Selamat Datang Di Website Resmi MUI Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> MUI Margomulyo Gelar Sarasehan untuk Tingkatkan Konsolidasi dan Koordinasi

Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Diyono

profil-pengurus-mui-kecamatan0341899866
Diyono merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang memiliki perhatian terhadap bidang komunikasi, keamanan informasi, serta penguatan organisasi di tengah perkembangan era digital. Berdomisili di Dusun Kalimojo, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, beliau turut mengambil bagian dalam pengabdian keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Diyono dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum. Amanah tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab beliau dalam mendukung arah organisasi, memperkuat koordinasi antarpengurus, serta turut memastikan berbagai program MUI dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Di lingkungan Nahdlatul Ulama, Diyono juga dipercaya sebagai Wakil Ketua MWCNU Margomulyo. Peran tersebut menjadi ruang pengabdian untuk ikut memperkuat organisasi, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan sosial yang dilaksanakan oleh Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.

Humas dan Cyber Police: Mengawal Informasi di Era Digital

Diyono memiliki bidang keahlian dalam Hubungan Masyarakat (Humas) dan Cyber Police. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, kemampuan tersebut memiliki relevansi yang semakin penting.

Ruang digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, baik informasi yang benar maupun informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Kondisi tersebut membutuhkan kecermatan, literasi digital, serta kemampuan untuk menyikapi informasi secara bijaksana.

Dalam konteks organisasi dan dakwah, Humas memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara lembaga dengan masyarakat. Sementara perhatian terhadap keamanan dan aktivitas di ruang siber diperlukan agar masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya menjaga etika, keamanan, dan kebenaran informasi.

Keahlian tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk menciptakan ruang komunikasi yang sehat, mencegah penyebaran informasi yang merugikan, serta membantu masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi.

“Perbaikilah Perahumu karena Samudra Ombaknya Besar”

Prinsip kehidupan yang menjadi pesan Diyono adalah sebuah ungkapan penuh filosofi:

“Perbaikilah perahumu karena samudra ombaknya besar.”

Perahu dalam ungkapan tersebut dapat dimaknai sebagai diri, keluarga, organisasi, maupun kehidupan seseorang, sedangkan samudra menggambarkan dunia yang penuh dengan tantangan dan perubahan. Ombak yang besar merupakan simbol berbagai persoalan, ujian, godaan, dan dinamika kehidupan yang harus dihadapi.

Pesan tersebut mengajarkan bahwa seseorang tidak boleh menunggu datangnya badai untuk memperbaiki perahunya. Persiapan harus dilakukan sebelum menghadapi gelombang.

Dalam kehidupan, memperbaiki “perahu” berarti memperbaiki ilmu, akhlak, iman, keterampilan, hubungan dengan sesama, serta kesiapan mental dalam menghadapi perubahan. Begitu pula dalam organisasi, diperlukan tata kelola yang baik, sumber daya manusia yang berkualitas, komunikasi yang sehat, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(QS. At-Tahrim: 6)

Ayat tersebut mengandung pesan penting tentang perlunya mempersiapkan dan menjaga diri serta keluarga. Persiapan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan duniawi, tetapi juga menyangkut iman, pendidikan, akhlak, dan tanggung jawab spiritual.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada masing-masing ada kebaikan.”
(HR. Muslim)

Kekuatan yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga dapat dimaknai sebagai kekuatan iman, mental, ilmu, kemampuan, dan kesiapan menghadapi kehidupan.

Jangan Menunggu Ombak Membesar

Ungkapan Diyono mengajarkan pentingnya antisipasi dan kesiapan. Dalam kehidupan modern, perubahan datang begitu cepat. Teknologi berkembang, pola komunikasi berubah, tantangan sosial semakin kompleks, dan arus informasi semakin deras.

Karena itu, masyarakat perlu memperkuat “perahu” masing-masing. Keluarga perlu memperkuat pendidikan dan komunikasi. Generasi muda perlu memperkuat ilmu dan karakter. Organisasi perlu memperkuat tata kelola dan sumber daya manusia. Sementara masyarakat perlu memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial.

Terlebih dalam ruang digital, “ombak” informasi dapat datang tanpa mengenal batas. Berita palsu, provokasi, penipuan digital, ujaran kebencian, hingga berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi dapat menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kecerdasan dan kehati-hatian.

Karena itu, kemampuan Humas dan Cyber Police menjadi salah satu bentuk kesiapan menghadapi “samudra digital”. Bukan untuk menciptakan ketakutan, tetapi untuk membangun kesadaran, kewaspadaan, dan kecakapan dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Pengabdian yang Berorientasi pada Kemaslahatan

Amanah Diyono sebagai Wakil Ketua Umum MUI Kecamatan Margomulyo dan Wakil Ketua MWCNU Margomulyo menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang membutuhkan kesiapan menghadapi berbagai dinamika.

Setiap organisasi tentu memiliki tantangan. Namun, tantangan tersebut dapat dihadapi apabila fondasi organisasi terus diperbaiki. Sebagaimana sebuah perahu yang harus diperiksa sebelum berlayar, organisasi juga perlu terus melakukan evaluasi, memperkuat komunikasi, dan memperbaiki kekurangan.

Pada akhirnya, pesan “Perbaikilah perahumu karena samudra ombaknya besar” merupakan ajakan untuk tidak terlena dengan keadaan. Kehidupan akan terus bergerak dan tantangan akan terus datang. Yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin, memperbaiki apa yang masih kurang, serta memperkuat fondasi agar mampu melewati setiap gelombang.

Melalui amanah di MUI dan Nahdlatul Ulama, Diyono terus berupaya memberikan kontribusi sesuai dengan bidang yang dikuasainya. Dengan perhatian terhadap Humas dan keamanan ruang siber, beliau turut mengambil bagian dalam membangun komunikasi organisasi yang sehat serta masyarakat yang lebih bijak dan tangguh menghadapi perkembangan zaman.

Identitas Singkat

  • Nama: Diyono
  • Alamat: Dusun Kalimojo, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro
  • Jabatan di MUI: Wakil Ketua Umum
  • Jabatan Sosial: Wakil Ketua MWCNU Margomulyo
  • Bidang Keahlian: Humas dan Cyber Police
  • Pesan: “Perbaikilah perahumu karena samudra ombaknya besar.”
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total KUNJUNGAN

MUIM TV

Viral 30 hari Terahir

Postingan Populer

Arsip

Label