Atin merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang memiliki perhatian terhadap pembinaan umat, komunikasi sosial, serta penguatan kehidupan keluarga yang harmonis. Berdomisili di Dusun Kalimojo, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, beliau aktif mengambil bagian dalam kegiatan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Atin dipercaya sebagai Anggota Dewan Pertimbangan. Amanah tersebut menempatkan beliau sebagai salah satu bagian yang turut memberikan pandangan, pertimbangan, dan masukan dalam berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan dan kemasyarakatan.
Di luar kepengurusan MUI, Atin aktif sebagai Dai Polres Bojonegoro sekaligus Pengurus MWCNU Margomulyo. Peran sebagai dai menjadi bagian dari pengabdian dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat dengan pendekatan yang komunikatif dan menyejukkan. Sementara keterlibatan di MWCNU menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan serta mendukung kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Humas dan Pembinaan Keluarga Sakinah
Atin memiliki bidang keahlian dalam Humas dan Bina Sakinah. Dua bidang tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat.
Humas membutuhkan kemampuan membangun komunikasi, menjalin hubungan yang baik, serta menyampaikan pesan secara tepat kepada berbagai lapisan masyarakat. Dalam kehidupan sosial, komunikasi yang baik dapat menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan, menyelesaikan perbedaan, dan menjaga kerukunan.
Sementara Bina Sakinah berkaitan dengan upaya membangun keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, saling menghormati, dan berlandaskan nilai-nilai agama. Keluarga yang kokoh menjadi salah satu fondasi penting bagi terbentuknya masyarakat yang sehat dan berkarakter.
Keluarga bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga tempat pertama bagi seseorang belajar tentang nilai, akhlak, tanggung jawab, dan kepedulian. Karena itu, pembinaan keluarga memiliki dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar kehidupan rumah tangga.
“Kebaikanmu Sekarang Akan Menjadi Jejakmu di Masa Akan Datang”
Prinsip yang menjadi pesan Atin adalah:
“Kebaikanmu sekarang akan menjadi jejakmu di masa akan datang.”
Pesan tersebut mengajarkan bahwa setiap perbuatan manusia akan meninggalkan jejak. Apa yang dilakukan hari ini mungkin tidak langsung terlihat hasilnya, tetapi dapat memberikan pengaruh bagi kehidupan di masa mendatang.
Sebuah perkataan yang baik dapat dikenang. Sebuah bantuan dapat mengubah kehidupan seseorang. Sebuah nasihat dapat menjadi pegangan bagi orang lain. Bahkan sebuah keteladanan sederhana dapat diteruskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
Allah SWT berfirman:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
Ayat tersebut mengingatkan bahwa tidak ada kebaikan yang benar-benar sia-sia. Sekecil apa pun amal yang dilakukan dengan niat yang baik akan memiliki nilai di hadapan Allah SWT.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ
Pesan tersebut mengajarkan pentingnya menebarkan kasih sayang dalam kehidupan. Kebaikan yang diberikan kepada orang lain pada hakikatnya merupakan investasi moral dan spiritual yang akan meninggalkan jejak dalam kehidupan.
Membangun Jejak Kebaikan
Menjadi seorang dai dan pengurus organisasi keagamaan berarti memiliki kesempatan untuk meninggalkan jejak kebaikan yang lebih luas. Setiap kegiatan dakwah, nasihat, pendampingan, dan pelayanan kepada masyarakat dapat menjadi bagian dari amal yang manfaatnya terus berkembang.
Jejak kebaikan tidak selalu berbentuk sesuatu yang besar. Terkadang ia hadir melalui hal-hal sederhana: menyapa dengan ramah, mendengarkan keluhan seseorang, memberikan nasihat dengan bijaksana, membantu keluarga yang membutuhkan, atau menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam konteks pembinaan keluarga sakinah, jejak kebaikan juga dapat dimulai dari rumah. Orang tua yang memberikan keteladanan kepada anak sedang menanamkan nilai yang mungkin akan dibawa oleh anak tersebut sepanjang hidupnya.
Karena itu, membangun keluarga sakinah sesungguhnya juga merupakan upaya membangun jejak kebaikan lintas generasi.
Dakwah yang Meninggalkan Manfaat
Kiprah Atin sebagai Dai Polres Bojonegoro, Pengurus MWCNU Margomulyo, dan Anggota Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Margomulyo menunjukkan bahwa dakwah dapat hadir di berbagai ruang kehidupan.
Dakwah tidak hanya berlangsung di masjid atau majelis pengajian. Dakwah juga dapat hadir melalui komunikasi yang baik, keteladanan, pembinaan keluarga, pelayanan masyarakat, serta kemampuan menciptakan suasana yang damai dan harmonis.
Pada akhirnya, pesan “Kebaikanmu sekarang akan menjadi jejakmu di masa akan datang” menjadi pengingat bahwa kehidupan adalah kesempatan untuk meninggalkan sesuatu yang baik.
Ketika usia, jabatan, dan berbagai pencapaian duniawi akhirnya berlalu, yang akan tetap dikenang adalah manfaat yang pernah diberikan dan kebaikan yang pernah ditanamkan.
Melalui amanah di MUI, kiprah sebagai Dai Polres Bojonegoro, serta pengabdian di MWCNU Margomulyo, Atin terus berupaya menanam jejak kebaikan melalui dakwah, komunikasi, dan pembinaan keluarga. Sebab, setiap kebaikan yang dilakukan hari ini adalah bagian dari warisan nilai yang dapat terus hidup di masa yang akan datang.
Identitas Singkat
- Nama: Atin
- Alamat: Dusun Kalimojo, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro
- Jabatan di MUI: Anggota Dewan Pertimbangan
- Jabatan Sosial: Dai Polres Bojonegoro dan Pengurus MWCNU Margomulyo
- Bidang Keahlian: Humas dan Bina Sakinah
- Pesan: “Kebaikanmu sekarang akan menjadi jejakmu di masa akan datang.”







Tidak ada komentar:
Posting Komentar