Ngatini, S.Pd. merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang aktif dalam bidang organisasi, kelembagaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Berdomisili di Dusun Jipangulu RT 003/RW 001, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, beliau turut mengambil bagian dalam pengabdian melalui organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.
Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Ngatini, S.Pd. dipercaya sebagai Anggota Komisi Organisasi dan Kelembagaan. Amanah ini menuntut ketelitian, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian terhadap tata kelola organisasi. Melalui perannya, beliau turut mendukung terciptanya organisasi yang tertib, solid, dan mampu menjalankan berbagai program secara baik.
Komisi Organisasi dan Kelembagaan memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi agar tetap berjalan sesuai dengan tujuan dan amanah yang telah ditetapkan. Organisasi yang kuat tidak hanya dibangun melalui aturan, tetapi juga melalui komunikasi, kebersamaan, tanggung jawab, dan kesediaan setiap anggota untuk saling mendukung.
Berkhidmat melalui Muslimat NU
Di lingkungan Nahdlatul Ulama, Ngatini juga aktif sebagai Pengurus PAC Muslimat NU Margomulyo. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian beliau dalam berbagai kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Muslimat NU menjadi salah satu ruang strategis bagi perempuan untuk mengambil peran dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Melalui organisasi, perempuan dapat berkontribusi dalam membangun keluarga, mendampingi masyarakat, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial.
Kiprah Ngatini di MUI dan Muslimat NU menunjukkan bahwa pengabdian dapat dilakukan melalui berbagai bidang dan kemampuan. Setiap orang memiliki ruang untuk berkontribusi sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Kreativitas melalui Kuliner Nusantara
Selain aktivitas organisasi, Ngatini memiliki bidang keahlian dalam resep masakan Nusantara. Keahlian tersebut bukan sekadar keterampilan dalam mengolah makanan, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya yang perlu dijaga dan dikembangkan.
Masakan Nusantara memiliki keragaman cita rasa, bahan, dan teknik pengolahan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pengetahuan tentang resep masakan juga dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan keluarga. Memasak, berbagi makanan, dan berkumpul di meja makan merupakan aktivitas sederhana yang sering kali menghadirkan kehangatan dan kebersamaan.
Di sisi lain, keterampilan kuliner juga dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi keluarga melalui usaha makanan dan UMKM. Dengan kreativitas dan pengelolaan yang baik, keterampilan yang awalnya dilakukan sebagai hobi atau aktivitas rumah tangga dapat berkembang menjadi sesuatu yang produktif dan memberikan manfaat.
“Bersyukur atas Semua Nikmat, dan Berdamailah dengan Diri Sendiri”
Pesan yang menjadi prinsip kehidupan Ngatini adalah:
“Bersyukur atas semua nikmat, dan berdamailah dengan diri sendiri.”
Pesan tersebut mengajarkan dua hal penting dalam menjalani kehidupan: syukur dan penerimaan diri.
Bersyukur berarti menyadari bahwa kehidupan tidak hanya terdiri dari apa yang belum dimiliki, tetapi juga dipenuhi dengan nikmat yang sering kali terlupakan. Kesehatan, keluarga, kesempatan, pekerjaan, ilmu, sahabat, dan kemampuan untuk menjalani hari merupakan nikmat yang patut dihargai.
Allah SWT berfirman:
لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Syukur tidak berarti bahwa seseorang harus berhenti berusaha. Sebaliknya, syukur menjadikan seseorang mampu menikmati proses kehidupan tanpa kehilangan semangat untuk memperbaiki diri.
Berdamai dengan Diri Sendiri
Bagian kedua dari pesan Ngatini adalah “berdamailah dengan diri sendiri.” Kalimat sederhana ini memiliki makna yang mendalam.
Dalam perjalanan hidup, setiap orang memiliki kekurangan, kesalahan, kegagalan, dan masa lalu yang tidak selalu sesuai dengan harapan. Berdamai dengan diri sendiri bukan berarti membenarkan kesalahan, tetapi menerima bahwa manusia adalah makhluk yang terus belajar dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.
Seseorang yang mampu berdamai dengan dirinya akan lebih mudah melihat kehidupan dengan jernih. Ia tidak terus-menerus membandingkan dirinya dengan orang lain, tidak terlalu larut dalam penyesalan, dan tidak menjadikan kekurangan sebagai alasan untuk berhenti berkembang.
Allah SWT berfirman:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Ayat tersebut memberikan ketenangan bahwa setiap manusia memiliki kemampuan yang telah diperhitungkan oleh Allah dalam menghadapi kehidupannya. Tugas manusia adalah berusaha sebaik mungkin, bersabar ketika menghadapi ujian, dan terus memperbaiki diri.
Syukur Melahirkan Ketenangan
Orang yang bersyukur tidak berarti hidupnya selalu tanpa masalah. Namun, rasa syukur membuat seseorang mampu melihat sisi baik di balik setiap keadaan.
Ketika mendapatkan keberhasilan, ia bersyukur. Ketika menghadapi kesulitan, ia bersabar. Ketika melakukan kesalahan, ia belajar dan memperbaikinya. Ketika melihat keberhasilan orang lain, ia menjadikannya inspirasi, bukan alasan untuk merasa rendah diri.
Inilah hubungan antara syukur dan berdamai dengan diri sendiri. Syukur membuat hati mampu menerima nikmat, sedangkan berdamai dengan diri sendiri membuat hati mampu menerima proses.
Keduanya menjadi bekal penting bagi seseorang agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan penuh makna.
Organisasi sebagai Ruang Kemanfaatan
Amanah Ngatini sebagai Anggota Komisi Organisasi dan Kelembagaan MUI Kecamatan Margomulyo serta Pengurus PAC Muslimat NU Margomulyo menjadi bagian dari perjalanan pengabdian beliau.
Organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi merupakan sarana untuk belajar bertanggung jawab, bekerja sama, menghargai perbedaan, dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Setiap amanah yang diterima merupakan kesempatan untuk mengembangkan diri sekaligus berkontribusi kepada sesama.
Melalui aktivitas organisasi, kemampuan yang dimiliki dapat disalurkan untuk kepentingan yang lebih luas. Begitu pula keahlian dalam bidang kuliner dapat menjadi bagian dari kreativitas dan kemandirian yang memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat.
Pada akhirnya, pesan “Bersyukur atas semua nikmat, dan berdamailah dengan diri sendiri” merupakan ajakan untuk menjalani kehidupan dengan hati yang lebih lapang.
Syukuri apa yang telah Allah berikan, perbaiki apa yang masih kurang, terima diri dengan segala prosesnya, dan teruslah melangkah dengan penuh kebaikan.
Sebab kehidupan bukan tentang menjadi sempurna, melainkan tentang terus belajar menjadi lebih baik sembari mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Identitas Singkat
- Nama: Ngatini, S.Pd.
- Alamat: Dusun Jipangulu RT 003/RW 001, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro
- Jabatan di MUI: Anggota Komisi Organisasi dan Kelembagaan
- Jabatan Sosial: Pengurus PAC Muslimat NU Margomulyo
- Bidang Keahlian: Resep Masakan Nusantara
- Pesan: “Bersyukur atas semua nikmat, dan berdamailah dengan diri sendiri.”







Tidak ada komentar:
Posting Komentar