Selamat Datang Di Website Resmi MUI Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> MUI Margomulyo Gelar Sarasehan untuk Tingkatkan Konsolidasi dan Koordinasi
Tampilkan postingan dengan label Pembentukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembentukan. Tampilkan semua postingan

Musyawarah Pembentukan MUI Desa Sekecamatan Margomulyo: Sinergi Masyarakat dan Pemimpin Lokal


Margomulyo, 2 November 2023 - Masyarakat Desa Sekecamatan Margomulyo bersatu dalam sebuah musyawarah yang monumental, dalam upaya membentuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) di tingkat desa. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 30 Oktober hingga 2 November 2023 di enam desa yang ada di kecamatan tersebut, yaitu Desa Kalangan, Ngelo, Sumberjo, Margomulyo, Meduri, dan Geneng.


Musyawarah ini menjadi tonggak sejarah bagi warga setempat, sebagai wujud partisipasi aktif dalam merumuskan kebijakan keagamaan di tingkat desa. Ketua MUI Margomulyo, Kiyai Badrun, menjadi tokoh sentral yang memimpin musyawarah ini. Dukungan penuh juga terlihat dari para kepala desa di keenam desa yang termasuk dalam kecamatan ini, menunjukkan komitmen bersama untuk mengukuhkan keberadaan MUI di tingkat desa.

“Musyawarah ini merupakan bentuk kesepakatan bersama untuk memperkuat peran MUI dalam menyuarakan nilai-nilai keagamaan dan moral di masyarakat. Kami yakin dengan terbentuknya MUI Desa, akan semakin meningkatkan kesejahteraan dan keharmonisan di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Kiyai Badrun dengan penuh semangat.



Selain dukungan dari ketua MUI setempat, musyawarah ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, HUDA AFRIANTO, S.Ag. Beliau memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah-langkah konstruktif yang diambil oleh warga masyarakat dalam mendukung pembentukan MUI Desa. “Ini adalah bentuk kesadaran bersama untuk menjaga dan memperkokoh keberagaman serta menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan,” ujar Huda Afrianto.

Proses musyawarah ini tidak hanya melibatkan para tokoh agama, namun juga melibatkan perwakilan dari berbagai lapisan masyarakat. Diskusi dan dialog yang terbuka menghasilkan berbagai ide konstruktif untuk menjadikan MUI Desa sebagai lembaga yang inklusif dan mampu menjawab tantangan zaman.


Dengan penuh semangat dan semakin solidnya dukungan seluruh elemen masyarakat, MUI Desa Sekecamatan Margomulyo siap melangkah menjadi garda terdepan dalam membangun toleransi, kebersamaan, dan memperkokoh akidah keagamaan di tingkat desa. Musyawarah ini tidak hanya menciptakan sebuah lembaga keagamaan, tetapi juga memupuk semangat kebersamaan yang menjadi fondasi kuat bagi kemajuan masyarakat.




Share:

Khidmat dan Demokratis, MUSDA MUI Margomulyo Hasilkan Kepemimpinan Berkelanjutan untuk Umat



Margomulyo – Senin, 18 Mei 2026. Suasana penuh khidmat sekaligus semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang digelar pada Senin, 18 Mei 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Kecamatan Margomulyo. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menentukan arah kepemimpinan dan penguatan peran MUI di tengah dinamika kehidupan umat dan masyarakat.

MUSDA yang dihadiri jajaran pengurus MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pemerintah kecamatan, serta berbagai elemen organisasi keagamaan tersebut berlangsung dengan tertib, penuh kekeluargaan, dan nuansa musyawarah yang kental. Forum ini tidak hanya menjadi agenda pertanggungjawaban organisasi, namun juga wadah konsolidasi ulama dan umaro dalam memperkokoh pelayanan keagamaan di Kecamatan Margomulyo.

Sidang MUSDA diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban (SPJ) kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo periode 2021–2026. Setelah melalui pembahasan dan tanggapan peserta sidang, laporan tersebut akhirnya dinyatakan diterima oleh seluruh peserta MUSDA. Keputusan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian pengurus selama lima tahun terakhir dalam menjaga harmoni umat, membina kehidupan keagamaan, serta mengawal berbagai program kemasyarakatan dan keumatan di wilayah Margomulyo.

Puncak MUSDA berlangsung saat agenda rapat formatur digelar. Dalam forum yang dipimpin oleh Huda Afrianto, S.Ag. bersama Tri Maryono, S.A.P., suasana musyawarah berjalan dinamis namun penuh kekompakan. Dari hasil pembahasan dan kesepakatan bersama, Lamiran, S.Pd.I., S.H. secara aklamasi kembali dipercaya untuk memimpin MUI Kecamatan Margomulyo sebagai Ketua Umum periode 2026–2031.

Keputusan aklamasi tersebut disambut hangat dan penuh antusias oleh seluruh peserta forum. Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Lamiran dinilai sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinan, dedikasi, serta kontribusinya dalam menjaga eksistensi dan marwah MUI sebagai rumah besar umat Islam di Kecamatan Margomulyo.

Tidak hanya itu, dalam rapat formatur tersebut, posisi Ketua Umum Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Margomulyo juga kembali dipercayakan kepada Imam Suparji. Penetapan tersebut menegaskan pentingnya kesinambungan kepemimpinan dan peran para tokoh senior dalam memberikan arah, nasihat, serta pertimbangan strategis bagi perjalanan organisasi ke depan.

MUSDA MUI Kecamatan Margomulyo tahun 2026 ini menjadi simbol kuatnya soliditas ulama dan umaro dalam merawat ukhuwah Islamiyah, memperkuat moderasi beragama, serta menjawab tantangan zaman dengan semangat kebersamaan dan pengabdian. Dengan kepemimpinan baru yang kembali mendapat legitimasi penuh dari forum musyawarah, diharapkan MUI Margomulyo semakin aktif, progresif, dan hadir sebagai garda terdepan dalam membimbing umat serta menjaga stabilitas sosial-keagamaan di tengah masyarakat.

Seusai penetapan formatur dan kepengurusan inti, forum MUSDA dilanjutkan dengan penyampaian harapan serta arah kebijakan organisasi untuk lima tahun mendatang. Dalam kesempatan tersebut, berbagai masukan strategis mengemuka, mulai dari penguatan dakwah moderat, pemberdayaan ekonomi umat, pembinaan generasi muda Islam, hingga peningkatan sinergitas antara MUI dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan Islam di wilayah Kecamatan Margomulyo.

Ketua MUI Kecamatan Margomulyo terpilih, Lamiran, S.Pd.I., S.H., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah besar yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa kepercayaan tersebut bukanlah kehormatan pribadi semata, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama seluruh jajaran pengurus dan elemen umat Islam di Margomulyo.

“Kepercayaan ini adalah amanah yang sangat berat. Karena itu, saya mengajak seluruh pengurus, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat persatuan umat, dan bersama-sama membangun MUI yang semakin hadir, bermanfaat, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Sidang Formatur, Huda Afrianto, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas jalannya MUSDA yang berlangsung kondusif, demokratis, dan penuh semangat musyawarah. Menurutnya, soliditas yang ditunjukkan seluruh peserta menjadi modal penting bagi keberlangsungan program-program keumatan di masa mendatang.

Hal senada juga disampaikan Tri Maryono, S.A.P., yang menilai bahwa kekompakan para tokoh agama dan unsur pemerintahan dalam MUSDA tersebut mencerminkan kuatnya komitmen bersama untuk menjaga stabilitas sosial dan kehidupan religius masyarakat Margomulyo.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian agenda MUSDA, maka secara resmi estafet kepemimpinan MUI Kecamatan Margomulyo periode 2026–2031 kembali dilanjutkan di bawah kepemimpinan Lamiran, S.Pd.I., S.H. bersama jajaran formatur dan Dewan Pertimbangan yang baru ditetapkan. Harapan besar pun disematkan agar MUI Margomulyo semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam membina umat.

MUSDA tahun 2026 ini sekaligus menjadi penanda bahwa semangat persatuan ulama, umaro, dan masyarakat Margomulyo tetap terjaga kokoh. Dari Pendopo Kecamatan Margomulyo, tekad besar itu kembali diteguhkan: menghadirkan MUI sebagai pelayan umat, penjaga moral bangsa, dan mitra strategis dalam mewujudkan masyarakat yang religius, damai, dan berkemajuan.

“Musyawarah ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi ikhtiar bersama untuk menjaga amanah umat dan memperkuat peran ulama dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan bermartabat,” ungkap salah satu peserta MUSDA usai sidang formatur berlangsung.


Share:

MUSDA MUI Margomulyo Tegaskan Peran Strategis Ulama dalam Menjaga Harmoni Masyarakat


Margomulyo – Senin, 18 Mei 2026. Musyawarah Daerah (MUSDA) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo masa khidmah 2021–2026 sukses dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026 mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Pendopo Kecamatan Margomulyo. Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan sebagai forum evaluasi, pertanggungjawaban, sekaligus penyusunan arah perjuangan MUI Kecamatan Margomulyo ke depan.


Kegiatan tersebut dihadiri segenap jajaran Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo, unsur Forpimcam Margomulyo, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, perwakilan pondok pesantren, perwakilan Pengurus MUI Desa dari enam desa se-Kecamatan Margomulyo, serta sekitar 10 orang delegasi Pengurus MUI Kabupaten Bojonegoro.


Acara dipandu oleh Sekretaris MUI Kecamatan Margomulyo, Syaifudin, S.H., selaku pembawa acara. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang disampaikan oleh Ahmad Rifa’i, kemudian dilanjutkan sambutan panitia oleh Tri Maryono yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya MUSDA dengan lancar serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, terkhusus kepada Camat Margomulyo yang telah memberikan fasilititas dan mendukung secara penuh pendanaan kegiatan MUSDA MUI Kecamatan Margomulyo kali ini.

Memasuki agenda inti, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, Lamiran, S.Pd.I., S.H., menyampaikan sambutan sekaligus laporan pertanggungjawaban (SPJ) kepengurusan masa khidmah 2021–2026. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa MUI merupakan rumah besar umat Islam yang menjadi wadah para ulama, zu’ama, dan cendekiawan muslim dalam menjaga ukhuwah serta membimbing umat menuju Islam yang rahmatan lil ‘alamin.


Beliau juga memaparkan berbagai capaian program kerja selama satu periode kepengurusan, di antaranya berhasil mewujudkan kepengurusan MUI tingkat desa di enam desa se-Kecamatan Margomulyo, aktif melaksanakan safari dakwah di puluhan majelis taklim, penyebaran dakwah digital melalui website dan kanal media sosial MUI, sosialisasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, hingga program pembinaan keluarga sakinah dan penyuluhan pencegahan stunting serta pernikahan dini.


Selain itu, Ketua MUI juga menyampaikan bahwa selama masa kepengurusan, sinergitas dengan unsur pemerintah dan Forkopimcam terus terjalin dengan baik. MUI Kecamatan Margomulyo secara aktif hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan, sosial, maupun koordinasi lintas sektor sebagai bentuk pengabdian kepada umat dan bangsa.


Dalam laporan penutupnya, Ketua MUI menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjalankan amanah organisasi serta berharap kepengurusan yang akan datang mampu membawa MUI Kecamatan Margomulyo menjadi lebih baik, lebih solid, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sementara itu, Camat Margomulyo, Joko Tri Cahyono, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta MUSDA dan tim MUI Kabupaten Bojonegoro. Beliau memberikan apresiasi positif atas berbagai capaian dan kontribusi MUI Kecamatan Margomulyo selama satu periode terakhir.


Menurut beliau, MUI telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat, serta membangun harmonisasi di tengah kehidupan bermasyarakat. Camat Margomulyo juga berharap agar pada periode mendatang, MUI Kecamatan Margomulyo dapat semakin maju, inovatif, dan terus memperkuat sinergi antara ulama, umara, serta seluruh elemen masyarakat demi terciptanya kehidupan yang aman, damai, religius, dan harmonis.

Acara selanjutnya adalah pembinaan yang disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda Musyhur. Dalam arahannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas berbagai capaian dan kiprah Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo selama masa khidmah 2021–2026.


Menurut beliau, MUI Kecamatan Margomulyo telah menunjukkan peran aktif dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat, memperkuat sinergitas dengan pemerintah, serta menjaga kondusifitas umat di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks. Berbagai program dakwah, pembinaan umat, pemberdayaan keluarga, hingga penguatan kelembagaan MUI desa dinilai sebagai langkah positif yang perlu terus dikembangkan.


KH. Alamul Huda Musyhur yang akrab disapa Gus Huda juga berharap agar pada periode mendatang MUI Kecamatan Margomulyo mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas program kerja, baik dalam bidang dakwah, pendidikan umat, penguatan ekonomi syariah, maupun pembinaan generasi muda Islam. Beliau menegaskan bahwa siapapun nantinya yang terpilih sebagai Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, diharapkan mampu menjaga amanah organisasi, memperkuat kebersamaan lintas ormas Islam, serta terus menjadi perekat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Gus Huda secara resmi membuka jalannya Musyawarah Daerah (MUSDA) MUI Kecamatan Margomulyo. Suasana forum berlangsung penuh khidmat dan semangat musyawarah untuk mufakat sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan organisasi ulama di tingkat kecamatan.


Sebagai penutup rangkaian kegiatan pembukaan, Gus Huda juga berkenan memimpin doa bersama. Dengan penuh khusyuk, seluruh peserta MUSDA menengadahkan tangan, memohon keberkahan, kelancaran, serta hasil terbaik bagi perjalanan MUI Kecamatan Margomulyo ke depan agar senantiasa mampu menjadi pelayan umat, penjaga moral bangsa, dan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang religius, damai, dan harmonis.


Seusai rangkaian ceremonial opening MUSDA, kendali jalannya persidangan selanjutnya diambil alih oleh Tim MUI Kabupaten Bojonegoro untuk memimpin agenda inti Musyawarah Daerah secara resmi dan terstruktur sesuai mekanisme organisasi.


Agenda pertama dalam sidang MUSDA adalah pembacaan keputusan demisioner terhadap jajaran Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo masa khidmah 2021–2026, sekaligus pembahasan dan pengambilan keputusan terkait diterima atau tidaknya laporan pertanggungjawaban kepengurusan yang telah disampaikan sebelumnya oleh Ketua MUI Kecamatan Margomulyo.


Setelah melalui forum musyawarah, seluruh peserta MUSDA secara aklamasi menyatakan menerima laporan pertanggungjawaban pengurus MUI Kecamatan Margomulyo periode 2021–2026. Keputusan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, pengabdian, dan capaian program kerja yang telah dijalankan selama satu periode kepengurusan.

Tim Formatur Terpilih

Agenda berikutnya adalah pembentukan Tim Formatur sebanyak sembilan orang yang berasal dari berbagai unsur organisasi dan tokoh masyarakat sebagai representasi kebersamaan serta keterwakilan seluruh elemen umat Islam di Kecamatan Margomulyo. Tim Formatur tersebut terdiri dari unsur pengurus sebelumnya, dewan pertimbangan, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan ormas Islam, unsur perempuan, dan perwakilan pondok pesantren.


Adapun susunan Tim Formatur yang telah ditetapkan dalam forum MUSDA yaitu:


1. Nuryanto

2. Lamiran, S.Pd.I., S.H.

3. Syaifudin, S.H.

4. Eko Sunarno

5. Tri Maryono, S.A.P.

6. Kuslan, S.H.

7. Huda Afrianto, S.Ag.

8. Rukmiati

9. Risy’af Muafi, M.Pd.I.


Setelah ditetapkan, sembilan orang Tim Formatur tersebut melaksanakan sidang tertutup yang bertempat di lantai dua ruang PKK Kecamatan Margomulyo guna menentukan Ketua dan Sekretaris Formatur. Dalam sidang internal tersebut akhirnya disepakati dan ditetapkan Huda Afrianto sebagai Ketua Formatur dan Tri Maryono, S.A.P. sebagai Sekretaris Formatur.


Ketua dan Sekretaris Formatur selanjutnya bertugas memimpin jalannya sidang pemilihan Ketua Dewan Pertimbangan dan Ketua Umum Harian MUI Kecamatan Margomulyo untuk masa khidmah berikutnya.

Ketua dan Sekretaris Formatur

Dalam sidang yang dipimpin oleh Pak Huda — sapaan akrab Huda Afrianto, S.Ag. — proses pemilihan berlangsung penuh kekeluargaan, musyawarah, dan semangat persatuan. Setelah melalui berbagai pertimbangan serta masukan dari anggota formatur, forum akhirnya secara aklamasi kembali memilih Lamiran, S.Pd.I., S.H. sebagai Ketua Umum Harian MUI Kecamatan Margomulyo, sedangkan Imam Suparji ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Margomulyo.


Keputusan tersebut disambut positif oleh seluruh peserta MUSDA sebagai bentuk kesinambungan kepemimpinan dan harapan agar MUI Kecamatan Margomulyo semakin solid, progresif, dan mampu menjawab tantangan umat di masa mendatang.


Dengan berakhirnya seluruh rangkaian Musyawarah Daerah (MUSDA) MUI Kecamatan Margomulyo Tahun 2026, diharapkan kepengurusan baru yang telah terbentuk mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi dengan semangat pengabdian, keikhlasan, dan kebersamaan. Sinergi antara ulama, umara, tokoh masyarakat, pondok pesantren, serta seluruh elemen umat Islam menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan, memperkuat dakwah, dan membangun kehidupan masyarakat yang religius serta harmonis di Kecamatan Margomulyo.


MUSDA ini bukan sekadar agenda organisasi lima tahunan, melainkan momentum memperkuat ukhuwah dan konsolidasi umat demi terwujudnya MUI yang semakin responsif, adaptif, dan hadir di tengah masyarakat sebagai pelayan umat serta mitra strategis pemerintah. Dengan semangat musyawarah dan persatuan yang telah ditunjukkan selama forum berlangsung, MUI Kecamatan Margomulyo diharapkan terus menjadi rumah besar umat Islam yang membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Share:

Musyawarah Pembentukan MUI Desa Sekecamatan Margomulyo: Sinergi Masyarakat dan Pemimpin Lokal

Margomulyo, 2 November 2023 - Masyarakat Desa Sekecamatan Margomulyo bersatu dalam sebuah musyawarah yang monumental, dalam upaya membentuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) di tingkat desa. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 30 Oktober hingga 2 November 2023 di enam desa yang ada di kecamatan tersebut, yaitu Desa Kalangan, Ngelo, Sumberjo, Margomulyo, Meduri, dan Geneng.

Baca Juga: ToT Penguatan Ekonomi, keuangan Syari'ah dan Kemasjidan Untuk Khotib SeKabupaten Tuban dan Bojonegoro

Musyawarah ini menjadi tonggak sejarah bagi warga setempat, sebagai wujud partisipasi aktif dalam merumuskan kebijakan keagamaan di tingkat desa. Ketua MUI Margomulyo, Kiyai Badrun, menjadi tokoh sentral yang memimpin musyawarah ini. Dukungan penuh juga terlihat dari para kepala desa di keenam desa yang termasuk dalam kecamatan ini, menunjukkan komitmen bersama untuk mengukuhkan keberadaan MUI di tingkat desa.

“Musyawarah ini merupakan bentuk kesepakatan bersama untuk memperkuat peran MUI dalam menyuarakan nilai-nilai keagamaan dan moral di masyarakat. Kami yakin dengan terbentuknya MUI Desa, akan semakin meningkatkan kesejahteraan dan keharmonisan di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Kiyai Badrun dengan penuh semangat.

Baca Juga: Sedekah sebagai penyempurna sholat

Baca Juga:  "Syafari Dakwah Bersama Gus Huda": Kebersamaan dalam Sedekah Bumi di Makam Mbah Citro, Desa Ngelo Margomulyo Bojonegoro

Selain dukungan dari ketua MUI setempat, musyawarah ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, HUDA AFRIANTO, S.Ag. Beliau memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah-langkah konstruktif yang diambil oleh warga masyarakat dalam mendukung pembentukan MUI Desa. “Ini adalah bentuk kesadaran bersama untuk menjaga dan memperkokoh keberagaman serta menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan,” ujar Huda Afrianto.

Proses musyawarah ini tidak hanya melibatkan para tokoh agama, namun juga melibatkan perwakilan dari berbagai lapisan masyarakat. Diskusi dan dialog yang terbuka menghasilkan berbagai ide konstruktif untuk menjadikan MUI Desa sebagai lembaga yang inklusif dan mampu menjawab tantangan zaman.

Baca Juga: Do'a Bersama di Titik Nol Bendungan Karang Nongko: Awal Baru Pembangunan untuk Kesejahteraan Bersama

Dengan penuh semangat dan semakin solidnya dukungan seluruh elemen masyarakat, MUI Desa Sekecamatan Margomulyo siap melangkah menjadi garda terdepan dalam membangun toleransi, kebersamaan, dan memperkokoh akidah keagamaan di tingkat desa. Musyawarah ini tidak hanya menciptakan sebuah lembaga keagamaan, tetapi juga memupuk semangat kebersamaan yang menjadi fondasi kuat bagi kemajuan masyarakat.


(Tim MUIM Media)

Share:

Total KUNJUNGAN

MUIM TV

Viral 30 hari Terahir

Postingan Populer

Label

Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman