Drs. Moch. Thoyib merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang memiliki perhatian besar terhadap penguatan ukhuwah Islamiyah, kerukunan antarumat beragama, serta pembinaan kehidupan keluarga dan masyarakat. Berdomisili di Dusun Jeruk Gulung, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, beliau aktif mengambil bagian dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Drs. Moch. Thoyib dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Kerukunan Umat Beragama. Amanah ini memiliki posisi penting dalam menjaga persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.
Ukhuwah Islamiyah tidak hanya berbicara tentang hubungan antarsesama muslim, tetapi juga mengajarkan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan seluruh masyarakat. Perbedaan latar belakang, pemikiran, maupun pilihan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh, apalagi menimbulkan permusuhan.
Allah SWT berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
Ayat tersebut menjadi landasan penting bahwa persatuan dan kebersamaan merupakan nilai yang harus terus dijaga. Dalam kehidupan bermasyarakat, kerukunan bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan mampu hidup berdampingan dengan saling menghormati.
Pengabdian melalui DMI dan Nahdlatul Ulama
Selain amanah di MUI, Drs. Moch. Thoyib juga dipercaya sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) serta Pengurus MWCNU Margomulyo. Dua peran tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian beliau dalam memperkuat kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan.
Sebagai Ketua DMI, perhatian terhadap masjid menjadi bagian penting dalam pengabdian. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pendidikan, pembinaan umat, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ukhuwah.
Sementara keterlibatan dalam MWCNU menjadi ruang untuk turut memperkuat kegiatan keagamaan dan sosial di tingkat kecamatan. Sinergi antara MUI, DMI, NU, dan berbagai elemen masyarakat menjadi modal penting untuk membangun kehidupan keagamaan yang damai dan memberikan manfaat luas.
Humas dan Pembinaan Keluarga Sakinah
Drs. Moch. Thoyib memiliki bidang keahlian dalam Humas dan Bina Sakinah. Kemampuan membangun komunikasi menjadi sangat penting dalam kehidupan masyarakat yang beragam.
Komunikasi yang baik dapat mencegah kesalahpahaman, mempererat hubungan, dan menjadi sarana untuk menyelesaikan persoalan dengan cara yang bijaksana. Dalam konteks ukhuwah dan kerukunan, kemampuan mendengarkan, memahami, dan menghargai orang lain menjadi bagian penting dari membangun hubungan sosial yang sehat.
Sementara pembinaan keluarga sakinah menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan keluarga sebagai fondasi masyarakat. Keluarga yang harmonis akan melahirkan lingkungan yang sehat bagi tumbuhnya generasi yang berakhlak, toleran, dan memiliki kepedulian sosial.
“Tetaplah Berbuat Baik di Saat Alam Tidak Baik-Baik”
Prinsip kehidupan yang menjadi pesan Drs. Moch. Thoyib adalah:
“Tetaplah berbuat baik di saat alam tidak baik-baik.”
Pesan tersebut mengandung ajaran tentang istiqamah dalam kebaikan. Berbuat baik ketika keadaan sedang baik mungkin terasa mudah. Namun, mempertahankan kebaikan ketika menghadapi keadaan yang sulit, tekanan, perbedaan, atau perlakuan yang kurang menyenangkan membutuhkan keteguhan hati.
Kebaikan tidak seharusnya bergantung pada bagaimana orang lain memperlakukan kita. Justru ketika keadaan tidak ideal, karakter seseorang akan terlihat. Apakah ia tetap mampu bersikap santun, sabar, dan bijaksana, atau justru membalas keburukan dengan keburukan.
Allah SWT berfirman:
وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ
Ayat tersebut memberikan pelajaran bahwa kebaikan justru memiliki kekuatan ketika berhadapan dengan keburukan. Sikap yang baik dapat menjadi jalan untuk meredakan permusuhan dan membuka kembali ruang persaudaraan.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
Hadis tersebut mengajarkan tiga hal penting: menjaga ketakwaan, membalas keburukan dengan kebaikan, dan membangun hubungan dengan manusia melalui akhlak yang baik.
Menjaga Kebaikan di Tengah Perbedaan
Dalam kehidupan masyarakat, keadaan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada perbedaan pendapat, kesalahpahaman, persoalan sosial, bahkan situasi yang dapat memicu konflik.
Di sinilah pentingnya keteladanan dari para tokoh agama dan masyarakat. Ketika situasi sedang tidak baik, dibutuhkan orang-orang yang mampu menjadi penyejuk, bukan justru menambah panas keadaan.
Menjaga ukhuwah berarti bersedia menjadi jembatan ketika terjadi perbedaan. Menjaga kerukunan berarti mengutamakan dialog daripada pertengkaran. Dan menjaga kebaikan berarti tidak membiarkan keadaan yang buruk mengubah diri menjadi buruk pula.
Pesan “Tetaplah berbuat baik di saat alam tidak baik-baik” dengan demikian bukan sekadar nasihat moral, tetapi juga menjadi prinsip penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Menjadi Penjaga Persaudaraan
Amanah Drs. Moch. Thoyib sebagai Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Kerukunan Umat Beragama MUI Kecamatan Margomulyo menjadi sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Di tengah perubahan sosial yang cepat, persatuan dan kerukunan harus terus dirawat.
Melalui peran di MUI, DMI, dan MWCNU Margomulyo, beliau terus berupaya mengambil bagian dalam menjaga hubungan baik antarsesama, memperkuat kehidupan masjid, serta membangun keluarga dan masyarakat yang harmonis.
Pada akhirnya, kehidupan yang damai tidak lahir hanya dari banyaknya aturan, tetapi dari kesediaan setiap orang untuk menjaga akhlak, menghormati perbedaan, dan terus berbuat baik.
Sebab, ketika keadaan di sekitar kita tidak selalu baik-baik saja, justru saat itulah kebaikan kita paling dibutuhkan.
Identitas Singkat
- Nama: Drs. Moch. Thoyib
- Alamat: Dusun Jeruk Gulung, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro
- Jabatan di MUI: Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Kerukunan Umat Beragama
- Jabatan Sosial: Ketua DMI dan Pengurus MWCNU Margomulyo
- Bidang Keahlian: Humas dan Bina Sakinah
- Pesan: “Tetaplah berbuat baik di saat alam tidak baik-baik.”







Tidak ada komentar:
Posting Komentar