Struktur Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo Masa Khidmat 2026–2031
Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Soleh Wibowo, S.M.
Soleh Wibowo, S.M. merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang aktif dalam bidang kesekretariatan, organisasi kepemudaan, serta pengelolaan media dan dokumentasi. Berdomisili di Dusun Piji RT 01/RW 07, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, beliau turut mengambil bagian dalam pengabdian keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Soleh Wibowo, S.M. dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris I. Posisi tersebut memiliki peran penting dalam mendukung administrasi organisasi, penyusunan program, pengelolaan dokumen, serta koordinasi berbagai kegiatan agar dapat berjalan secara tertib, efektif, dan terarah.
Di bidang sosial dan kepemudaan, beliau dipercaya sebagai Ketua PAC IPNU Margomulyo. Amanah tersebut menjadi bagian dari kiprahnya dalam membina dan menggerakkan generasi muda Nahdlatul Ulama agar aktif dalam kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan organisasi. Melalui IPNU, beliau turut mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki karakter, kreativitas, dan semangat berkhidmat kepada masyarakat.
Sesuai dengan bidang keahliannya, Soleh Wibowo memiliki kemampuan dalam kesekretariatan serta media desain dan dokumentasi. Kemampuan tersebut menjadi pendukung penting dalam pengelolaan administrasi sekaligus publikasi kegiatan organisasi. Perpaduan antara ketelitian dalam administrasi dan kreativitas dalam media membuat beliau dapat berkontribusi dalam menghadirkan tata kelola organisasi yang rapi sekaligus komunikatif.
Dalam menjalani kehidupan dan pengabdian, beliau memegang prinsip yang sederhana tetapi memiliki makna yang luas: “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.” Pesan tersebut menggambarkan pandangan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki atau dicapai untuk dirinya sendiri, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
Prinsip tersebut menjadi dorongan untuk terus berkarya, membantu sesama, dan menggunakan ilmu serta keterampilan yang dimiliki untuk kemaslahatan. Kesekretariatan, desain, dokumentasi, maupun aktivitas organisasi pada akhirnya dapat menjadi sarana pengabdian apabila dijalankan dengan niat yang baik dan penuh tanggung jawab.
Melalui amanah di MUI dan kiprahnya sebagai Ketua PAC IPNU Margomulyo, Soleh Wibowo, S.M. terus berupaya memberikan kontribusi bagi organisasi dan masyarakat. Semangat untuk menjadi pribadi yang bermanfaat menjadi landasan dalam menjalankan setiap tugas, menjaga amanah, serta membangun generasi yang aktif dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Identitas Singkat
- Nama: Soleh Wibowo, S.M.
- Alamat: Dusun Piji RT 01/RW 07, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro
- Jabatan di MUI: Sekretaris I
- Jabatan Sosial: Ketua PAC IPNU Margomulyo
- Bidang Keahlian: Kesekretariatan; Media Desain dan Dokumentasi
- Pesan: “Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.”
Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Syaifudin, S.H.
Syaifudin, S.H. merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang aktif dalam kegiatan keagamaan, organisasi, serta mendukung pengelolaan administrasi berbasis teknologi. Berdomisili di Kalimojo RT 01/RW 01, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, beliau turut mengambil bagian dalam berbagai aktivitas sosial dan kemasyarakatan.
Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Syaifudin, S.H. dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum. Posisi tersebut memiliki peran dalam mendukung kepemimpinan organisasi, memperkuat koordinasi antarpengurus, serta turut memastikan berbagai program MUI dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di lingkungan Nahdlatul Ulama, beliau aktif sebagai Sekretaris Ranting NU Margomulyo. Peran tersebut menjadi bagian dari pengabdian dalam mendukung kegiatan organisasi di tingkat ranting, khususnya dalam bidang administrasi, koordinasi, serta komunikasi antaranggota dan masyarakat.
Dengan keahlian sebagai operator komputer, Syaifudin memiliki kemampuan yang mendukung kebutuhan administrasi dan pengelolaan informasi organisasi. Di tengah perkembangan teknologi digital, keterampilan tersebut menjadi semakin penting dalam membantu organisasi bekerja secara lebih efektif, tertib, dan efisien.
Dalam menjalani kehidupan, beliau menyampaikan sebuah pesan yang erat kaitannya dengan rasa syukur dan qanaah, yaitu: “Nikmat yang paling indah adalah ketika kita merasa cukup dengan apa yang ada, karena dengan merasa cukup dengan apa yang ada akan menjadikan hati terhindar dari sifat iri dan dengki.”
Pesan tersebut mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak selalu ditentukan oleh banyaknya sesuatu yang dimiliki. Rasa cukup membuat seseorang mampu menghargai nikmat yang telah diberikan Allah SWT, sehingga hati menjadi lebih tenang dan tidak mudah membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain.
Sikap merasa cukup bukan berarti berhenti berusaha atau tidak memiliki cita-cita. Sebaliknya, qanaah mengajarkan seseorang untuk tetap berikhtiar dengan sungguh-sungguh, sekaligus menerima hasil yang diberikan Allah dengan penuh rasa syukur. Dengan demikian, hati dapat terjaga dari rasa iri dan dengki serta lebih mudah menghadirkan kedamaian dalam kehidupan.
Melalui amanah di MUI, kiprah di Nahdlatul Ulama, dan keterampilan di bidang teknologi, Syaifudin, S.H. terus berupaya memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya. Semangat berorganisasi yang disertai rasa syukur dan qanaah menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengabdian yang bermanfaat bagi agama dan masyarakat.
Identitas Singkat
- Nama: Syaifudin, S.H.
- Alamat: Kalimojo RT 01/RW 01, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro
- Jabatan di MUI: Wakil Ketua Umum
- Jabatan Sosial: Sekretaris Ranting NU Margomulyo
- Bidang Keahlian: Operator Komputer
- Pesan: “Nikmat yang paling indah adalah ketika kita merasa cukup dengan apa yang ada, karena dengan merasa cukup dengan apa yang ada akan menjadikan hati terhindar dari sifat iri dan dengki.”
Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — M. Miran, QR., M.Pd.I.
Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, M. Miran, QR., M.Pd.I. dipercaya sebagai Anggota Dewan Pertimbangan. Amanah tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pandangan, masukan, dan pertimbangan dalam mendukung pelaksanaan program serta arah gerak organisasi agar senantiasa sesuai dengan kebutuhan umat dan perkembangan masyarakat.
Di lingkungan Nahdlatul Ulama, beliau juga aktif sebagai Pengurus MWCNU Margomulyo. Kiprah tersebut menjadi wujud konsistensi dalam berkhidmat kepada agama dan masyarakat melalui organisasi. Dengan pengalaman dan kepedulian yang dimiliki, beliau turut berperan dalam memperkuat kegiatan keagamaan, sosial, dan pembinaan masyarakat di wilayah Margomulyo.
Salah satu bidang keahlian yang menjadi perhatian beliau adalah manajemen keluarga sakinah. Bidang ini memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, saling menghormati, serta berlandaskan nilai-nilai agama. Keluarga yang kuat dan sehat menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk masyarakat yang baik dan generasi yang berkualitas.
Dalam menjalankan setiap amanah, M. Miran, QR., M.Pd.I. menekankan pentingnya melaksanakan amanah sebagaimana mestinya. Menurut beliau, amanah bukan sekadar tanggung jawab yang harus ditunaikan, tetapi juga bentuk kepercayaan yang harus dijaga dengan kejujuran, kesungguhan, dan rasa tanggung jawab.
Khusus bagi generasi penerus bangsa, beliau menitipkan pesan yang dirangkum dalam sebuah prinsip “CERIA”, yaitu Cerdas, Empati, Ramah, Iman, dan Amanah. Cerdas berarti memiliki wawasan dan kemampuan untuk menghadapi tantangan zaman. Empati berarti mampu memahami dan peduli terhadap keadaan orang lain. Ramah menjadi cerminan akhlak dalam berinteraksi. Iman menjadi landasan dalam menjalani kehidupan, sedangkan amanah menjadi karakter penting dalam menjalankan tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda agar tidak hanya unggul dalam ilmu dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter yang baik. Dengan kecerdasan yang dilandasi iman, empati yang diwujudkan melalui kepedulian, keramahan dalam pergaulan, serta sikap amanah dalam menjalankan tanggung jawab, generasi penerus diharapkan mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa.
Melalui amanah di MUI, kiprah di MWCNU, serta perhatian terhadap pembinaan keluarga sakinah, M. Miran, QR., M.Pd.I. terus berupaya memberikan kontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih harmonis. Baginya, pengabdian harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, sementara generasi penerus harus dipersiapkan dengan ilmu, akhlak, iman, dan karakter yang kuat.
Identitas Singkat
- Nama: M. Miran, QR., M.Pd.I.
- Alamat: RT 02/RW 05, Jepang, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur
- Jabatan di MUI: Anggota Dewan Pertimbangan
- Jabatan Sosial: Pengurus MWCNU Margomulyo
- Bidang Keahlian: Manajemen Keluarga Sakinah
- Pesan: “Laksanakan amanah sebagaimana mestinya. Sebagai generasi penerus bangsa, harus CERIA: Cerdas, Empati, Ramah, Iman, serta Amanah.”
Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Nur Hadi Prastyo, S.A.P.
Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Nur Hadi Prastyo, S.A.P. dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara Umum. Amanah tersebut menuntut ketelitian, tanggung jawab, serta kemampuan dalam mengelola administrasi dan keuangan organisasi secara tertib, transparan, dan profesional. Dengan pengalaman yang dimiliki, beliau turut mendukung agar roda organisasi MUI dapat berjalan dengan baik dan terarah.
Di lingkungan Nahdlatul Ulama, beliau juga aktif sebagai Ketua Ranting NU Ngelo. Peran tersebut menjadi bagian dari pengabdian dalam menggerakkan organisasi di tingkat desa, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta mendorong terlaksananya berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang memberikan manfaat bagi warga.
Sesuai dengan bidang keahliannya, yaitu pengelolaan organisasi dan birokrasi, Nur Hadi Prastyo memiliki perhatian terhadap pentingnya tata kelola yang teratur, koordinasi yang baik, serta pembagian tugas dan tanggung jawab yang proporsional. Kemampuan tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan amanah organisasi secara efektif dan bertanggung jawab.
Dalam menjalankan kehidupan dan pengabdiannya, beliau memiliki pesan yang sederhana namun mengandung prinsip keadilan dan ketepatan dalam menyikapi perbedaan: “Yang sama jangan dibeda-bedakan, yang berbeda jangan disama-samakan.”
Pesan tersebut mengajarkan bahwa setiap persoalan perlu ditempatkan secara proporsional. Hal-hal yang memiliki kesamaan hendaknya diperlakukan secara adil, sementara perbedaan perlu dihargai sesuai dengan karakter, kebutuhan, dan kondisi masing-masing. Prinsip ini menjadi penting dalam kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi agar tidak terjadi perlakuan yang tidak semestinya.
Bagi Nur Hadi Prastyo, pengabdian dalam organisasi bukan hanya tentang menjalankan sebuah jabatan, tetapi juga tentang menjaga amanah, membangun tata kelola yang baik, serta menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat. Dengan pengalaman di bidang organisasi dan birokrasi, beliau terus berupaya memberikan kontribusi terbaik melalui MUI dan Nahdlatul Ulama.
Identitas Singkat
- Nama: Nur Hadi Prastyo, S.A.P.
- Alamat: Dusun Jipangulu RT 001/RW 001, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo
- Jabatan di MUI: Bendahara Umum
- Jabatan Sosial: Ketua Ranting NU Ngelo
- Bidang Keahlian: Pengelolaan Organisasi dan Birokrasi
- Pesan: “Yang sama jangan dibeda-bedakan, yang berbeda jangan disama-samakan.”
Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Sakiman
Sakiman merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang aktif dalam bidang keagamaan, kerukunan, serta kehidupan sosial kemasyarakatan. Berdomisili di Dusun Payung RT 01/RW 02, Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, beliau turut mengambil bagian dalam menjaga kebersamaan dan keharmonisan masyarakat.
Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Sakiman dipercaya sebagai Anggota Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Kerukunan Umat Beragama. Amanah tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat persaudaraan sesama umat Islam, membangun sikap saling menghargai, serta turut menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.
Di lingkungan Nahdlatul Ulama, Sakiman juga aktif sebagai Wakil Ketua Ranting NU Geneng. Melalui peran tersebut, beliau turut berkontribusi dalam menjalankan kegiatan organisasi dan keagamaan di tingkat desa, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan serta gotong royong di tengah masyarakat.
Selain aktivitas keagamaan dan organisasi, Sakiman memiliki keahlian sebagai teknisi komputer. Kemampuan tersebut menjadi bekal berharga di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Keahlian di bidang teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu berbagai kebutuhan administrasi, komunikasi, maupun aktivitas digital dalam kehidupan organisasi dan masyarakat.
Dalam menjalani kehidupan, Sakiman memegang pesan sederhana namun penuh makna: “Jadilah dirimu sendiri, jangan jadi diri orang lain.” Pesan ini mengajarkan pentingnya menjadi pribadi yang percaya diri, mengenali potensi diri, serta tidak kehilangan jati diri hanya karena ingin mengikuti kehidupan atau pencapaian orang lain.
Menjadi diri sendiri bukan berarti menutup diri dari nasihat dan pembelajaran, melainkan mampu mengambil hal-hal baik dari orang lain tanpa harus kehilangan karakter dan prinsip pribadi. Dengan mengenali kemampuan yang dimiliki, setiap orang dapat memberikan kontribusi terbaik sesuai dengan jalan pengabdiannya masing-masing.
Melalui amanah di MUI, kiprahnya di NU, serta keahlian di bidang teknologi, Sakiman terus berupaya mengambil bagian dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat menjaga ukhuwah, merawat kerukunan, dan tetap menjadi pribadi yang autentik menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
Identitas Singkat
- Nama: Sakiman
- Alamat: Dusun Payung RT 01/RW 02, Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro
- Jabatan di MUI: Anggota Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Kerukunan Umat Beragama
- Jabatan Sosial: Wakil Ketua Ranting NU Geneng
- Bidang Keahlian: Teknisi Komputer
- Pesan: “Jadilah dirimu sendiri, jangan jadi diri orang lain.”
Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Ahmad Imam Kanafi
Ahmad Imam Kanafi merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang aktif dalam bidang organisasi dan pengelolaan keuangan. Berdomisili di RT 03/RW 04, Dusun Singgih, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, beliau turut mengambil bagian dalam mendukung penguatan tata kelola organisasi dan kegiatan sosial keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Ahmad Imam Kanafi dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara II. Posisi tersebut memiliki peran penting dalam mendukung tertib administrasi dan pengelolaan keuangan organisasi, sehingga berbagai program dan kegiatan dapat berjalan secara terencana, transparan, dan bertanggung jawab.
Di bidang sosial dan organisasi, beliau aktif sebagai Anggota GP Ansor PAC Margomulyo serta dipercaya sebagai Sekretaris LTM NU. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian beliau dalam organisasi Nahdlatul Ulama, sekaligus menjadi ruang untuk berkontribusi dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
Dengan keahlian di bidang manajemen keuangan, Ahmad Imam Kanafi memiliki kompetensi yang relevan dengan amanah yang dijalankannya. Kemampuan dalam mengelola, merencanakan, dan menata keuangan menjadi salah satu unsur penting dalam membangun organisasi yang sehat, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam menjalani kehidupan dan pengabdian, beliau memiliki pesan singkat namun penuh makna: “Kesadaran adalah hukuman paling berat.” Kalimat tersebut dapat dimaknai sebagai sebuah refleksi bahwa ketika seseorang telah menyadari kesalahan, kekurangan, atau akibat dari sebuah tindakan, kesadaran itu sendiri dapat menjadi beban batin yang lebih berat daripada hukuman yang datang dari luar.
Namun, kesadaran juga merupakan pintu menuju perubahan. Dengan menyadari kesalahan, seseorang memiliki kesempatan untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, dan mengambil langkah yang lebih baik. Karena itu, kesadaran bukan hanya tentang menyadari kesalahan, tetapi juga tentang keberanian untuk bertanggung jawab dan belajar dari setiap pengalaman.
Melalui amanah di MUI, aktivitas bersama GP Ansor, serta kiprahnya di LTM NU, Ahmad Imam Kanafi terus berupaya memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan dan bidang yang dikuasainya. Baginya, pengabdian merupakan proses untuk terus belajar, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi organisasi serta masyarakat.
Identitas Singkat
- Nama: Ahmad Imam Kanafi
- Alamat: RT 03/RW 04, Dusun Singgih, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro
- Jabatan di MUI: Bendahara II
- Jabatan Sosial: Anggota GP Ansor PAC Margomulyo dan Sekretaris LTM NU
- Bidang Keahlian: Manajemen Keuangan
- Pesan: “Kesadaran adalah hukuman paling berat.”
Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Imam Soepardji
Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Imam Soepardji dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan. Amanah tersebut menempatkan beliau sebagai salah satu figur yang memberikan pertimbangan, pandangan, dan masukan dalam mendukung arah gerak organisasi. Pengalaman dan kepeduliannya terhadap persoalan kemasyarakatan menjadi bekal penting dalam menjalankan amanah tersebut.
Di lingkungan Nahdlatul Ulama, Imam Soepardji juga aktif sebagai Pengurus MWCNU Margomulyo. Kiprahnya dalam organisasi menjadi bagian dari pengabdian yang terus diarahkan untuk menjaga kerukunan, memperkuat kebersamaan, serta memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat yang aman, nyaman, dan harmonis.
Bidang keahlian beliau adalah kemasyarakatan, yang mencerminkan perhatian terhadap dinamika kehidupan masyarakat. Menurut pandangannya, menghadapi era global tidak cukup hanya dengan kemampuan ekonomi dan modal, tetapi juga membutuhkan kuatnya akidah dan sehatnya akal sebagai fondasi dalam menentukan arah kehidupan.
Salah satu gagasan yang menjadi pesan beliau adalah pentingnya mengutamakan ketenangan daripada sekadar kesenangan. Kesenangan yang ditempuh dengan jalan yang keliru justru dapat membawa seseorang pada persoalan. Sebaliknya, ketenangan yang dibangun dengan iman, akal sehat, dan sikap yang benar akan menjadi jalan menuju kebahagiaan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, beliau juga menekankan pentingnya menjaga hubungan yang akur daripada memperbesar perbedaan. Prinsip tersebut beliau ungkapkan dengan ungkapan sederhana namun menarik: “Dalam pergaulan mengutamakan yang akur daripada eker. Sehingga dalam menyelesaikan masalah mengutamakan cara ger-geran daripada gegeran.” Pesan ini mengandung ajakan untuk menyelesaikan persoalan dengan komunikasi, kebersamaan, dan suasana yang sejuk, bukan dengan pertengkaran dan konflik.
Lebih jauh, Imam Soepardji memperkenalkan orientasi “Triman”, yakni Iman, Aman, dan Uman. Ketiganya dipandang sebagai rangkaian yang dapat mengantarkan kehidupan menuju kondisi yang nyaman.
Pertama, Iman. Dengan iman, seseorang akan memiliki landasan untuk membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Iman menjadi kompas moral agar setiap langkah kehidupan tetap berada pada jalan yang benar.
Kedua, Aman. Dengan suasana yang aman, seseorang akan lebih mudah menyelesaikan berbagai urusan. Keamanan dan ketenteraman menjadi modal sosial untuk membangun hubungan yang sehat serta kehidupan masyarakat yang harmonis.
Ketiga, Uman. Segala sesuatu yang diperoleh dengan dasar iman dan dalam suasana yang aman pada akhirnya diharapkan mampu menghadirkan rasa nyaman. Dengan demikian, kehidupan tidak hanya mengejar kesenangan sesaat, tetapi membangun kebahagiaan yang lahir dari ketenangan, keberkahan, dan keseimbangan.
Pemikiran tersebut menjadi refleksi tentang pentingnya membangun kehidupan yang tidak hanya nyaman secara lahiriah, tetapi juga memiliki ketenangan batin. Bagi Imam Soepardji, kehidupan yang ideal adalah kehidupan yang berlandaskan iman, dijaga dengan keamanan, serta menghasilkan kemanfaatan dan kenyamanan bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Identitas Singkat
- Nama: Imam Soepardji
- Alamat: Dusun Suryo RT 01/RW 04, Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo
- Jabatan di MUI: Ketua Dewan Pertimbangan
- Jabatan Sosial: Pengurus MWCNU Margomulyo
- Bidang Keahlian: Kemasyarakatan
- Pesan: “Utamakan ketenangan daripada hanya kesenangan. Dalam kehidupan, orientasikan diri pada Triman: Iman, Aman, dan Uman. Dengan iman kita dapat membedakan kebenaran dan kebatilan, dengan aman kita mudah menyelesaikan urusan, dan dengan uman segala sesuatu yang diperoleh atas dasar iman dan dalam suasana aman akan menjadi nyaman.”
Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Ujang Idham Kholik
Ujang Idham Kholik merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang aktif dalam kegiatan dakwah, organisasi kepemudaan, serta pengembangan kreativitas di bidang digital. Berdomisili di Dusun Jerukgulung RT 003/RW 003, Desa/Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, beliau turut mengambil bagian dalam upaya membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.
Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Ujang Idham Kholik dipercaya sebagai Anggota Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat. Amanah tersebut menjadi ruang bagi beliau untuk ikut berkontribusi dalam kegiatan dakwah, pembinaan umat, serta pengembangan kehidupan sosial keagamaan di tengah masyarakat.
Di bidang sosial dan kepemudaan, beliau aktif sebagai Anggota GP Ansor PAC Margomulyo. Keterlibatan dalam organisasi Gerakan Pemuda Ansor menjadi bagian dari semangat berkhidmat dan membangun generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap agama, masyarakat, serta lingkungan sosial di sekitarnya.
Selain aktivitas organisasi dan dakwah, Ujang Idham Kholik memiliki keahlian di bidang desain grafis. Kemampuan tersebut menjadi bekal yang dapat mendukung kreativitas dalam menyampaikan pesan-pesan positif dan informasi keagamaan melalui media visual. Di era digital, desain grafis dapat menjadi salah satu sarana komunikasi yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai dakwah secara menarik dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.
Prinsip yang menjadi pesan beliau dalam menjalani kehidupan adalah “Tetap konsisten berbuat baik di saat suasana yang tidak baik.” Pesan ini mengandung keteguhan untuk tetap memilih kebaikan meskipun keadaan di sekitar tidak selalu mendukung. Sebab, kebaikan yang dilakukan dengan konsisten tidak hanya memberikan manfaat bagi orang lain, tetapi juga menjadi cerminan karakter dan keteguhan hati seseorang.
Bagi Ujang Idham Kholik, pengabdian melalui MUI, organisasi kepemudaan, dan kreativitas merupakan bagian dari ikhtiar untuk terus memberikan manfaat. Dengan semangat dakwah, kemampuan desain grafis, serta konsistensi dalam berbuat baik, beliau berupaya menjadikan setiap keterampilan dan kesempatan sebagai sarana untuk berkhidmat kepada agama dan masyarakat.
Identitas Singkat
- Nama: Ujang Idham Kholik
- Alamat: Dusun Jerukgulung RT 003/RW 003, Desa/Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro
- Jabatan di MUI: Anggota Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat
- Jabatan Sosial: Anggota GP Ansor PAC Margomulyo
- Bidang Keahlian: Desain Grafis
- Pesan: “Tetap konsisten berbuat baik di saat suasana yang tidak baik.”
Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — M. Andray Arahman, S.I.Kom.
M. Andray Arahman, S.I.Kom. merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang memiliki kompetensi di bidang komunikasi, kreativitas visual, dan teknologi informasi. Berdomisili di Payung RT 01/RW 02, Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo, beliau aktif mengambil bagian dalam kegiatan organisasi dan pengembangan informasi keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, M. Andray Arahman, S.I.Kom. dipercaya sebagai Anggota Komisi Hubungan Masyarakat dan Digitalisasi Informasi. Amanah ini sejalan dengan latar belakang keilmuan dan keterampilannya dalam bidang komunikasi, sekaligus menjadi ruang untuk mengembangkan penyampaian informasi keagamaan melalui media digital yang kreatif, edukatif, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Di bidang sosial dan kepemudaan, beliau aktif dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari proses pengabdian sekaligus pengembangan kapasitas generasi muda NU agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi organisasi.
Dengan keahlian di bidang desain, editing, dan dokumentasi, M. Andray Arahman memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan publikasi dan dokumentasi kegiatan organisasi. Kemampuan tersebut dapat menjadi sarana untuk menghadirkan informasi yang lebih menarik, komunikatif, dan relevan bagi masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin dekat dengan dunia digital.
Dalam menjalani kehidupan dan pengabdian, beliau memiliki pesan yang sederhana namun penuh makna: “Hidup adalah anugerah, jadi jalanilah kehidupan yang ada saat ini dengan penuh rasa syukur.” Pesan tersebut mengajarkan pentingnya menghargai setiap kesempatan yang diberikan Allah SWT, menikmati proses kehidupan dengan penuh kesadaran, serta senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah diterima.
Semangat berkarya melalui kreativitas digital, berorganisasi, dan berkhidmat di MUI menjadi bagian dari ikhtiar M. Andray Arahman untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, kemampuan mengelola informasi secara positif menjadi salah satu bentuk dakwah dan pengabdian yang memiliki nilai strategis.
Identitas Singkat
- Nama: M. Andray Arahman, S.I.Kom.
- Alamat: Payung RT 01/RW 02, Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo
- Jabatan di MUI: Anggota Komisi Hubungan Masyarakat dan Digitalisasi Informasi
- Jabatan Sosial: IPNU
- Bidang Keahlian: Desain, Editing & Dokumentasi
- Pesan: “Hidup adalah anugerah, jadi jalanilah kehidupan yang ada saat ini dengan penuh rasa syukur.”
Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Gunowo Abdul Ghofur
Gunowo Abdul Ghofur merupakan salah satu tokoh yang mendapat amanah dalam kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo. Berdomisili di Tepus RT 01/RW 07, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, beliau aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Sunarmini, S.Pd.
Sunarmini, S.Pd. merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang aktif dalam pengabdian keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Berdomisili di Dusun Wates RT. 01/RW. 02, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, beliau terus mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan organisasi kemasyarakatan.
Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Sunarmini, S.Pd. mendapat amanah sebagai Anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Produk Halal. Amanah tersebut menjadi bagian dari upaya beliau untuk turut mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya produk halal, serta memperkuat peran umat dalam membangun kehidupan sosial dan ekonomi yang lebih baik.
Di bidang sosial dan organisasi, Sunarmini juga dipercaya sebagai Ketua PAC Fatayat NU. Peran ini menunjukkan konsistensinya dalam berkhidmat melalui organisasi, khususnya dalam menggerakkan perempuan muda Nahdlatul Ulama agar aktif dalam kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Selain aktivitas organisasi, Sunarmini memiliki keahlian dan pengalaman dalam mengajar Taman Kanak-Kanak (TK). Dunia pendidikan anak menjadi ruang pengabdian yang sangat penting bagi beliau, karena melalui pendidikan sejak usia dini dapat ditanamkan nilai-nilai agama, akhlak, kedisiplinan, kemandirian, dan kecintaan terhadap sesama.
Semangat pengabdian Sunarmini tercermin dalam pesan yang menjadi tekadnya dalam berorganisasi dan menjalani kehidupan: “Keinginan berkhidmat terus di NU sampai akhir hayat.” Kalimat tersebut menggambarkan komitmen yang kuat untuk terus memberikan manfaat, menjaga amanah, dan mengabdikan diri melalui Nahdlatul Ulama selama masih diberikan kesempatan dan kemampuan.
Bagi beliau, berkhidmat bukan sekadar menjalankan tugas organisasi, tetapi merupakan bagian dari perjalanan pengabdian kepada agama dan masyarakat. Semangat tersebut menjadi inspirasi untuk terus bergerak, belajar, dan memberikan manfaat bagi umat dengan penuh keikhlasan.
Identitas Singkat
- Nama: Sunarmini, S.Pd.
- Alamat: Dusun Wates RT. 01/RW. 02, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo
- Jabatan di MUI: Anggota Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Produk Halal
- Jabatan Sosial: Ketua PAC Fatayat NU
- Bidang Keahlian: Mengajar TK
- Pesan: “Keinginan berkhidmat terus di NU sampai akhir hayat.”
Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Anika Nuzul Hajar Yulia, S.Pd.
Anika Nuzul Hajar Yulia, S.Pd. merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan dan pengembangan generasi muda. Berdomisili di RT 03/RW 01, Dusun Kalimojo, Desa/Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, beliau aktif mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Rukmiati
Rukmiati merupakan salah satu sosok yang aktif dalam pengabdian keagamaan dan sosial kemasyarakatan di Kecamatan Margomulyo. Berdomisili di Dusun Kalimojo RT. 01 RW. 01, Desa Margomulyo, beliau dikenal memiliki semangat dalam berorganisasi serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Mustainah, S.Pd.I.
Mustainah, S.Pd.I. merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan dan kaderisasi generasi muda. Berdomisili di Dusun Kalimojo, Desa Margomulyo, beliau aktif menjalankan peran keagamaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Musaroh
- Nama: Musaroh
- Alamat: Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo
- Jabatan di MUI: Anggota Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat
- Jabatan Sosial: Ketua Ranting Muslimat NU
- Bidang Keahlian: Dakwah
- Pesan: “Tetaplah menjadi orang yang baik, jangan senang karena pujian.”
Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo – Siti Bariyah, S.Pd.I., S.Pd.
Anggota Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Kecamatan Margomulyo.
- Nama: Siti Bariyah, S.Pd.I., S.Pd.
- Alamat: Dusun Bandung, Desa Kalangan, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur
- Jabatan di MUI: Anggota Komisi Pendidikan dan Kaderisasi
- Jabatan Sosial: Pengurus PAC Fatayat NU
- Bidang Keahlian: Resep Masakan Nusantara
- Pesan: “Belajar dan Berjuang”



































