Menjaga Hati, Menjemput Qalbun Salim: Pesan Menyentuh Ketua MUI Margomulyo dalam Kajian Rutin Masjid At-Thohir

Sesi kiyai Badrun dalam memberikan materi Kajian rutin MATA AIR pluntu Sumberjo

Margomulyo – Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid At-Thohir, Dusun Plunru, Desa Sumberjo, pada Kamis malam Jum'at, 22 Juli 2026, saat puluhan jamaah mengikuti kajian rutin yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Kegiatan yang menjadi agenda pembinaan keagamaan masyarakat ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan menjadi momentum memperkuat keimanan serta mempererat ukhuwah Islamiyah.

Rangkaian acara diawali dengan mujahadah yang dipimpin oleh Gunowo Abdul Ghofur, selaku Kasatkoryon Banser Margomulyo. Lantunan doa, dzikir, dan istighasah yang menggema di dalam masjid menghadirkan suasana spiritual yang mendalam, mengajak seluruh jamaah untuk menata hati serta memohon keberkahan dan pertolongan Allah SWT.

Memasuki sesi inti, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, Kiyai Badrun, menyampaikan kajian yang sarat dengan nasihat dan sentuhan ruhani. Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa kualitas amal seseorang sangat bergantung pada kebersihan hati. Amal yang besar sekalipun dapat kehilangan nilainya apabila hati dipenuhi kesombongan, kebencian, atau kebiasaan merendahkan orang lain.

Dengan bahasa yang sederhana namun mengena, KH. Badrun mengingatkan jamaah agar tidak mudah melakukan "maido", yakni mengolok-olok atau meremehkan Allah SWT, syariat-Nya, maupun sesama makhluk. Menurut beliau, kebiasaan tersebut dapat mengotori hati dan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah.

Beliau kemudian mengingatkan jamaah tentang hari ketika seluruh kebanggaan dunia tidak lagi memiliki arti. Yang menjadi penentu keselamatan hanyalah hati yang bersih dan selamat di hadapan Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ۝ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

"Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang bersih (qalbun salīm)."
(QS. Asy-Syu'ara: 88–89)

KH. Badrun menegaskan bahwa qalbun salim bukan hanya bebas dari penyakit iri, dengki, dan kesombongan, tetapi juga hati yang senantiasa dipenuhi keikhlasan, kecintaan kepada Allah, serta kasih sayang terhadap sesama. Karena itu, menjaga lisan, memperbaiki niat, dan menghormati setiap makhluk merupakan bagian dari ikhtiar membersihkan hati agar setiap amal diterima oleh Allah SWT.

Suasana kajian berlangsung penuh perhatian. Para jamaah tampak menyimak setiap nasihat yang disampaikan, bahkan beberapa di antaranya terlihat larut dalam perenungan ketika pesan tentang pentingnya menjaga hati disampaikan. Tausiyah tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan hidup tidak hanya diukur dari banyaknya amal lahiriah, tetapi juga dari ketulusan hati yang mengiringinya.

Setelah kajian berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama para jamaah di ruang tamu masjid. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, para peserta saling berbincang, berdiskusi, serta mempererat tali silaturahmi. Kebersamaan ini menjadi penutup yang indah bagi sebuah malam yang tidak hanya memperkaya ilmu, tetapi juga menguatkan tekad untuk terus menjaga hati, memperbaiki diri, dan menghadap Allah SWT kelak dengan qalbun salim, hati yang bersih dan penuh keselamatan.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MUIM TV

Jumlah Pengunjung

Popular Posts

Label