antusias mengikuti kajian hingga akhir.

TURBA ini bukan hanya sekedar kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antar warga. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 21 setiap bulan, memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendalami ilmu agama secara konsisten serta menjalin silaturahmi yang berkelanjutan.

"Acara ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain menambah pengetahuan agama, kami juga dapat mempererat tali silaturahmi antar warga," ujar salah satu peserta dengan penuh semangat.

MUI Kecamatan Margomulyo berharap melalui kegiatan rutin ini, dapat terus berkontribusi dalam membina umat serta menciptakan kerukunan antar umat beragama di wilayah tersebut. Ajakan untuk terus aktif berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan semakin digaungkan agar semangat kebersamaan dan toleransi tetap terjaga.



Reporter: De ba
Editor: MUIMMedia
Fotografer: Adawi
Share:

Tausiyah Rutin Bersama MUI Kecamatan Margomulyo: Menguatkan Ukhuwah di Bulan Muharram


Margomulyo, 14 Juli 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo kembali menggelar Tausiyah Rutin Bersama (TURBA) pada Hari Minggu, 14 Juli 2024. Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 14.30 ini bertempat di Masjid Al-Amin, Dusun Kaligede, Desa Margomulyo.

Dengan tema "Urgensi Amalan dan Kesunahan di Bulan Muharram sebagai Media Perekat Ukhuwah Islamiyah dan Hubungan Antar Umat Beragama," kajian kali ini menekankan pentingnya bulan Muharram sebagai momentum memperkuat hubungan antar umat Islam serta menjalin kerukunan dengan umat beragama lainnya. Pemateri pada kesempatan ini adalah Ibu Robi'atul Adawiyah, pengurus MUI Desa Sumberjo yang membidangi Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Hubungan Antar Umat Beragama.

Dalam tausiyahnya, Ibu Robi'atul Adawiyah menguraikan berbagai amalan dan kesunahan yang dianjurkan di bulan Muharram. Beliau menjelaskan bahwa selain menjalankan amalan-amalan tersebut, umat Islam juga diharapkan dapat memperkokoh ukhuwah islamiyah dan menjalin hubungan baik dengan sesama, termasuk dengan umat beragama lainnya. "Bulan Muharram adalah saat yang tepat untuk introspeksi diri dan memperbanyak amal ibadah. Namun, lebih dari itu, ini juga waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antar umat," tutur beliau.


Kegiatan ini diinisiasi oleh pengurus Majelis Taklim Muslimat NU Kaligede dan dihadiri oleh warga Muslimat NU Kaligede dan Jepang. Turut hadir dalam acara ini adalah tokoh-tokoh agama setempat serta masyarakat sekitar yang antusias mengikuti kajian hingga akhir. Keberadaan acara seperti ini diharapkan dapat memberikan pencerahan dan motivasi kepada jamaah untuk lebih mendalami dan mengamalkan ajaran Islam dengan sebaik-baiknya.

Tidak hanya itu, kegiatan TURBA ini juga memiliki jadwal rutin yang dilaksanakan pada Minggu kedua setiap bulan. Hal ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam mendalami ilmu agama secara kontinyu serta menjalin silaturahmi secara berkelanjutan.

“Acara ini sangat bermanfaat bagi kami, selain menambah pengetahuan agama, kami juga dapat mempererat tali silaturahmi antar warga,” ujar salah satu peserta.

Dengan adanya kegiatan rutin ini, MUI Kecamatan Margomulyo berharap dapat terus berkontribusi dalam membina umat serta menciptakan kerukunan antar umat beragama di wilayah tersebut. Ajakan untuk terus aktif berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan pun semakin digaungkan agar semangat kebersamaan dan toleransi tetap terjaga.


Reporter: De ba
Editor: MUIMMedia
Fotografer: Adawi
Share:

Menggali Urgensi Wakaf dan Pemberdayaan Ekonomi Umat dalam Tausiyah Rutin Bersama MUI Kecamatan Margomulyo

(Kiyai Badrun Ketua MUI Margomulyo) 

Margomulyo, 26 Juli 2024 – Suasana Masjid Baiturrohim di Dusun Batang Desa Margomulyo pada Jumat malam, 26 Juli 2024, tampak berbeda dari biasanya. Dari pukul 20.30 hingga 22.30, para jama'ah dari berbagai kalangan, termasuk warga Majelis Taklim Baiturrohim, warga NU, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, berkumpul untuk mengikuti kegiatan Tausiyah Rutin Bersama (TURBA) yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo.

Acara ini menghadirkan Bapak Kiyai Badrun, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, sebagai pemateri utama. Dengan tema "Urgensi Wakaf dan Pemberdayaan Ekonomi Umat sebagai Wasilah Penanggulangan Dampak Judi Online dan Bahaya Narkoba," Kiyai Badrun memberikan pemaparan yang mendalam dan penuh inspirasi.

Dalam tausiyahnya, Kiyai Badrun menekankan pentingnya wakaf sebagai salah satu pilar ekonomi Islam yang memiliki potensi besar dalam pemberdayaan umat. "Wakaf bukan hanya tentang memberikan sebagian harta untuk kepentingan umum, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan umat, khususnya dalam menghadapi tantangan zaman seperti maraknya judi online dan penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Beliau juga menguraikan tiga tanda kebahagiaan dunia dan akhirat berdasarkan pesan Nabi Muhammad kepada Sayidina Ali Karomallohu Wajhah. Pertama, Qutun Halalun (makanan yang halal), yang menekankan pentingnya mencari rezeki yang halal dan berkah. Kedua, Mujalasatul Ulama' (hadir dalam majelis ilmunya ulama'), yang menggarisbawahi nilai-nilai positif dari berinteraksi dan belajar langsung dari para ulama. Ketiga, Sholat Ma'al Imam (sholat berjamaah), yang menggambarkan kekuatan spiritual dan sosial dari sholat berjamaah.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari pengurus Majelis Taklim Baiturrohim yang berkomitmen untuk terus memberikan pencerahan dan pendidikan agama kepada masyarakat. Menurut salah satu pengurus, acara ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan memajukan ekonomi umat melalui wakaf.

Para jamaah yang hadir tampak antusias dan penuh semangat mengikuti tausiyah dari awal hingga akhir. Salah satu warga, Bapak Ahmad, mengungkapkan rasa syukurnya bisa mengikuti kegiatan ini. "Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini. Semoga kita semua bisa mengambil manfaat dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Dengan terselenggaranya TURBA ini, diharapkan masyarakat Margomulyo semakin sadar akan pentingnya wakaf dan peran strategisnya dalam pemberdayaan ekonomi umat, sekaligus menjadi benteng kuat dalam menghadapi dampak negatif judi online dan bahaya narkoba. Kegiatan ini juga diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi majelis taklim lainnya untuk mengadakan acara serupa.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT agar masyarakat Margomulyo selalu berada dalam lindungan dan rahmat-Nya.

Share:

MUI Kecamatan Margomulyo Gelar Tausiyah Rutin Bersama di Desa Kalangan: Membahas Urgensi Wakaf dan Pemberdayaan Ekonomi Umat


(Kiyai Badrun Ketua MUI Margomulyo)

Pada hari Jumat, 26 Juli 2024, Desa Kalangan menjadi tuan rumah kegiatan Tausiyah Rutin Bersama (TURBA) yang diadakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo. Acara ini berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.30 dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk warga desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan yang penuh makna ini menghadirkan Bapak Kiyai Badrun, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, sebagai pemateri utama. Beliau menyampaikan tausiyah dengan tema "Urgensi Wakaf dan Pemberdayaan Ekonomi Umat sebagai Wasilah Penanggulangan Dampak Judi Online dan Bahaya NARKOBA."

Dalam pemaparannya, Kiyai Badrun menekankan pentingnya wakaf sebagai instrumen keuangan Islam yang tidak hanya memiliki dimensi ibadah tetapi juga sosial-ekonomi. "Wakaf dapat menjadi solusi strategis dalam memberdayakan ekonomi umat," ungkap Kiyai Badrun. Ia menjelaskan bahwa dengan pengelolaan wakaf yang tepat, dana wakaf bisa digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Selain itu, Kiyai Badrun juga menyoroti dampak negatif judi online yang semakin meresahkan masyarakat, terutama dalam konteks rumah tangga. "Judi online bukan hanya merusak perekonomian keluarga, tetapi juga mengancam keutuhan rumah tangga," ujarnya. Beliau mengajak masyarakat untuk menjauhi segala bentuk judi online dan narkoba yang bisa menghancurkan masa depan generasi muda.

Tak hanya itu, Kiyai Badrun juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama memerangi narkoba yang kian marak. "Bahaya narkoba tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga merusak moral dan masa depan anak-anak kita," tegasnya. Ia menekankan pentingnya peran serta semua elemen masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan narkoba.

Kegiatan TURBA ini diinisiasi oleh pengurus NU ranting Kalangan, yang dengan penuh semangat berupaya menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkah bagi masyarakatnya. Mereka berharap dengan adanya kegiatan ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya wakaf dan pemberdayaan ekonomi umat semakin meningkat, serta mampu menjadi benteng yang kokoh dalam menghadapi bahaya judi online dan narkoba.

Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat. Para peserta yang hadir tampak antusias dan terinspirasi oleh tausiyah yang disampaikan. Semangat kebersamaan dan komitmen untuk membangun ekonomi umat yang lebih baik tampak jelas dalam setiap wajah yang hadir.

Dengan diadakannya kegiatan seperti ini, diharapkan Desa Kalangan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya memanfaatkan potensi wakaf dan pemberdayaan ekonomi umat sebagai solusi untuk berbagai permasalahan sosial yang ada. Semoga semangat dan kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi kita semua.


#MUIMMedia

Share:

Tausiyah Rutin Bersama (TURBA) MUI Kecamatan Margomulyo di Rutinan Muslimat NU Kaligede

 

MARGOMULYO – Ahad, 16 Juli 2024, Masjid Al-Amin Kaligede menjadi saksi bisu semangat kebersamaan warga NU Dusun Kaligede dalam kegiatan TURBA (Tausiyah Rutin Bersama) yang diinisiasi oleh Muslimat NU Kaligede. Acara yang dipenuhi oleh para Muslimat NU ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan khidmat.


Kegiatan yang dimulai sejak pagi ini menghadirkan Bapak Kiyai Badrun, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, sebagai pemateri utama. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema yang sangat relevan dan menyentuh, yaitu "Spirit Kurban dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat". 


Kiyai Badrun menjelaskan, "Kurban bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga sarana untuk memperkuat solidaritas sosial dan memberdayakan ekonomi umat. Melalui semangat kurban, kita bisa belajar tentang pentingnya berbagi dan berkorban untuk kepentingan bersama."


Dalam sesi penyuluhan, Kiyai Badrun juga menyampaikan berbagai strategi pemberdayaan ekonomi umat yang dapat diimplementasikan oleh masyarakat Kaligede, khususnya Muslimat NU. Beliau mengajak para hadirin untuk mengembangkan keterampilan ekonomi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitar.


Salah satu warga yang hadir, Ibu Supriyani, mengungkapkan rasa syukurnya atas kegiatan ini. "Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih memahami makna kurban dan bagaimana bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam aspek ekonomi."


Selain membahas spirit kurban dalam pemberdayaan ekonomi umat, Kiyai Badrun juga memaparkan tentang keutamaan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijah. Beliau menjelaskan bahwa sepuluh hari ini adalah waktu yang sangat dicintai oleh Allah jika digunakan untuk beribadah. 


"Sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijah memiliki keutamaan yang luar biasa," ujar Kiyai Badrun. "Puasa satu hari di hari-hari tersebut dihitung seperti puasa selama satu tahun, dan Qiyamul Lail atau shalat malam di setiap malamnya dinilai seperti mendapatkan pahala Lailatul Qadar."


Kiyai Badrun mengajak seluruh Muslimat NU Kaligede untuk memanfaatkan waktu-waktu istimewa ini dengan memperbanyak ibadah, seperti puasa sunnah, shalat malam, dzikir, dan amal shalih lainnya. Menurut beliau, momentum ini adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih pahala yang berlipat ganda.


"Jangan sia-siakan kesempatan ini," pesan Kiyai Badrun. "Mari kita manfaatkan sepuluh hari pertama Dzulhijah ini dengan sebaik-baiknya. Selain berkurban, perbanyaklah ibadah-ibadah sunnah, agar kita semua mendapatkan keberkahan dan ridha Allah."


Para hadirin pun terlihat sangat terinspirasi dan bersemangat untuk mengamalkan nasihat yang disampaikan oleh Kiyai Badrun. Ibu Ani, salah satu anggota Muslimat NU, menyatakan bahwa dirinya merasa semakin termotivasi untuk meningkatkan ibadah di bulan Dzulhijah. "Saya jadi lebih memahami betapa berharganya sepuluh hari pertama Dzulhijah ini. Insya Allah, saya akan mencoba untuk berpuasa dan lebih banyak beribadah," ungkapnya.


Dengan paparan yang disampaikan oleh Kiyai Badrun, diharapkan semangat beribadah warga Kaligede, khususnya Muslimat NU, semakin meningkat. Kegiatan TURBA ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperdalam ilmu agama dan memperkuat keimanan.


Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kiyai Badrun, memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah serta agar segala amal yang dilakukan diterima dan diberkahi. Para peserta pun pulang dengan hati yang tenang dan penuh semangat untuk mengamalkan apa yang telah mereka pelajari.


Semoga acara ini bisa menjadi inspirasi bagi kegiatan-kegiatan berikutnya dan semakin memperkokoh kebersamaan serta semangat beribadah di kalangan Muslimat NU Kaligede.



MUIMMedia

Share:

Pemberdayaan Ekonomi Umat dalam Menguatkan Himmah dalam Mempelajari Al-Qur'an di Usia Senja


Pada Hari Ahad, tanggal 9 Juni 2024, Muslimat NU Ranting Ngelo Kecamatan Margomulyo menyelenggarakan acara Ngaji Rutin yang kali ini menghadirkan pemateri dari MUI Margomulyo, yaitu Bapak Kiyai Paniran, yang membahas pentingnya pemberdayaan ekonomi umat dalam menguatkan himmah (cita-cita) dalam mempelajari dan memahami Al-Qur'an di usia senja.


Dalam sambutannya, Bapak Kiyai Paniran menjelaskan bahwa pemberdayaan ekonomi umat memiliki peran yang sangat penting dalam menopang kehidupan umat, terutama dalam mendukung proses pembelajaran Al-Qur'an di usia senja. Beliau menekankan bahwa dengan ekonomi yang kuat, umat dapat lebih fokus dan memiliki kemampuan untuk mendalami serta memahami Al-Qur'an dengan lebih baik.


Acara yang diadakan di Muslimat NU Ranting Ngelo ini merupakan bagian dari program TURBA (Tausiyah Rutin Bersama) MUI Margomulyo yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan motivasi kepada umat, khususnya para lansia, untuk tetap semangat dalam mempelajari dan memahami Al-Qur'an.


Dalam kesempatan tersebut, Bapak Kiyai Paniran juga menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi umat tidak hanya sebatas soal mencari penghasilan, namun juga meliputi bagaimana umat dapat mengelola dan menggunakan penghasilan tersebut secara bijaksana sesuai dengan ajaran agama.


Acara Ngaji Rutin Muslimat NU Ranting Ngelo Kecamatan Margomulyo ini dihadiri oleh puluhan lansia yang antusias untuk mengikuti tausiyah dari Bapak Kiyai Paniran. Mereka menyimak dengan seksama setiap penjelasan yang diberikan, serta bertanya langsung untuk memperdalam pemahaman mereka tentang pentingnya pemberdayaan ekonomi dalam memperkuat himmah dalam mempelajari Al-Qur'an di usia senja.


Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan umat dapat semakin termotivasi untuk terus belajar dan memahami Al-Qur'an, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan lebih baik lagi.


Tim MUIMMedia

Share:

Pentingnya Pemberdayaan Ekonomi Umat dalam Menangkal Radikalisme dan Aliran Sempalan


Margomulyo, Ahad, 09 Juni 2024 - Dalam acara Lailatul Ijtima' yang digelar oleh NU Ranting Meduri Kecamatan Margomulyo, Ustadz Syaifuddin yang lebih dikenal dengan panggilan akrabnya, Mbah Jenggot, memberikan materi yang mendalam mengenai pentingnya pemberdayaan ekonomi umat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Turun ke Bawah (TURBA) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Margomulyo yang bertujuan untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat serta menangkal radikalisme dan aliran sempalan di masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Mbah Jenggot, yang membidangi Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Margomulyo, menyampaikan betapa krusialnya peran ekonomi dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan sosial. Menurutnya, dengan meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat, potensi munculnya radikalisme dan aliran sempalan dapat diminimalisir. "Ketika masyarakat memiliki kesejahteraan yang baik, mereka cenderung lebih fokus pada hal-hal positif dan tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang menyimpang," ujarnya.


Lebih lanjut, Mbah Jenggot menjelaskan berbagai strategi pemberdayaan ekonomi yang dapat diterapkan di tingkat akar rumput. Ia menekankan pentingnya pengembangan keterampilan usaha, akses permodalan, dan pembentukan koperasi-koperasi kecil yang dapat menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. "Kita harus membangun sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, ulama, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan," tambahnya.


Acara Lailatul Ijtima' yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta terlihat aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi, menunjukkan betapa relevannya tema yang diangkat dengan kondisi masyarakat saat ini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan ukhuwah Islamiyah antar warga NU Ranting Meduri.


Mbah Jenggot menutup pemaparannya dengan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun ekonomi umat yang tangguh. "Dengan ekonomi yang kuat, kita dapat menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk radikalisme dan aliran sempalan. Mari kita berdayakan diri kita, keluarga kita, dan komunitas kita untuk masa depan yang lebih baik," pungkasnya.


Kegiatan TURBA MUI Margomulyo ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya pemberdayaan ekonomi umat dan penanggulangan radikalisme serta aliran sempalan. Dengan semangat gotong-royong dan kebersamaan, cita-cita untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, aman, dan damai bukanlah hal yang mustahil.


Reporter: Tim MUIMMedia

Share:

ToT Penguatan Ekonomi, keuangan Syari'ah dan Kemasjidan Untuk Khotib SeKabupaten Tuban dan Bojonegoro


Bojonegoro, 05 Desember 2023, MUIM Media - Sebuah langkah penting dalam memperkuat pemahaman ekonomi dan keuangan syariah di kalangan khotib di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro diwujudkan melalui acara pelatihan "Training of Trainers (ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah." Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Aston Bojonegoro pada hari Senin hingga Selasa, 04-05 Desember 2023.

Baca Juga:  "Syafari Dakwah Bersama Gus Huda": Kebersamaan dalam Sedekah Bumi di Makam Mbah Citro, Desa Ngelo Margomulyo Bojonegoro

Pemrakarsa kegiatan ini adalah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur, yang bekerja sama erat dengan Bank Indonesia (BI). Para peserta mendapatkan ilmu dan wawasan dari pemateri yang merupakan tim dari DMI dan Takmir Masjid Jogokaryan, Yogyakarta.

Baca Juga: Sedekah sebagai penyempurna sholat

Kegiatan ToT ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai prinsip-prinsip ekonomi dan keuangan syariah kepada khotib di kedua kabupaten. Para peserta tidak hanya diajak untuk memahami konsep dasar, tetapi juga diberikan keterampilan dalam menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat melalui khutbah Jumat.

Kiyai Badrun Ketua MUI Kecamatan Margomulyo turut hadir juga sebagai peserta perwakilan dari Masjid Al-Fajar Ngelo, hadir sebagai salah satu peserta yang antusias. Beliau mengungkapkan harapannya bahwa pelatihan ini akan menjadi bekal berharga dalam memberikan pemahaman yang lebih baik kepada jamaah masjid.

Baca Juga: Do'a Bersama di Titik Nol Bendungan Karang Nongko: Awal Baru Pembangunan untuk Kesejahteraan Bersama

“Ekonomi dan keuangan syariah adalah bagian integral dari kehidupan umat Islam. Dengan pemahaman yang baik, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berkeadilan,” ujar Kiyai Badrun dengan penuh semangat.

Baca Juga: Musyawarah Pembentukan MUI Desa Sekecamatan Margomulyo: Sinergi Masyarakat dan Pemimpin Lokal

Kegiatan ToT ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, namun juga forum yang membangun jejaring dan sinergi antara khotib-khotib dari berbagai masjid di dua kabupaten tersebut. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan dampak positif dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

(Tim MUIM Media)
Share:

MUIM TV

Jumlah Pengunjung

Popular Posts

Label