Selamat Datang Di Website Resmi MUI Kecamatan Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> MUI Margomulyo Gelar Sarasehan untuk Tingkatkan Konsolidasi dan Koordinasi

MUI Margomulyo Gelar TURBA: Tangkal Bahaya Judi Online dan Narkoba untuk Keluarga Harmonis

 Margomulyo, 17 Juli 2024 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo menggelar kegiatan Tausiyah Rutin Bersama (TURBA) dengan tema “Menanggulangi Dampak Negatif Judi Online dan Peredaran Narkoba Demi Terwujudnya Keluarga Sakinah Mawadah Warohmah”. Acara ini diinisiasi oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Margomulyo dan dilaksanakan di Aula MWCNU Margomulyo pada pukul 20.30 hingga 23.00 WIB.

Kegiatan TURBA kali ini menghadirkan Bapak Kiyai Rosyidi, anggota Dewan Pertimbangan MUI Kecamatan Margomulyo, sebagai pemateri utama. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan banyak hal yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama yang berkaitan dengan bahaya judi online dan peredaran narkoba.

Baca Juga: TURBA MUI Kecamatan Margomulyo: Sambut Muharram dengan Semangat Shodaqoh


Kiyai Rosyidi menyoroti bahwa judi online dan narkoba telah membawa dampak negatif yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. "Judi online dan narkoba tidak hanya merusak individu tetapi juga menghancurkan fondasi keluarga. Banyak kasus perceraian yang disebabkan oleh kecanduan judi online, dan tidak sedikit yang terjebak dalam pinjaman online (PINJOL) akibat kalah berjudi," ungkap Kiyai Rosyidi dengan penuh keprihatinan.

Baca Juga: TURBA MUI Kecamatan Margomulyo: Menyemai Semangat Muharram dalam Menanggulangi Bahaya Judi Online dan Narkoba


Beliau juga mengungkapkan bahwa rusaknya moral di kalangan remaja akibat peredaran narkoba merupakan masalah yang sangat serius. "Remaja adalah generasi penerus bangsa, namun banyak di antara mereka yang terjerumus dalam narkoba, merusak masa depan mereka sendiri dan menghancurkan harapan orang tua," tambahnya.

Dalam tausiyahnya, Kiyai Rosyidi juga memberikan solusi dan ajakan kepada para hadirin untuk bersama-sama menanggulangi permasalahan ini. Beliau menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan pendidikan dan pengawasan yang ketat terhadap anak-anak. "Keluarga adalah benteng utama dalam melindungi anak-anak dari pengaruh negatif. Kita harus membangun keluarga yang kokoh dengan nilai-nilai agama agar terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warohmah," tutupnya.

Baca Juga: Dengan Spirit Muharram kita tingkatkan kualitas silaturahmi guna menanggulangi dampak Judi online dan peredaran Narkoba."


Kegiatan TURBA ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, dari tokoh agama, pemuda, hingga ibu-ibu rumah tangga yang antusias mendengarkan tausiyah dari Kiyai Rosyidi. Acara ditutup dengan doa bersama, berharap agar masyarakat Margomulyo terhindar dari dampak buruk judi online dan narkoba, serta dapat membangun keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang.

Baca Juga: Kegiatan TURBA MUI Margomulyo di Lailatul Ijtima' NU Ranting Meduri: Sinergi dan Komitmen dalam Menjaga Moralitas dan Kerukunan

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan bahaya yang mengintai dan lebih proaktif dalam menjaga keluarganya dari pengaruh negatif yang dapat merusak tatanan kehidupan. MWCNU Margomulyo berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.


Share:

Kegiatan TURBA MUI Kecamatan Margomulyo: Menyemai Semangat Muharram dalam Menanggulangi Bahaya Judi Online dan Narkoba



 MARGOMULYO, 17 Juli 2024 - Majelis Taklim At-thohir Pluntu Sumberjo menjadi saksi kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo. Malam itu, Rabu yang bertepatan dengan malam Kamis Legi, kembali diadakan kegiatan Tausiyah Rutin Bersama (TURBA), yang sarat akan makna dan hikmah keagamaan.


Seperti biasanya, acara diawali dengan pembacaan Tahlil dan Sholawat yang dipimpin oleh Abdul Ghofur, Kasatkoryon Banser Margomulyo yang sekaligus Wakil ketua MUI Margomulyo. Dengan khidmat, para jamaah melantunkan doa dan pujian kepada Allah SWT serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, menciptakan suasana penuh ketenangan dan ketentraman di dalam masjid At-thohir.

Baca Juga: TURBA MUI Kecamatan Margomulyo: Sambut Muharram dengan Semangat Shodaqoh


Setelah itu, Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, menyampaikan tausiyah atau mauidzoh hasanah. Dalam tausiyah yang bertema “Semangat Muharram dalam Menanggulangi Bahaya Judi Online dan Narkoba terhadap Tatanan Kehidupan”, Kiyai Badrun menekankan pentingnya semangat Muharram sebagai momentum untuk refleksi diri dan memperkuat komitmen dalam menanggulangi berbagai ancaman sosial, khususnya perjudian online dan narkoba.


Kiyai Badrun menjelaskan, “Muharram adalah bulan yang mulia, bulan yang memberikan kita kesempatan untuk memulai lembaran baru dengan memperbaiki diri dan lingkungan sekitar. Judi online dan narkoba adalah dua ancaman besar yang dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat kita. padu, memperkuat iman dan takwa, serta saling mengingatkan untuk menghindari perbuatan yang merugikan ini.”

Baca Juga: MUI Margomulyo Gelar TURBA: Tangkal Bahaya Judi Online dan Narkoba untuk Keluarga Harmonis


Lebih lanjut, beliau juga mengajak para jamaah untuk aktif dalam berbagai kegiatan positif dan memperkuat silaturahmi antar warga sebagai salah satu upaya preventif terhadap penyebaran narkoba dan praktik judi online. Pesan beliau mendapat berbagai hal positif dari para jamaah yang hadir, menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu-isu yang diangkat dalam tausiyah tersebut.


Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kiyai Darmaji. Doa tersebut menjadi penutup yang penuh harapan, memohon perlindungan dan petunjuk dari Allah SWT agar masyarakat terhindar dari segala bentuk kemaksiatan dan selalu berada dalam lindungan-Nya.

Baca Juga: Dengan Spirit Muharram kita tingkatkan kualitas silaturahmi guna menanggulangi dampak Judi online dan peredaran Narkoba."


Kegiatan TURBA yang diselenggarakan oleh MUI Kecamatan Margomulyo ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Semangat dan antusiasme yang ditunjukkan oleh para jamaah malam itu menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai agama masih kokoh menjadi benteng moral masyarakat.


Pendalaman Bahaya Judi Online dan Narkoba: Contoh Kasus dan Dampaknya


Judi online dan narkoba telah menjadi dua ancaman utama yang merusak tatanan sosial masyarakat. Dalam tausiyahnya, Kiyai Badrun Sulaiman tidak hanya menyampaikan pesan moral, namun juga membahas secara mendalam dampak negatif dari kedua ancaman tersebut dengan memberikan beberapa contoh kasus nyata.

Baca Juga: Kegiatan TURBA MUI Margomulyo di Lailatul Ijtima' NU Ranting Meduri: Sinergi dan Komitmen dalam Menjaga Moralitas dan Kerukunan

Bahaya Judi Online

Judi online, yang semakin marak dengan kemajuan teknologi, telah menjebak banyak orang ke dalam jurang kehancuran. Kiyai Badrun menjelaskan bahwa judi online tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menghancurkan moral dan mental para pelakunya.


Contoh Kasus

Salah satu contoh yang disampaikan adalah kasus seorang kepala keluarga yang terjerat judi online. Awalnya hanya iseng, namun lama-kelamaan Kecanduan hingga menghabiskan seluruh tabungan keluarga. Akibatnya, ia terlilit utang yang tidak bisa dibayar, keluarganya tercerai-berai, dan akhirnya harus menjual rumah untuk melunasi utangnya.


Kiyai Badrun menekankan bahwa kasus ini bukanlah satu-satunya. Banyak kasus serupa terjadi, di mana judi online menghancurkan kehidupan pribadi dan keluarga. Dampak psikologis seperti depresi, kecemasan, dan rasa putus asa seringkali menyertai mereka yang terjerat dalam lingkaran setan judi online.


Bahaya Narkoba

Selain judi online, narkoba juga menjadi ancaman serius yang merusak generasi muda. Kiyai Badrun menjelaskan bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga mental dan moral.


Contoh Kasus

Kiyai Badrun menceritakan kisah tragis seorang remaja yang menjadi pecandu narkoba di usia muda. Berawal dari pergaulan yang salah, remaja tersebut mulai mencoba narkoba dan akhirnya kecanduan. Kondisi fisiknya semakin memburuk, prestasi akademiknya menurun drastis, dan hubungan dengan keluarga menjadi renggang. Upaya rehabilitasi yang dilakukan tidak mudah dan memerlukan waktu yang lama.


Kasus ini menunjukkan betapa berbahayanya narkoba, yang tidak hanya menghancurkan masa depan individu, tetapi juga membebani keluarga dan masyarakat. Kiyai Badrun menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini, dengan memberikan edukasi yang tepat kepada generasi muda tentang bahaya narkoba dan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang baik.


Upaya Pencegahan dan Penanggulangan

Kiyai Badrun juga membahas beberapa langkah yang dapat diambil oleh masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi bahaya judi online dan narkoba. Pertama, meningkatkan pengawasan dan perhatian orang tua terhadap aktivitas anak-anak mereka, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Kedua, memperkuat pendidikan agama dan moral sebagai benteng pertahanan diri. Ketiga, melibatkan tokoh masyarakat dan lembaga keagamaan dalam memberikan sosialisasi dan edukasi tentang bahaya judi online dan narkoba.


Selain itu, beliau juga mengajak para jamaah untuk aktif dalam melaporkan jika menemukan kasus-kasus penularan narkoba atau melakukan praktik judi online di lingkungan mereka. “Kita harus berani bertindak dan tidak diam saja melihat kemaksiatan yang terjadi di sekitar kita. Kebersamaan dan kepedulian kita adalah kunci utama dalam menanggulangi masalah ini,” tegas Kiyai Badrun.


Dengan adanya kegiatan seperti TURBA ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan bahaya yang mengintai dan lebih waspada serta proaktif dalam menjaga lingkungan mereka dari ancaman perjudian online dan narkoba. Semangat Muharram yang diusung dalam tausiyah ini diharapkan menjadi pemacu bagi setiap individu untuk terus memperbaiki diri dan lingkungan, serta menjauhkan diri dari segala bentuk kemaksiatan yang dapat merusak tatanan kehidupan.


Share:

Kegiatan TURBA MUI Margomulyo di Lailatul Ijtima' NU Ranting Meduri: Sinergi dan Komitmen dalam Menjaga Moralitas dan Kerukunan

 

Meduri, 14 Juli 2024 – Pada Minggu malam, Musholla Nurul Hidayah di Dusun Kalidogol, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, menjadi saksi dari kegiatan Lailatul Ijtima' yang diadakan oleh NU Ranting Meduri, berkolaborasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus NU Ranting Meduri, seluruh badan otonom seperti Ansor, Pagar Nusa, Muslimat NU, dan Fatayat NU, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Malam itu, suasana khidmat dan penuh keakraban menyelimuti Musholla Nurul Hidayah. Acara dimulai dengan pembacaan tahlil yang membawa nuansa sakral, dipimpin oleh Kiyai Samsul Hadi. Kehadiran para tokoh agama dan masyarakat setempat menunjukkan tingginya antusiasme dan dukungan terhadap kegiatan ini.

Baca Juga: TURBA MUI Kecamatan Margomulyo: Sambut Muharram dengan Semangat Shodaqoh


Puncak acara ditandai dengan mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo. Dalam tausiyahnya, Kiyai Badrun mengucapkan terima kasih kepada NU Ranting Meduri atas partisipasinya dalam pergerakan dakwah Islam di Meduri. “Keberadaan NU Ranting Meduri sangat vital dalam menjaga dan memperkuat syiar Islam di desa ini,” ujarnya.

Baca Juga: TURBA MUI Kecamatan Margomulyo: Menyemai Semangat Muharram dalam Menanggulangi Bahaya Judi Online dan Narkoba


Selain itu, Kiyai Badrun juga menekankan pentingnya peran warga NU dalam menjaga keluarga dan masyarakat dari bahaya judi online dan narkoba yang semakin mengkhawatirkan. "Keluarga adalah benteng pertama yang harus kita perkuat untuk mencegah dampak negatif dari perilaku menyimpang ini," tegasnya.

Dalam konteks tahun politik yang semakin dekat, Kiyai Badrun juga mengajak seluruh warga NU untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas masyarakat. "Perbedaan pandangan politik tidak boleh memecah belah persaudaraan kita. Mari kita jaga kerukunan dan kedamaian di lingkungan kita masing-masing," pesannya.

Acara diakhiri dengan doa penutup yang dipimpin oleh Kiyai Rohmat Tini, memohon perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT bagi seluruh warga Desa Meduri.

Baca Juga: MUI Margomulyo Gelar TURBA: Tangkal Bahaya Judi Online dan Narkoba untuk Keluarga Harmonis


Kegiatan TURBA MUI Margomulyo di Lailatul Ijtima' ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momen penting untuk memperkuat komitmen dalam menjaga moralitas dan kerukunan masyarakat. Sinergi antara NU Ranting Meduri dan MUI Kecamatan Margomulyo diharapkan dapat terus berlanjut, membawa kebaikan dan kemajuan bagi seluruh warga.

Baca Juga: Dengan Spirit Muharram kita tingkatkan kualitas silaturahmi guna menanggulangi dampak Judi online dan peredaran Narkoba."

Dengan kesuksesan acara ini, NU Ranting Meduri dan MUI Kecamatan Margomulyo sekali lagi membuktikan peran aktifnya dalam menggerakkan kegiatan keagamaan dan sosial di Desa Meduri, memperkuat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun umat yang berakhlak mulia dan sejahtera.

Share:

Kegiatan Rakord MUI Kabupaten Bojonegoro: Fokus pada Sosialisasi P4GN&PN

 

Bojonegoro, Sabtu 13 Juli 2024, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Koordinasi (Rakord) di Hotel Dewarna, Bojonegoro. Acara yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini berlangsung hingga selesai dengan sukses dan penuh antusiasme dari para peserta.


Kegiatan ini berfokus pada Sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba (P4GN&PN), sebuah isu yang menjadi perhatian serius di berbagai lapisan masyarakat. Rakord ini dihadiri oleh jajaran MUI se-Kabupaten Bojonegoro, termasuk perwakilan dari MUI Margomulyo yang hadir sebagai peserta aktif dalam acara ini.


Dalam sambutannya, KH Alamul Huda, Atau Gus Huda, Ketua MUI Kabupaten Bojonegoro menekankan pentingnya peran ulama dan tokoh agama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. "Kita harus menjadi garda terdepan dalam memerangi bahaya narkoba yang mengancam generasi muda kita. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan ulama, kita dapat menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba," ujar beliau dengan penuh semangat.


Selama kegiatan, para peserta diberikan materi mengenai strategi dan langkah konkret dalam upaya P4GN&PN. Tak hanya itu, sesi diskusi dan tanya jawab juga diadakan untuk memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menyampaikan pandangan dan berbagi pengalaman terkait upaya pencegahan narkoba di wilayah masing-masing.


Jajaran MUI Margomulyo, yang hadir dalam acara ini, memberikan kontribusi positif dengan berbagi inisiatif lokal yang telah mereka lakukan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Mereka menyampaikan bahwa kegiatan seperti pengajian rutin dengan tema anti-narkoba dan sosialisasi ke sekolah-sekolah telah memberikan dampak positif di masyarakat.


Rakord ini diharapkan menjadi langkah awal yang konkret dalam upaya MUI Kabupaten Bojonegoro untuk berperan aktif dalam P4GN&PN. Dengan adanya komitmen kuat dari seluruh jajaran MUI se-Kabupaten Bojonegoro, termasuk MUI Margomulyo, diharapkan dapat tercipta kesadaran kolektif dan tindakan nyata dalam memerangi bahaya narkoba.


Kegiatan yang berlangsung dengan lancar ini menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat dari seluruh peserta. Semoga dengan adanya sosialisasi ini, upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat semakin efektif dan memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Bojonegoro.

Share:

Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Suntari

profil-pengurus-mui-kecamatan_0822251424

Suntari merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang aktif dalam bidang dakwah, pengembangan masyarakat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Berdomisili di Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, beliau turut mengambil bagian dalam upaya membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan penuh kemanfaatan.

Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Suntari dipercaya sebagai Anggota Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat. Amanah tersebut menjadi ruang pengabdian untuk turut mendukung kegiatan dakwah serta mendorong tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial.

Dakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah dan pengajian, tetapi juga dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Membantu sesama, menjaga lingkungan, membangun kebersamaan, dan memberikan keteladanan merupakan bagian dari dakwah yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Berkhidmat melalui Fatayat NU

Selain aktif di MUI, Suntari juga dipercaya sebagai Wakil Sekretaris II PAC Fatayat NU Margomulyo. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian beliau di lingkungan Nahdlatul Ulama, khususnya dalam kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Sebagai bagian dari organisasi, kemampuan administrasi, koordinasi, dan komunikasi menjadi hal penting untuk mendukung kelancaran program. Semangat berorganisasi bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi juga menjadi sarana belajar untuk bekerja sama dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Kiprah di MUI dan Fatayat NU menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang yang besar untuk mengambil peran dalam dakwah dan pembangunan masyarakat.

Kreativitas melalui Kuliner Nusantara

Suntari memiliki bidang keahlian dalam resep masakan dan kuliner Nusantara. Keahlian ini merupakan salah satu bentuk kreativitas yang dekat dengan kehidupan keluarga dan masyarakat.

Kuliner Nusantara tidak hanya berbicara tentang makanan, tetapi juga menyimpan nilai budaya, tradisi, kreativitas, dan kebersamaan. Memasak dapat menjadi sarana mempererat hubungan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi apabila dikembangkan menjadi usaha.

Keterampilan mengolah makanan juga dapat menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat. Dengan kreativitas dan pengelolaan yang baik, kuliner dapat dikembangkan menjadi produk UMKM yang memberikan manfaat bagi keluarga sekaligus mendukung kemandirian ekonomi.

“Kebersihan Sebagian dari Iman”

Pesan yang menjadi prinsip Suntari adalah:

“Kebersihan sebagian dari iman.”

Pesan tersebut sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kebersihan bukan hanya persoalan lingkungan yang terlihat oleh mata, tetapi juga berkaitan dengan kebersihan diri, tempat ibadah, rumah, lingkungan, serta hati dan perilaku.

Dalam Islam, kebersihan dan kesucian memiliki kedudukan penting. Seorang muslim diajarkan untuk menjaga kebersihan tubuh, pakaian, tempat ibadah, serta lingkungan di sekitarnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ

“Kesucian itu adalah separuh iman.”
(HR. Muslim)

Hadis tersebut merupakan landasan yang sangat kuat tentang pentingnya menjaga kesucian dalam kehidupan seorang muslim.

Perlu dicatat, ungkapan populer “kebersihan sebagian dari iman” sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan redaksi hadis sahih yang diriwayatkan Imam Muslim adalah الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ, yang bermakna “Kesucian itu adalah separuh iman.”

Kebersihan sebagai Bentuk Dakwah

Jika dikaitkan dengan amanah Suntari di Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, pesan tentang kebersihan memiliki makna yang lebih luas.

Dakwah tidak selalu harus disampaikan dengan kata-kata. Ketika seseorang membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan masjid, membersihkan lingkungan, dan mengajak keluarga hidup sehat, sesungguhnya ia sedang memberikan contoh nyata tentang nilai-nilai Islam.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 222)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa menjaga kesucian merupakan bagian dari perilaku yang dicintai Allah SWT.

Kebersihan juga memiliki dimensi sosial. Lingkungan yang bersih membuat masyarakat lebih nyaman, mengurangi potensi berbagai gangguan kesehatan, dan menciptakan suasana kehidupan yang lebih baik.

Dimulai dari Diri Sendiri

Membangun budaya bersih tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat.

Membersihkan rumah, menjaga kebersihan tempat ibadah, mengelola sampah, menjaga kebersihan makanan, serta mengajarkan anak untuk hidup bersih merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.

Keluarga menjadi tempat pertama untuk menanamkan kebiasaan tersebut. Anak yang dibiasakan menjaga kebersihan sejak kecil akan membawa kebiasaan tersebut dalam kehidupan sosialnya.

Dengan demikian, menjaga kebersihan juga menjadi bagian dari pendidikan karakter.

Dakwah yang Hadir dalam Kehidupan

Amanah sebagai Anggota Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat memberikan ruang bagi Suntari untuk turut mendorong dakwah yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Dakwah yang baik bukan hanya mengajak manusia memahami ajaran agama, tetapi juga membantu menghadirkan nilai-nilai agama dalam tindakan nyata.

Ketika nilai kebersihan diterapkan dalam kehidupan, maka ajaran Islam tidak hanya terdengar melalui ceramah, tetapi juga terlihat melalui perilaku.

Ketika seseorang menjaga kebersihan masjid, ia sedang menghormati rumah Allah. Ketika seseorang menjaga kebersihan lingkungan, ia sedang menghargai hak orang lain untuk mendapatkan lingkungan yang nyaman. Ketika seseorang menjaga kebersihan makanan, ia sedang menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Semua itu dapat menjadi bagian dari pengamalan nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Pengabdian dengan Semangat Kemanfaatan

Melalui amanah sebagai Anggota Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kecamatan Margomulyo serta Wakil Sekretaris II PAC Fatayat NU Margomulyo, Suntari turut mengambil bagian dalam kegiatan organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara keahlian dalam kuliner Nusantara menjadi potensi yang dapat dikembangkan sebagai bentuk kreativitas, pemberdayaan keluarga, maupun peluang ekonomi.

Pesan “Kebersihan sebagian dari iman” menjadi pengingat bahwa nilai-nilai agama dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Sebab, membangun masyarakat yang baik tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Kadang-kadang ia dimulai dari hal sederhana: menjaga kebersihan, menjaga lingkungan, menjaga kesehatan, dan memberikan keteladanan kepada orang-orang di sekitar.

Dengan semangat dakwah yang diwujudkan melalui tindakan nyata, setiap kebaikan kecil dapat menjadi bagian dari perubahan besar bagi keluarga dan masyarakat.

Identitas Singkat

  • Nama: Suntari
  • Alamat: Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro
  • Jabatan di MUI: Anggota Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat
  • Jabatan Sosial: Wakil Sekretaris II PAC Fatayat NU Margomulyo
  • Bidang Keahlian: Resep Masakan dan Kuliner Nusantara
  • Pesan: “Kebersihan sebagian dari iman.”
Share:

Dampak dan Bahaya Judi Online Rusak Mental Generasi Masa Kini, Disampaikan dalam TURBA MUI Margomulyo


Margomulyo, 12 Juni 2024 - Dalam upaya memperkuat ketahanan moral masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo menggelar acara Tausiyah Rutin Bersama (TURBA) dengan tema "Dampak dan Bahaya Judi Online Telah Merusak Mental Generasi Masa Kini." Kegiatan ini berlangsung di Musholla Al-Hidayah, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo pada Jumat, 12 Juni 2024, mulai pukul 13.00 hingga selesai.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Muslimat Meduri, Ketua Fatayat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama setempat. Turut hadir juga para jama'ah Majelis Ta'lim (MT) Al-Huda yang antusias mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Eko Sunarno, Bendahara Umum MUI Kecamatan Margomulyo.

Dalam tausiyahnya, Bapak Eko Sunarno menyampaikan berbagai hal penting yang berkaitan dengan bahaya judi online. Beliau menegaskan bahwa judi online tidak hanya merusak ekonomi individu, tetapi juga memiliki dampak yang sangat merusak mental generasi muda. "Judi online dapat menjerumuskan generasi muda ke dalam perilaku negatif, mengikis nilai-nilai moral, dan menjauhkan mereka dari ajaran agama," ujarnya.

Lebih lanjut, Bapak Eko Sunarno menjelaskan bahwa judi dalam bentuk apapun adalah tindakan yang dilarang oleh agama dan negara. "Islam dengan tegas melarang segala bentuk perjudian, karena dampaknya sangat merugikan baik secara individu maupun sosial. Negara juga memiliki aturan yang melarang perjudian untuk menjaga ketertiban dan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk turut serta dalam upaya pemberantasan judi online dan mendukung program-program pemerintah serta organisasi masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya judi.

Acara TURBA ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian dan komitmen masyarakat dalam menjaga generasi muda dari ancaman judi online serta memperkuat ketahanan moral dan spiritual masyarakat. 

Share:

TURBA MUI Margomulyo: Kiyai Badrun Ajak Masyarakat Kalimojo Perangi Judi Online

 Margomulyo, 11 Juli 2024 – Majelis Taklim Manja'al Ulum RT. 004 Dusun Kalimojo, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo kembali menggelar kegiatan TURBA (Tausiyah Rutin Bersama) dengan tema "Stop Judi Online". Acara ini dilaksanakan di rumah Bapak Sudarno pada Kamis, 11 Juli 2024, mulai pukul 20.30 hingga 22.00 WIB.


Kegiatan ini menghadirkan Bapak Kiyai Badrun, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, sebagai pemateri utama. Tausiyah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun dihadiri oleh seluruh jamaah Majelis Taklim Manja'al Ulum, warga masyarakat, dan tokoh agama setempat, yang memenuhi rumah Bapak Sudarno untuk mendengarkan pencerahan terkait bahaya judi online.


Dalam tausiyahnya, Kiyai Badrun menyampaikan berbagai hal yang sangat penting dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Beliau menekankan bahwa judi online membawa banyak dampak negatif yang merusak semua aspek kehidupan. "Judi online tidak hanya merusak moral remaja, tetapi juga menjadi penyebab utama perceraian dan banyaknya masyarakat yang terjebak dalam pinjaman online (PINJOL)," ujar Kiyai Badrun.


Kiyai Badrun menambahkan bahwa judi online telah menghancurkan tatanan kehidupan banyak keluarga dan masyarakat. "Kita harus sadar bahwa judi online adalah penyakit sosial yang harus kita perangi bersama. Ini bukan hanya masalah individu, tetapi masalah kita bersama," tegasnya.


Selain membahas bahaya judi online, Kiyai Badrun juga memberikan tausiyah yang menyentuh mengenai bekal untuk kehidupan di alam baqa' atau akhirat. Beliau menyampaikan bahwa ada tiga hal yang bisa menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia, yakni ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah, dan anak yang sholih. "Ilmu yang kita ajarkan dan bermanfaat bagi orang lain, sedekah jariyah yang kita berikan, dan anak yang sholih yang mendoakan kita, semuanya akan menjadi bekal kita di akhirat nanti," ujarnya dengan penuh hikmah.


Para jamaah yang hadir sangat antusias mendengarkan setiap pesan yang disampaikan oleh Kiyai Badrun. Mereka merasa mendapatkan pencerahan dan motivasi untuk menjauhi judi online serta memperbanyak amal baik sebagai bekal di akhirat.


Ketua Majelis Taklim Manja'al Ulum, Ibu Sriatun, menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. "Kami sangat berterima kasih kepada Kiyai Badrun yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan tausiyah yang sangat bermanfaat ini. Kami juga berterima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir dan turut berpartisipasi aktif," kata Ibu Sriatun.


Sebelum acara berakhir, Kiyai Badrun memberikan pesan terakhir kepada seluruh jamaah. "Mari kita jauhi judi online dan segala bentuk kemaksiatan lainnya. Sebagai umat Islam, kita harus selalu berusaha untuk menjalani kehidupan yang baik, penuh dengan amal kebaikan, dan selalu mempersiapkan bekal untuk akhirat. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita petunjuk dan kekuatan untuk terus berada di jalan yang benar," tutup Kiyai Badrun.


Kegiatan TURBA dengan tema "Stop Judi Online" ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat Dusun Kalimojo dan sekitarnya, serta menjadi contoh bagi komunitas lainnya untuk mengadakan kegiatan serupa. Kegiatan yang penuh hikmah ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menggerakkan hati dan pikiran para jamaah untuk terus memperbaiki diri. Semoga kegiatan ini dapat memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan, serta menginspirasi banyak pihak untuk turut serta dalam upaya membangun masyarakat yang lebih baik dan berakhlak mulia.

Share:

TURBA MUI Desa Ngelo: Peran NU dalam Menanggulangi Dampak Judi Online

 Ngelo, 29 Juni 2024 - Kegiatan Tausiyah Rutin Bersama (TURBA) yang dipimpin oleh Bapak Kiyai Paniran, Ketua MUI Desa Ngelo, kembali digelar di Musholla Baitul Makmur, Dusun Tolu, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo. Acara yang diinisiasi oleh Pengurus Ranting NU Ngelo ini berlangsung pada hari Sabtu, dimulai pukul 09.00 hingga selesai. TURBA merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap Sabtu terakhir di setiap bulan, dengan tujuan mempererat silaturahmi dan memperkuat pemahaman keagamaan di kalangan masyarakat Desa Ngelo.

Acara kali ini dihadiri oleh keluarga besar NU Ranting Ngelo beserta semua Badan Otonom, seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU, IPPNU, dan LazisNU. Turut hadir pula Kepala Desa Ngelo serta para Kepala Dusun dari lima Dusun yang ada di Desa Ngelo. Kehadiran para tokoh dan anggota masyarakat ini menunjukkan antusiasme dan komitmen bersama dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial yang bermanfaat.

Tema penyuluhan yang diangkat pada TURBA kali ini adalah "Peran NU dalam Menanggulangi Dampak Judi Online." Dalam tausiyahnya, Bapak Kiyai Paniran menekankan pentingnya peran Nahdlatul Ulama dalam menghadapi dan menangani berbagai permasalahan sosial yang berkembang di masyarakat, salah satunya adalah maraknya judi online. Menurut beliau, judi online tidak hanya merusak moral individu, tetapi juga berdampak negatif pada keharmonisan keluarga dan stabilitas ekonomi masyarakat.

"Kita semua harus menyadari bahwa judi online adalah musuh bersama yang harus kita perangi. NU, sebagai organisasi keagamaan yang peduli terhadap kesejahteraan umat, memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya judi online. Selain itu, kita juga harus aktif memberikan dukungan dan solusi bagi mereka yang terjerat dalam praktik tersebut," ujar Kiyai Paniran dalam penyampaiannya.

Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh hadirin untuk terus bersinergi dalam upaya preventif dan rehabilitatif, serta tidak segan melaporkan dan menindak tegas para pelaku judi online. Bapak Kiyai Paniran juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendidik dan membimbing anggota keluarga agar tidak terjerumus dalam perilaku negatif tersebut.

Acara TURBA ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kiyai Paniran, memohon keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT agar Desa Ngelo senantiasa dijauhkan dari segala bentuk kemaksiatan dan diberi kekuatan untuk terus berjuang menegakkan kebenaran dan kebaikan.

Dengan adanya kegiatan rutin seperti TURBA, diharapkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di kalangan warga NU Ranting Ngelo semakin meningkat, serta mampu memberikan kontribusi positif dalam mengatasi berbagai permasalahan sosial yang ada di masyarakat.


Share:

TURBA di Masjid Baiturrohman: Menguak Bahaya Judi Online, Membangun Kesadaran Masyarakat

 Margomulyo, 28 Juni 2024 – Kegiatan Tausiyah Rutin Bersama (TURBA) yang diselenggarakan oleh Bapak Badrun, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo, telah sukses dilaksanakan di Masjid Baiturrohman, Tepus, Desa Margomulyo. Kegiatan ini diinisiasi oleh Takmir Masjid Baiturrohman dan berlangsung pada malam Sabtu Pahing, Jumat, 28 Juni 2024.

Turut hadir dalam acara tersebut seluruh warga Tepus, khususnya jamaah Majelis Taklim Tepus. Tema yang diangkat pada kajian kali ini adalah “Bahaya Judi Online dalam setiap Aspek Kehidupan Beragama dan Masyarakat”.

Dalam perayaannya, Kiyai Jumari, Ketua Takmir Masjid Baiturrohman, menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada seluruh warga atas dukungannya dalam menyelenggarakan acara rutin ini. “Saya sangat berterima kasih atas partisipasi dan antusiasme warga dalam mengikuti kajian rutin malam Sabtu Pahing. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat besar bagi kita semua,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat tanggapan positif dari para peserta. Abdul Ghofur, salah satu jamaah yang hadir, menyatakan harapannya agar penyuluhan ini dapat menyadarkan masyarakat akan dampak bahaya judi online. “Semoga dengan adanya penyuluhan ini, masyarakat bisa lebih memahami dan menghindari bahaya perjudian online yang merusak kehidupan beragama dan sosial kita,” kata Abdul Ghofur.

TURBA kali ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran agama, tetapi juga sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat terus berjalan dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan beragama dan masyarakat di Desa Margomulyo.

Setelah doa bersama, Bapak Badrun sebagai narasumber utama dalam kegiatan TURBA tersebut, menyampaikan materi dengan penuh semangat dan berdampak terhadap maraknya judi online di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa judi online tidak hanya merusak tatanan ekonomi keluarga, tetapi juga merusak

"Judi online adalah ancaman nyata bagi kehidupan kita. Tidak hanya membuat orang menjadi malas bekerja, tetapi juga merusak hubungan sosial dan keharmonisan dalam rumah tangga. Kita harus bersama-sama berjuang melawan bahaya ini dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan agama," ungkap Bapak Badrun

Selama penyuluhan, Bapak Badrun juga memberikan beberapa tips praktis bagi warga untuk menghindari terjerumus dalam jeratan judi online. Diantaranya adalah dengan memperkuat keimanan, meningkatkan kegiatan positif di masyarakat, dan selalu mengingatkan sesama tentang bahaya perjudian.

Para peserta tampak sangat antusias dan interaktif, banyak dari mereka yang mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman pribadi terkait dampak judi online. Dialog yang terbuka dan penuh keakraban ini menambah suasana kekeluargaan di antara warga Tepus.

Acara diakhiri dengan sesi ramah tamah dan santap malam bersama yang disediakan oleh panitia. Kehangatan dan kebersamaan yang tercipta selama acara menunjukkan betapa pentingnya kegiatan seperti TURBA ini dalam memperkuat tali silaturahmi dan kesadaran keberagaman di kalangan masyarakat.

Dengan berhasilnya kegiatan TURBA ini, diharapkan Masjid Baiturrohman terus menjadi pusat kegiatan keagamaan yang bermanfaat dan menjadi contoh bagi masjid-masjid lainnya. Kesadaran akan bahaya judi online yang telah disampaikan melalui kajian ini diharapkan mampu menekan angka perjudian dan memperkuat iman warga dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Masyarakat Tepus pun berharap kegiatan seperti ini dapat rutin diadakan dengan berbagai tema yang relevan dan mendidik, sehingga mampu menciptakan generasi yang lebih baik dan bertaqwa. Panitia juga mengajak seluruh warga untuk terus mendukung dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh masjid.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang tinggi, Masjid Baiturrohman dan seluruh warga Tepus optimis dapat membangun masyarakat yang lebih religius, harmonis, dan sejahtera.


Share:

MUI Kecamatan Margomulyo Mengucapkan Selamat Merayakan Idul Adha 1445 H



MARGOMULYO - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1445 H yang jatuh pada tanggal 17 Juni 2024. Dalam momen yang penuh berkah ini, MUI Kecamatan Margomulyo berharap seluruh umat Islam dapat merayakannya dengan penuh kegembiraan, kekhusyukan, dan semangat berbagi.


Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, Kiyai Badrun Sulaiman, menyampaikan pesan pentingnya mengambil hikmah dari peristiwa kurban yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. "Idul Adha adalah momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan ketakwaan kepada Allah SWT. Semoga kita semua dapat meneladani keteguhan hati dan ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT," ujarnya.


Beliau juga menekankan pentingnya semangat berbagi kepada sesama, terutama kepada mereka yang kurang mampu. "Mari kita manfaatkan momen Idul Adha ini untuk mempererat tali silaturahmi dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Dengan berkurban, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga memperkokoh ukhuwah Islamiyah," tambahnya.


MUI Kecamatan Margomulyo juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan selama melaksanakan rangkaian ibadah Idul Adha, termasuk saat penyembelihan hewan kurban. "Kesehatan dan keselamatan kita semua tetap menjadi prioritas. Mari kita laksanakan ibadah dengan tertib dan tetap mematuhi anjuran pemerintah terkait protokol kesehatan," tutur Kiyai Badrun Sulaiman.

Seluruh jajaran MUI Kecamatan Margomulyo berharap, perayaan Idul Adha tahun ini dapat membawa keberkahan dan kebahagiaan bagi seluruh umat Islam. "Selamat merayakan Idul Adha 1445 H. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah, dan berkah-Nya kepada kita semua," tutup Kiyai Badrun Sulaiman

--- 

Share:

Profil Pengurus MUI Kecamatan Margomulyo — Alifia Putri Rochmatun Nazila, S.Sos.

profil-pengurus-mui-kecamatan_0338182039

Alifia Putri Rochmatun Nazila, S.Sos. merupakan salah satu pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Margomulyo yang memiliki perhatian terhadap bidang komunikasi, digitalisasi informasi, serta pembinaan dan bimbingan keislaman. Berdomisili di Kalimojo, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, beliau turut mengambil bagian dalam pengabdian kepada masyarakat melalui jalur kelembagaan dan pelayanan keagamaan.

Dalam kepengurusan MUI Kecamatan Margomulyo, Alifia dipercaya sebagai Anggota Komisi Hubungan Masyarakat dan Digitalisasi Informasi. Amanah tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan perkembangan masyarakat saat ini, ketika informasi keagamaan dapat disebarkan secara cepat melalui berbagai media digital.

Kemampuan menyampaikan informasi secara santun, edukatif, dan bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi keagamaan yang sehat. Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat membutuhkan konten keislaman yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki dasar yang benar dan membawa kemaslahatan.

Mengabdi sebagai Penyuluh Agama Islam

Selain aktif dalam kepengurusan MUI, Alifia juga menjalankan amanah sebagai Penyuluh Agama Islam pada KUA Margomulyo. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat.

Penyuluh agama memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara nilai-nilai ajaran Islam dengan realitas kehidupan masyarakat. Bimbingan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan keagamaan, tetapi juga bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai seorang penyuluh, kemampuan untuk mendengarkan, memahami kondisi masyarakat, serta menyampaikan pesan agama dengan bahasa yang bijaksana menjadi bagian dari proses pengabdian.

Allah SWT berfirman:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang lebih baik.”
(QS. An-Nahl: 125)

Ayat tersebut memberikan pedoman bahwa menyampaikan ajaran agama hendaknya dilakukan dengan hikmah, nasihat yang baik, dan cara yang santun.

Bimbingan Keislaman sebagai Bentuk Pengabdian

Bidang keahlian Alifia adalah Bimbingan Keislaman. Keahlian ini memiliki cakupan yang luas, mulai dari memberikan pemahaman dasar agama, mendampingi masyarakat dalam menghadapi persoalan keagamaan, hingga membantu membangun kesadaran untuk menjalankan ajaran Islam secara lebih baik.

Bimbingan keislaman bukan sekadar menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membantu seseorang menemukan arah dan ketenangan dalam menjalani kehidupan.

Dalam memberikan bimbingan, seorang penyuluh dituntut untuk mampu menempatkan diri sebagai pendamping masyarakat. Setiap persoalan membutuhkan pendekatan yang berbeda. Karena itu, ilmu agama perlu disampaikan dengan kebijaksanaan, empati, dan mempertimbangkan kondisi orang yang menerima bimbingan.

Pesan Kehidupan: QS. Al-Isra Ayat 7

Pesan yang menjadi prinsip Alifia Putri Rochmatun Nazila, S.Sos. adalah QS. Al-Isra ayat 7. Allah SWT berfirman:

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا

“Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri. Apabila datang saat hukuman yang kedua, (Kami bangkitkan musuh-musuhmu) untuk menyuramkan wajahmu, untuk memasuki masjid sebagaimana ketika mereka memasukinya pertama kali, dan untuk membinasakan apa saja yang mereka kuasai.”
(QS. Al-Isra: 7)

Bagian awal ayat tersebut mengandung pesan yang sangat kuat:

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا

“Jika kamu berbuat baik, sesungguhnya kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kejahatan itu untuk dirimu sendiri.”

Pesan ini mengajarkan sebuah prinsip kehidupan yang sederhana tetapi mendalam: setiap kebaikan yang kita lakukan pada hakikatnya akan kembali memberikan manfaat kepada diri kita sendiri, dan setiap keburukan yang kita lakukan juga pada akhirnya akan membawa akibat bagi diri kita sendiri.

Kebaikan yang Kembali kepada Pelakunya

Ketika seseorang membantu orang lain, mungkin orang yang dibantu memang mendapatkan manfaat. Namun, kebaikan tersebut juga memberikan nilai bagi orang yang menolong.

Ketika seseorang menyampaikan ilmu, ia membantu orang lain memahami sesuatu. Tetapi pada saat yang sama, ilmu tersebut menjadi amal yang dapat menjadi bekal bagi dirinya.

Ketika seseorang memberikan nasihat dengan tulus, ia mungkin membantu orang lain menemukan jalan yang lebih baik. Namun, ia juga sedang melatih dirinya untuk menjadi pribadi yang peduli dan bertanggung jawab.

Inilah salah satu pesan penting QS. Al-Isra ayat 7: kebaikan tidak pernah benar-benar hilang.

Allah SWT juga berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ۝ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya.”
(QS. Az-Zalzalah: 7–8)

Ayat tersebut semakin memperkuat kesadaran bahwa setiap amal memiliki konsekuensi dan nilai di hadapan Allah SWT.

Relevansi dengan Dakwah dan Penyuluhan

Pesan QS. Al-Isra ayat 7 sangat relevan dengan tugas seorang penyuluh agama. Dalam memberikan bimbingan kepada masyarakat, nilai yang ditanamkan bukan hanya tentang mengetahui mana yang benar dan salah, tetapi juga memahami bahwa pilihan hidup memiliki konsekuensi.

Kebaikan yang dilakukan seseorang akan membentuk kehidupannya sendiri. Demikian pula keburukan yang dipilih akan memberikan dampak kepada dirinya dan lingkungan sekitarnya.

Karena itu, bimbingan keislaman hendaknya mendorong masyarakat untuk membangun kesadaran dari dalam diri, bukan hanya karena takut terhadap aturan atau penilaian manusia.

Seseorang berbuat baik karena memahami bahwa kebaikan adalah jalan yang diridai Allah. Ia membantu karena menyadari bahwa manusia saling membutuhkan. Ia menjaga ucapan karena memahami bahwa setiap perkataan memiliki konsekuensi.

Dakwah di Era Digital

Sebagai Anggota Komisi Hubungan Masyarakat dan Digitalisasi Informasi MUI Kecamatan Margomulyo, Alifia juga memiliki ruang pengabdian yang sangat relevan dengan perkembangan zaman.

Media digital dapat menjadi sarana untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat secara lebih luas. Satu tulisan, satu video, atau satu pesan keislaman dapat menjangkau banyak orang.

Namun, semakin luas jangkauan informasi, semakin besar pula tanggung jawab yang menyertainya. Informasi yang benar dapat memberikan manfaat, sedangkan informasi yang salah dapat menimbulkan kesalahpahaman bahkan konflik.

Karena itu, prinsip QS. Al-Isra ayat 7 dapat menjadi pengingat: gunakan kemampuan dan teknologi untuk kebaikan, karena setiap apa yang kita sebarkan pada akhirnya akan kembali kepada diri kita dalam bentuk pertanggungjawaban dan dampak.

Menjadi Penyampai Kebaikan

Peran Alifia sebagai Penyuluh Agama Islam sekaligus pengurus MUI menjadi ruang untuk menyatukan ilmu, komunikasi, dan pengabdian.

Melalui bimbingan keislaman, beliau dapat membantu masyarakat memahami nilai-nilai agama. Melalui bidang humas dan digitalisasi informasi, pesan-pesan tersebut dapat disampaikan melalui berbagai media secara lebih luas.

Semangat tersebut sejalan dengan firman Allah SWT:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.’”
(QS. Fussilat: 33)

Ayat tersebut memberikan penghargaan yang tinggi kepada orang yang mengajak kepada kebaikan sekaligus mengamalkan kebaikan tersebut dalam kehidupannya.

Pada akhirnya, QS. Al-Isra ayat 7 mengajarkan bahwa kehidupan adalah ruang untuk memilih dan menanam. Kebaikan yang ditanam akan menjadi kebaikan bagi diri sendiri, sedangkan keburukan yang dilakukan juga akan kembali kepada pelakunya.

Melalui amanah sebagai Anggota Komisi Hubungan Masyarakat dan Digitalisasi Informasi MUI Kecamatan Margomulyo, peran sebagai Penyuluh Agama Islam KUA Margomulyo, serta keahlian dalam Bimbingan Keislaman, Alifia Putri Rochmatun Nazila, S.Sos. terus mengambil bagian dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang menyejukkan, mendidik, dan memberikan manfaat.

Berbuat baik bukan karena ingin dipuji manusia, tetapi karena yakin bahwa setiap kebaikan pada akhirnya akan kembali menjadi kebaikan bagi diri sendiri.

Identitas Singkat

  • Nama: Alifia Putri Rochmatun Nazila, S.Sos.
  • Alamat: Kalimojo, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro
  • Jabatan di MUI: Anggota Komisi Hubungan Masyarakat dan Digitalisasi Informasi
  • Jabatan Sosial: Penyuluh Agama Islam KUA Margomulyo
  • Bidang Keahlian: Bimbingan Keislaman
  • Pesan: QS. Al-Isra: 7 — إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا — “Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.”
Share:

Tausiyah Rutin Bersama (TURBA) MUI Kecamatan Margomulyo di Rutinan Muslimat NU Kaligede

 MARGOMULYO – Ahad, 16 Juli 2024, Masjid Al-Amin Kaligede menjadi saksi bisu semangat kebersamaan warga NU Dusun Kaligede dalam kegiatan TURBA (Tausiyah Rutin Bersama) yang diinisiasi oleh Muslimat NU Kaligede. Acara yang dipenuhi oleh para Muslimat NU ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan khidmat.


Kegiatan yang dimulai sejak pagi ini menghadirkan Bapak Kiyai Badrun, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, sebagai pemateri utama. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema yang sangat relevan dan menyentuh, yaitu "Spirit Kurban dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat". 


Kiyai Badrun menjelaskan, "Kurban bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga sarana untuk memperkuat solidaritas sosial dan memberdayakan ekonomi umat. Melalui semangat kurban, kita bisa belajar tentang pentingnya berbagi dan berkorban untuk kepentingan bersama."


Dalam sesi penyuluhan, Kiyai Badrun juga menyampaikan berbagai strategi pemberdayaan ekonomi umat yang dapat diimplementasikan oleh masyarakat Kaligede, khususnya Muslimat NU. Beliau mengajak para hadirin untuk mengembangkan keterampilan ekonomi yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitar.


Salah satu warga yang hadir, Ibu Supriyani, mengungkapkan rasa syukurnya atas kegiatan ini. "Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih memahami makna kurban dan bagaimana bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam aspek ekonomi."


Selain membahas spirit kurban dalam pemberdayaan ekonomi umat, Kiyai Badrun juga memaparkan tentang keutamaan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijah. Beliau menjelaskan bahwa sepuluh hari ini adalah waktu yang sangat dicintai oleh Allah jika digunakan untuk beribadah. 


"Sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijah memiliki keutamaan yang luar biasa," ujar Kiyai Badrun. "Puasa satu hari di hari-hari tersebut dihitung seperti puasa selama satu tahun, dan Qiyamul Lail atau shalat malam di setiap malamnya dinilai seperti mendapatkan pahala Lailatul Qadar."


Kiyai Badrun mengajak seluruh Muslimat NU Kaligede untuk memanfaatkan waktu-waktu istimewa ini dengan memperbanyak ibadah, seperti puasa sunnah, shalat malam, dzikir, dan amal shalih lainnya. Menurut beliau, momentum ini adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih pahala yang berlipat ganda.


"Jangan sia-siakan kesempatan ini," pesan Kiyai Badrun. "Mari kita manfaatkan sepuluh hari pertama Dzulhijah ini dengan sebaik-baiknya. Selain berkurban, perbanyaklah ibadah-ibadah sunnah, agar kita semua mendapatkan keberkahan dan ridha Allah."


Para hadirin pun terlihat sangat terinspirasi dan bersemangat untuk mengamalkan nasihat yang disampaikan oleh Kiyai Badrun. Ibu Ani, salah satu anggota Muslimat NU, menyatakan bahwa dirinya merasa semakin termotivasi untuk meningkatkan ibadah di bulan Dzulhijah. "Saya jadi lebih memahami betapa berharganya sepuluh hari pertama Dzulhijah ini. Insya Allah, saya akan mencoba untuk berpuasa dan lebih banyak beribadah," ungkapnya.


Dengan paparan yang disampaikan oleh Kiyai Badrun, diharapkan semangat beribadah warga Kaligede, khususnya Muslimat NU, semakin meningkat. Kegiatan TURBA ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperdalam ilmu agama dan memperkuat keimanan.


Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kiyai Badrun, memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah serta agar segala amal yang dilakukan diterima dan diberkahi. Para peserta pun pulang dengan hati yang tenang dan penuh semangat untuk mengamalkan apa yang telah mereka pelajari.


Semoga acara ini bisa menjadi inspirasi bagi kegiatan-kegiatan berikutnya dan semakin memperkokoh kebersamaan serta semangat beribadah di kalangan Muslimat NU Kaligede.


Share:

Total KUNJUNGAN

MUIM TV

Viral 30 hari Terahir

Postingan Populer

Label

Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman