"Rapat Pleno & Peringatan Isro' Mi'raj Tim Penggerak PKK Desa Geneng: Menggugah Kesederhanaan dan Rendah Hati dalam Kehidupan"
Naharul Ijtima' NU Ranting Kalangan: Membangun Ketaqwaan dan Kebangsaan di Rumah-rumah Warga
Kalangan, 26 Desember 2023 - Suasana yang hangat dan penuh kebersamaan kembali menyapa warga NU Ranting Kalangan pada Naharul Ijtima' yang diadakan pada Hari Selasa, 26 Desember 2023. Acara ini telah menjadi tradisi rutin setiap tanggal 26 setiap bulan, di mana rumah-rumah warga NU Kalangan menjadi panggung untuk memperkuat kebersamaan dan ketaqwaan.
Pengurus Ranting NU Kalangan beserta Badan Otonom NU Kalangan telah berperan aktif dalam menyelenggarakan acara yang membawa nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan ini. Setiap bulannya, warga NU Kalangan berkesempatan untuk mendalamkan pemahaman agama Islam dan mempererat tali silaturahim di tengah-tengah keluarga besar NU.
Pada Naharul Ijtima' kali ini, kehadiran Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI dan Ketua MWCNU Margomulyo, menjadi pencerah dalam kajian yang disampaikan. Kiyai Badrun, sebagai pengisi kajian setiap bulannya, mengangkat berbagai aspek penting dalam ibadah dan adat istiadat. Dalam kajiannya, beliau memberikan penekanan pada dasar ketetapan ibadah sebagai landasan utama dalam kehidupan beragama.
Titik tekan pembahasan yang disampaikan oleh Kiyai Badrun Sulaiman mengenai dasar ketetapan ibadah dan adat istiadat menjadi bahan renungan dan refleksi bagi seluruh jama'ah yang hadir. Kajian ini tidak hanya menjadi sumber ilmu, tetapi juga membentuk landasan moral bagi warga NU Kalangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Selain Kiyai Badrun Sulaiman, Kiyai Rosyidi, yang menjabat sebagai Syuriyah MWCNU dan MUI Margomulyo, turut memperkaya wawasan dengan pandangan syar'i yang mendalam. Keberagaman pandangan dan kesatuan pemahaman agama dalam kajian ini menciptakan suasana yang dinamis dan harmonis.
Acara Naharul Ijtima' juga dihadiri oleh para tokoh masyarakat setempat dan warga NU Kalangan yang telah menjadi bagian integral dalam mengembangkan kehidupan beragama dan bermasyarakat di lingkungan ini. Kehadiran mereka menjadi contoh bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam memperkuat kebersamaan dan kebangsaan.
Sebagai akhir dari Naharul Ijtima' ini, suasana keakraban mewarnai rumah warga NU Kalangan. Berbagi ilmu, pengalaman, dan doa bersama menjadi ikatan tak terputuskan di antara para jama'ah. Semoga tradisi ini terus berlanjut, membawa kebaikan dan kemajuan bagi seluruh warga NU Kalangan serta menjadi bagian penting dalam perjalanan spiritual mereka.
Ngaji Rutin di Mushola Baitul Makmur Dusun Tolu: Kajian Malam Jum'at Pahing Membasuh Hati dan Jiwa
Ngelo, Kamis 21 Desember 2023, menjadi saksi kehangatan dalam acara Ngaji Rutin di Mushola Baitul Makmur Dusun Tolu, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro. Kegiatan ini, yang merupakan Kajian Rutin Malam Jum'at Pahing, diadakan oleh para bapak-bapak warga Dusun Tolu dengan tujuan memperdalam pemahaman agama dan meningkatkan kualitas ibadah.
Acara yang dipimpin oleh Kiyai Badrun Sulaiman, Ketua MUI dan Ketua MWCNU Margomulyo, sebagai Pengisi Kajian, menyentuh berbagai aspek kehidupan, dengan fokus pada penyempurnaan dalam pelaksanaan Wudhu'. Kiyai Badrun menekankan bahwa Wudhu' bukan hanya sebagai kewajiban sebelum sholat, tetapi juga sebagai sarana penyucian jiwa dan pembersih batin.
Dalam kajiannya, Kiyai Badrun Sulaiman mengajak para jama'ah untuk memahami setiap langkah dalam pelaksanaan Wudhu' secara mendalam. Ia menjelaskan bahwa kesempurnaan dalam Wudhu' dapat menciptakan konsentrasi yang lebih baik dalam melaksanakan sholat, sekaligus membersihkan hati dari berbagai ketegangan dan dosa.
Baca Juga: Musyawarah Pembentukan MUI Desa Sekecamatan Margomulyo:
Sinergi Masyarakat dan Pemimpin Lokal
Hadir dalam acara ini juga beberapa tokoh masyarakat, antara lain Bapak Sutrisno, perangkat desa Ngelo, dan Kasun Dusun Tolu, Bapak Suparji. Keberadaan mereka menambah kehangatan dan keberagaman pandangan dalam berbagai diskusi keagamaan yang dilakukan setelah kajian.
Baca Juga: Do'a Bersama di Titik Nol Bendungan Karang Nongko: Awal Baru
Pembangunan untuk Kesejahteraan Bersama
Para perangkat desa dan tokoh masyarakat menyambut baik kegiatan rutin ini, mengakui bahwa Ngaji Rutin di Mushola Baitul Makmur Dusun Tolu memiliki dampak positif pada kehidupan bermasyarakat di Dusun Tolu. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut untuk memberikan pemahaman agama yang lebih dalam kepada warga.
Kajian malam Jum'at Pahing ini, dengan suasana yang penuh keakraban dan kesungguhan, telah memperkaya spiritualitas masyarakat Dusun Tolu. Semoga kegiatan ini terus menjadi sumber inspirasi dan keberkahan bagi warga Dusun Tolu dan sekitarnya.
"Syafari Dakwah Bersama" di Masjid At-Tohir, Dusun Pluntu, Desa Sumberjo: Mengokohkan Istiqomah dalam Ngaji Rutin
Margomulyo, 20 Desember 2023* - Malam itu, Masjid At-Tohir di Dusun Pluntu, Desa Sumberjo, Margomulyo, Bojonegoro, menjadi saksi keharuan dan semangat kebersamaan dalam acara "Syafari Dakwah Bersama". Acara ini dihelat pada hari Rabu, 20 Desember 2023, sebagai bagian dari tradisi Ngaji Rutin Malem Kamis Legi, yang dihadiri oleh seluruh komponen warga desa.
Baca Juga: "Syafari Dakwah Bersama Gus Huda": Kebersamaan dalam Sedekah Bumi di Makam Mbah Citro, Desa Ngelo Margomulyo Bojonegoro
Sebagai tamu kehormatan, Ketua MUI Margomulyo, Kiyai Badrun Sulaiman, memimpin acara sebagai penceramah utama. Beliau didampingi oleh Kiyai Sareh, Ketua Tanfidziyah Ranting NU Sumberjo, dan Kiyai Darmaji, Pengurus MUI Sumberjo, serta beberapa kiyai lainnya. Mereka hadir untuk memberikan bimbingan rohaniah dan mengokohkan semangat istiqomah dalam melaksanakan amalan kebaikan.
Baca Juga: Musyawarah Pembentukan MUI Desa Sekecamatan Margomulyo: Sinergi Masyarakat dan Pemimpin Lokal
Masjid yang penuh dengan lampu-lampu lembut dan aroma harum wangi kasturi menambah kekhidmatan acara. Warga desa berkumpul dengan hati yang penuh kekhusyukan, mengikuti tausyiah dari Kiyai Badrun Sulaiman yang dipenuhi dengan nasehat-nasehat berharga.
Baca Juga: Sedekah sebagai penyempurna sholat
Dalam kajiannya, Kiyai Badrun Sulaiman menyampaikan banyak hal, namun salah satu pesan utama adalah tentang pentingnya menjaga agar amalan kebaikan tetap istiqomah. "Amalan kebaikan yang kita lakukan perlu dijaga agar tetap konsisten dan tidak mudah tergoyahkan. Istiqomah adalah kunci keberhasilan dalam mengarungi kehidupan di dunia dan ahirat," ungkapnya dengan penuh kebijaksanaan.
Kiyai Sareh, dengan penuh kehangatan, menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjalankan kewajiban keagamaan. "Ngaji rutin ini bukan hanya kegiatan individual, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan kita sebagai umat Islam. Bersama-sama, kita saling menguatkan dan menjaga semangat beribadah," katanya.
Baca Juga: Do'a Bersama di Titik Nol Bendungan Karang Nongko: Awal Baru Pembangunan untuk Kesejahteraan Bersama
Setelah tausyiah, suasana semakin haru saat seluruh hadirin melanjutkan dengan doa bersama yang di pimpin oleh Kiyai Darmaji. Doa-doa yang dipanjatkan mengandung harapan untuk keluarga, desa, dan umat Islam secara keseluruhan. Kebersamaan malam itu menjadi memori yang tak terlupakan bagi warga Desa Sumberjo.
Baca Juga: Ngaji Rutin di Mushola Baitul Makmur Dusun
Tolu: Kajian Malam Jum'at Pahing Membasuh Hati dan Jiwa
"Syafari Dakwah Bersama" di Masjid At-Tohir menjadi bukti nyata bahwa kegiatan keagamaan tidak hanya memperdalam spiritualitas, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan komitmen untuk terus menjaga istiqomah dalam menjalani kehidupan beragama.
Do'a Bersama di Titik Nol Bendungan Karang Nongko: Awal Baru Pembangunan untuk Kesejahteraan Bersama
Baca Juga: "Syafari
Dakwah Bersama Gus Huda": Kebersamaan dalam Sedekah Bumi di Makam Mbah
Citro, Desa Ngelo Margomulyo Bojonegoro
Baca Juga: Musyawarah
Pembentukan MUI Desa Sekecamatan Margomulyo: Sinergi Masyarakat dan Pemimpin
Lokal
Baca Juga: Sedekah
sebagai penyempurna sholat
Maksud hati memeluk gunung tapi apalah daya Gurung knalpotnya patah
Pak Haji Nur, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo, merasa bangga dan bersemangat saat mendapat undangan untuk menghadiri acara Gelaran Deklarasi Pemilu Damai dan Bermartabat di Kantor MUI Bojonegoro. Ia ingin menunjukkan komitmen dan dukungannya terhadap penyelenggaraan pemilu yang adil, aman, dan demokratis. Ia juga ingin bertemu dan bersilaturahmi dengan para tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah yang hadir di acara tersebut.
Ia pun bersiap-siap dengan mengenakan pakaian terbaiknya, yaitu baju koko putih, sarung hitam, dan kopiah hitam. Ia juga membawa tas berisi buku-buku agama dan dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan tugasnya sebagai Ketua MUI. Ia lalu mengambil kunci sepeda motornya, yaitu Shogun 110 yang Mashur dengan "Shogun kebo" yg sudah tidak jelas warnanya, yang selalu ia rawat dengan baik selama beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: "Syafari Dakwah Bersama Gus Huda": Kebersamaan dalam Sedekah Bumi di Makam Mbah Citro, Desa Ngelo Margomulyo Bojonegoro
Ia berangkat dari rumahnya sekitar pukul 07.00 pagi, dengan harapan bisa sampai di Kantor MUI Bojonegoro sebelum acara dimulai pukul 09.00. Ia menempuh jarak sekitar 75 kilometer dengan melewati jalan-jalan desa yang masih sepi dan tenang. Ia menikmati pemandangan alam yang hijau dan segar, serta udara yang bersih dan sejuk. Ia juga sesekali menyapa dan mengucapkan salam kepada warga yang ia temui di sepanjang jalan.
Namun, nasib baiknya tidak berlangsung lama. Ketika ia sudah memasuki kawasan hutan Bojonegoro, ia merasakan ada yang aneh dengan sepeda motornya. Ia mendengar suara berisik yang berasal dari knalpotnya. Ia mencoba mengabaikannya dan melanjutkan perjalanan, tetapi suara itu semakin keras dan mengganggu. Ia pun memutuskan untuk berhenti di pinggir jalan dan memeriksa knalpotnya.
Betapa kagetnya ia ketika melihat bahwa knalpotnya sudah patah dan terlepas dari sepeda motornya. Ia tidak tahu apa yang menyebabkan hal itu, apakah karena usia knalpot yang sudah tua, atau karena ia menabrak sesuatu tanpa sadar. Yang jelas, ia tidak bisa melanjutkan perjalanan dengan sepeda motornya yang rusak itu.
Ia pun bingung dan panik. Ia mencoba mencari bengkel terdekat, tetapi tidak ada yang buka. Ia juga mencoba menelpon teman-temannya terdekat yang tinggal di sekitar lokasi itu, tetapi tidak ada yang mengangkat. Ia juga tidak bisa naik angkutan umum, karena ia tidak membawa uang yang cukup. Ia hanya membawa uang sebesar Rp. 50.000, yang sudah ia rencanakan untuk BBM dan parkir.
Ia merasa putus asa dan menyesal. Ia merasa gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua MUI. Ia merasa mengecewakan para undangan dan panitia yang sudah menunggunya di Kantor MUI. Ia merasa sia-sia telah bersiap-siap dengan pakaian terbaiknya, membawa tas berisi buku-buku agama dan dokumen-dokumen penting, serta mengendarai sepeda motornya yang ia rawat dengan baik. Ia merasa maksud hatinya memeluk gunung, tapi apalah daya gurung knalpotnya patah.
Ia pun hanya bisa pasrah dan berdoa. Ia meminta maaf kepada Allah atas kegagalannya. Ia juga meminta maaf kepada para undangan dan panitia atas ketidakhadirannya. Ia berharap mereka bisa memahami dan menerima alasan yang sebenarnya. Ia juga berharap sepeda motornya bisa segera diperbaiki dan ia bisa pulang dengan selamat.
Ia lalu duduk di pinggir jalanan hutan, sambil menunggu pertolongan datang. Ia memandang sepeda motornya yang rusak, sambil mengelus-elus knalpotnya yang patah. Ia berbisik, "Maafkan aku, sayang. Aku tidak sengaja menyakitimu. Aku akan mencarikanmu knalpot pengganti yang lebih baik. Aku masih mencintaimu."
Akhir kisah.
ToT Penguatan Ekonomi, keuangan Syari'ah dan Kemasjidan Untuk Khotib SeKabupaten Tuban dan Bojonegoro
Bojonegoro, 05 Desember 2023, MUIM Media - Sebuah langkah penting dalam memperkuat pemahaman ekonomi dan keuangan syariah di kalangan khotib di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro diwujudkan melalui acara pelatihan "Training of Trainers (ToT) Ekonomi dan Keuangan Syariah." Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Aston Bojonegoro pada hari Senin hingga Selasa, 04-05 Desember 2023.
Baca Juga: "Syafari Dakwah Bersama Gus Huda": Kebersamaan dalam Sedekah Bumi di Makam Mbah Citro, Desa Ngelo Margomulyo Bojonegoro
Pemrakarsa kegiatan ini adalah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur, yang bekerja sama erat dengan Bank Indonesia (BI). Para peserta mendapatkan ilmu dan wawasan dari pemateri yang merupakan tim dari DMI dan Takmir Masjid Jogokaryan, Yogyakarta.
Baca Juga: Sedekah
sebagai penyempurna sholat
Kegiatan ToT ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai prinsip-prinsip ekonomi dan keuangan syariah kepada khotib di kedua kabupaten. Para peserta tidak hanya diajak untuk memahami konsep dasar, tetapi juga diberikan keterampilan dalam menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat melalui khutbah Jumat.
Kiyai Badrun Ketua MUI Kecamatan Margomulyo turut hadir juga sebagai peserta perwakilan dari Masjid Al-Fajar Ngelo, hadir sebagai salah satu peserta yang antusias. Beliau mengungkapkan harapannya bahwa pelatihan ini akan menjadi bekal berharga dalam memberikan pemahaman yang lebih baik kepada jamaah masjid.
Baca Juga: Do'a
Bersama di Titik Nol Bendungan Karang Nongko: Awal Baru Pembangunan untuk
Kesejahteraan Bersama
“Ekonomi dan keuangan syariah adalah bagian integral dari kehidupan umat Islam. Dengan pemahaman yang baik, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan berkeadilan,” ujar Kiyai Badrun dengan penuh semangat.
Baca Juga: Musyawarah
Pembentukan MUI Desa Sekecamatan Margomulyo: Sinergi Masyarakat dan Pemimpin
Lokal
Kegiatan ToT ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, namun juga forum yang membangun jejaring dan sinergi antara khotib-khotib dari berbagai masjid di dua kabupaten tersebut. Diharapkan, ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan dampak positif dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Musyawarah Pembentukan MUI Desa Sekecamatan Margomulyo: Sinergi Masyarakat dan Pemimpin Lokal
Margomulyo, 2 November 2023 - Masyarakat Desa Sekecamatan Margomulyo bersatu dalam sebuah musyawarah yang monumental, dalam upaya membentuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) di tingkat desa. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 30 Oktober hingga 2 November 2023 di enam desa yang ada di kecamatan tersebut, yaitu Desa Kalangan, Ngelo, Sumberjo, Margomulyo, Meduri, dan Geneng.
Musyawarah ini menjadi tonggak sejarah bagi warga setempat, sebagai wujud partisipasi aktif dalam merumuskan kebijakan keagamaan di tingkat desa. Ketua MUI Margomulyo, Kiyai Badrun, menjadi tokoh sentral yang memimpin musyawarah ini. Dukungan penuh juga terlihat dari para kepala desa di keenam desa yang termasuk dalam kecamatan ini, menunjukkan komitmen bersama untuk mengukuhkan keberadaan MUI di tingkat desa.
“Musyawarah ini merupakan bentuk kesepakatan bersama untuk memperkuat peran MUI dalam menyuarakan nilai-nilai keagamaan dan moral di masyarakat. Kami yakin dengan terbentuknya MUI Desa, akan semakin meningkatkan kesejahteraan dan keharmonisan di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Kiyai Badrun dengan penuh semangat.
Baca Juga: Sedekah
sebagai penyempurna sholat
Baca Juga: "Syafari Dakwah Bersama Gus Huda": Kebersamaan dalam Sedekah Bumi di Makam Mbah Citro, Desa Ngelo Margomulyo Bojonegoro
Selain dukungan dari ketua MUI setempat, musyawarah ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kepala KUA Kecamatan Margomulyo, HUDA AFRIANTO, S.Ag. Beliau memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah-langkah konstruktif yang diambil oleh warga masyarakat dalam mendukung pembentukan MUI Desa. “Ini adalah bentuk kesadaran bersama untuk menjaga dan memperkokoh keberagaman serta menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan,” ujar Huda Afrianto.
Proses musyawarah ini tidak hanya melibatkan para tokoh agama, namun juga melibatkan perwakilan dari berbagai lapisan masyarakat. Diskusi dan dialog yang terbuka menghasilkan berbagai ide konstruktif untuk menjadikan MUI Desa sebagai lembaga yang inklusif dan mampu menjawab tantangan zaman.
Baca Juga: Do'a
Bersama di Titik Nol Bendungan Karang Nongko: Awal Baru Pembangunan untuk
Kesejahteraan Bersama
Dengan penuh semangat dan semakin solidnya dukungan seluruh elemen masyarakat, MUI Desa Sekecamatan Margomulyo siap melangkah menjadi garda terdepan dalam membangun toleransi, kebersamaan, dan memperkokoh akidah keagamaan di tingkat desa. Musyawarah ini tidak hanya menciptakan sebuah lembaga keagamaan, tetapi juga memupuk semangat kebersamaan yang menjadi fondasi kuat bagi kemajuan masyarakat.
(Tim MUIM Media)



























